Love Code

Love Code
Esha



Selanjutnya kita pantau si Angkasa pribumi satu itu yang jadwal hari ini adalah pertama bangun, melamun di kanar mandi beberapa menit, maen ponsel 24/7 ,makan dan maen ponsel lagi


lalu ia melihat arah jam 12 terlihat di sana ada jam dinding sedege unta itu dan tertera pukul berapa sekarang ini dan Oh ternyata pukul menujukan pulang sekolah lalu tiba tiba ia lari mengambil seragam sekolah yang satu nya lagi lalu ia memoto diri nya sendiri dengan caption * capek abis sekolah * dan di unggah di media sosial nya mungkin kalau yang ga peka mikir nya biasa aja tapi tidak bagi Esha yang tau isi otak si kadal itu


" cih capek konon !!!" batin Esha dengan posisi sudah keluar dari kelas


Esha dkk berjalan bersama ke arah parkiran tapi mereka tak pulang bareng..., si Diva dan Kayla biasa naik motor biasa mereka kalau si Luna biasa naik mobil nya sedangkan si quen geng mereka hanya menunggu Arjuna yang sedang di ruang guru karna ingin tambahan nilai, kalian kan tau kelas 12 bentar lagi lulus


Esha sedang menunggu Juna di bangku depan ruang guru lalu tiba tiba seekor kucing persia mendekati nya


" Meong "


" Meong "


suara kucing membuat Esha menatap kucing itu lalu jongkok agar setara dengan kucing


" Hai Meng !!!" sapa Esha kala ia memangku kucing itu lalu ia mengusap usap


" bismillah numung ga ada orang " ujar Esha lalu mencium kucing itu dan itu membuat seseorang yang dari tadi menatap nya membuka ponsel nya lalu mencari sebuah artikel di aplikasi pintar yang ber nama gigo


@GIGO


* Cara menjadi kucing *


itulah yang di tulis Angkara cowok yang dari tadi mengawasi gerak gerik Esha sambil tersenyum Kara mencari sesuatu di Gigo itu


" yuk " ajak Juna selepas keluar dari ruang guru dan itu membuat Kara menatap Esha dan Juna lalu ia berjalan ke arah dua anak manusia itu


" udah selesai ?" tanya Esha lalu manik mata nya tak sengaja melihat Kara sedang berjalan ke arah nya, kemudian Esha menarik tangan Juna


" yuk bang..., lari !!!!" teriak Esha dan di ikuti oleh Juna yang ga tau apa apa


" hosh.., hosh ada apa sih Aes-ha ?" tanya Juna yang juga berlari dengan mata nya mencoba melihat ke belakang


" nanti gue jelasin di mobil " jawab Esha terus berlari


Sampe di Mobil


tin


tin


suara yang muncul dari mobil nya akibat tekanan kunci mobil Juna


lalu mereka masuk


"Aaaa akhirnya sampe uga !!" ujar Esha


" ada apa sih, sumpah capek gue lari lari ga jelas " protes Juna


" haish ada pedofil anjim, elu mau lu di culik pedofil ?" jawab ngegas Esha


" aih mana ada pedofil nangkep gue, cepetan yang bener ?!"paksa Juna


" aduh abang gue ga percaya an sama gue sungguh terlalu terlalu " ujar Esha


" dah ga usah banyak petingkah..., pokok nya kalau gue dah kuliah keluar kota lu harus lebih mandiri " ujarJuna yang tengah fokus menjadi sopir Esha


" elu beneran mau kuliah luar ?" tanya Esha dengan wajah datar


" iya, nanti gue ambil jurusan kedokteran sesuai yang bunda pinginin makanya tadi gue ambil nilai tambahan biar setidak nya bisa lah pake jalur SNMPTN walaupun ada biaya nya tapi gue juga bisa di anggap pinter dong" ujar Juna


" napa sih bang lu harus tunduk sama bunda sesekali lah lu membrontrak, elu kan pingin jadi arsitek kenapa lu ga pilih apa yang elu suka sih " balas Esha


" saat ini elu masih kecil belum tau apa apa liat lah nanti kalau lu udah seusia gue pasti mikir lah lu !!!" jawab Juna


" dek !!" panggil Juna


" dek kumat lagi ?!" tanya Juna khawatir


" bang telinga aku terasa mau pecah, bising banget... sakit, saki-t " ucap terbata Esha sambil memegang kedua telinga nya dan membuat Juna memberhentikan mobil nya di tepian


" mana earplug punya kamu ?" tanya lembut Juna tapi penuh dengan rasa panik, lalu Esha melempar tas nya kemudian Juna membuka dan mengambil earplug milik Esha dan memasangkan nya


" gimana ?" tanya Juna


" hiks..., hiks masih ..., telinga ku sakit hiks... " jawab Esha lalu Juna memeluk Esha dengan erat dan mengusap usap punggung Esha


Fyi *Esha memiliki gangguan pendengaran yang sering di sebut Hiperakusis ,dan Hiperakusis sendiri adalah sejenis gangguan pendengaran yang menyebabkan seseorang jadi terlalu peka saat menangkap suara.


tapi Hiperakusis yang di alami Esha adalah jenis penyakit yang bernama penyakit Meniere ,penyakit itu sendiri sangat langkah dan jarang terjadi pada anak anak lain


kumat nya sih jarang tapi sekali kumat telinganya sakit ga karuan


" bang aku mau muntah !!!" ujar Esha dan buru buru keluar dari mobil lalu di dalam mobil Juna mengambil beberapa obat Esha yang selalu Juna bawa di mobil itu lalu ia keluar mengecek kondisi sang adik


" gimana..., masih ?" tanya Juna dan di angguki oleh Esha


" kita indoapril dulu beli minum " ajak Juna lalu ia memapah Esha menuju indoapril tersebut karna jarak nya sangat dekat


setelah sampai sana Esha tidak ikut masuk kedalam melainkan ia duduk di depan bangku yang ada di indoapril itu


tak berapa lama Juna datang bersama dengan kresek nya


" nih minum obat nya!!!" perintah Juna menyerah air putih kemasan yang tadi ia beli


" gue ga bawa obat nya !" jawab Esha


" nih, abang mu ini selalu membawa " ujar Juna kala memberi obat untuk Esha dan Esha pun menerima obat itu dan meminum nya


" pahit " ujar Esha


" ya iyalah obat pahit !!!" jawab Juna ketus


" jujur ke gue lu makan apa tadi istirahat " tanya Juna


" tadi gue makan sandwich doang kok " jawab Esha


" cih kalau sandwich doang kok bisa kumat, pasti lu makan yang lain ?" ujar juna


" tenan gue makan sandwich doang " jawab Esha kekeh lalu Juna membuka dompet nya


" mau ?" ucap Juna dan memamerkan uang nya


" mau !!" ujar Esha di kala masih kumat malah kalau ada duit mata nya langsung ijo


" etss..., jawab jujur dulu " perintah Juna


" haish yaya beberapa minggu ini gue makan makanan yang asin asin " ujar terpaksa Esha


" udah beberapa kali gue bilang boleh makan asin tapi tau batas dong sayang!!" ucap gemas Juna dan menyentil kening Esha


" gimana masih sakit apa udah mending ?" tanya Juna


" masih tapi mending lah gara gara minum obat kek nya" jawab Esha*


...(๑・ω-)~♥”...


...Babai...