Love And Blood

Love And Blood
Chap 0.7



"huh? apa... Gay, Omong kosong apa yang kau katakan itu"


tanya Hoseok dengan wajah yang terlihat sangat heran, "Singkirkan tangan mu.. dasar kaum pelangi menjijikan, Semua orang Di Perusahaan ini tau, kau itu pasti Pria ****** dari Desa yang menjilat tuan Presdir dan meminta agar bisa bergabung ke Min Corp karna kau tau Ketua Min bukan orang sembarangan, Akui saja Dasar ******!"


Jimin yang mendengar semua omong kosong itu bertambah kesal, "Tunggu Hentikan Jim... jangan lanjutkan" ucap Hoseok menghentikan apa yang akan Jimin lakukan, berkelahi tidak akan pernah menyelesaikan permasalah, terlihat marah sama dengan kita mengakui tuduhan mereka kepada kita, Hoseok hanya bisa diam


"kau diam karna itu semua pasti Benar! Ia Gay!" Hoseok tidak melakukan apa-apa, Hingga membuat Jimin keheranan Dan juga Greget sendiri, 'Hyung kok lu diem aja sih??' pikir Jimin yang agak kesal sama Reaksi Hoseok yang tampak begitu tenang meskipun semua orang Mulai memanggil nya Gay, "Sial Apa Kalian semua di Bayar Untuk Bergosip!"


suara itu terdengar sangat mengerikan, sontak semua orang yang berada di Kantin menoleh kearah pintu masuk, dan tepat di sana Kim Namjoon menatap intens semua orang di Kantin dengan tatapan Mengerikannya, seketika semua nya diam dan Bungkam


"Ayo Hyung"


Jimin lantas menggenggam tangan Hoseok dan membawa Hoseok pergi dari sana, ketika berpas-pasan Menyapa pun tidak, Hoseok menundukkan wajah nya yang terlihat sangat Merah saat ini, Bukan karna Malu, atau ingin menangis, tapi kena merasa tidak enak karna berbuat keributan


saat ini di Taman Perusahaan, Hoseok duduk sebangku dengan Jimin, "Hyung.. makan Roti mu, sudah jangan di pikirkan, mereka semua hanya manusia-manusia iri" Ujar Jimin dengan wajah yang terlihat kesal, setelah kejadian yang terjadi di Kantin beberapa saat lalu


"tapi ya Hyung.. Kok Hyung cuma diem doang, Jimin yang denger aja Gemes pengen cubit ginjal nya Huuu" Hoseok yang melihat Jimin yang sedang kesal itu membuat Hoseok sedikit tersenyum, "Terimakasih ya Jim.. di saat semua orang berpikir buruk tentang ku, kau masih membela ku"


"yaa Hyung... itu lah gunanya teman"


"Choi Minho... katakan sejujur-jujurnya kepada ku.. apa Topik terbaru di perusahaan, Tampaknya sangat asik?" Minho Tampak sangat takut dengan aura dingin di seluruh ruangan Pribadi Atasannya ini, "Woii lu di Tanya tu, Jawab Jangan diem!! gw Pukul lagi lu mau!!" ucap Namjoon sembari menjambak Rambut pria Choi itu


"Ampun Tuan Min, Sa- saya tidak berani.. saya hanya melakukan yang menurut saya benar"


Yoongi yang sebelumnya duduk di Bangkunya lantas bangkit dan menurunkan Lucy keatas meja kerjanya, Minho menatap takut Atasannya, Minho tau ia dalam masalah besar sekarang, "Lantas?.. apa Bergosip dan menyebarkan rumor Buruk Tentang Rekan kerja mu itu Hal Yang Baik! Huh!! CHOI MINHO!!"


kita beralih kepada Hoseok dan Jimin, yang sedang bersenda gurau di taman kantor, Entah mengapa keduanya begitu cocok, Hoseok tidak suka Minuman Alkohol, Jimin juga demikian, Hoseok menyukai Harum Bunga-bunga, Jimin juga menyukai hal yang sama, keduanya hanya berbeda dalam Satu hal, yang tidak di ketahui oleh keduanya


"Hyung.. Malam ini datang lah ke ruangan ku, kita Main game bareng" ajak Sang pria Park, "Wah Game.., humm tapi sepertinya tidak bisa" Balas Hoseok dengan wajah yang terlihat murung


"kenapa??" tanya Yang lebih muda, "Karna hari ini aku akan pulang lebih lama dari pada yang lain, mungkin akan tiba di Asrama pukul 21 malam, maaf Jim tidak bisa untuk malam ini"


"hum begitu ya Hyung, tidak apa de.. kita bisa main di akhir pekan"


...BERSAMBUNG...