Love, Friend Zone and Scandals

Love, Friend Zone and Scandals
Bab 4 - Berkunjung



Esok hari 10.25am


Sesuai janji Jiyoung hari ini ia, teman-temannya, dan manager nya akan datang ke kantor Jaein karna ada yang harus di urus. Jiyoung dan teman-teman nya sedang menunggu di ruang meeting, manager mereka masuk kedalam uang meeting sambil membawa 8 gelas kopi yang baru saja ia beli dari kafe.


‘’kalian minum dulu,pengacara yang akan menangani kasus Jiyoung sedang ada rapat sebentar, mungkin sebentar lagi selesai’’ Manager Kang membagikan kopi nya, Mereka ber8 mengobrol sambil menunggu selama 10 menit, tiba-tiba seorang wanita muda membuka pintu ruang meeting.


‘’selamat siang, maaf membuat kalian menunggu terlalu lama’’ Wanita itu tersenyum sambil menyapa mereka.


‘’Han Jaein ?’’ Jiyoung kaget dan langsung berdiri ketika melihat Jaein yang masuk, ia mematung sebentar karna teman nya tiba tiba menyentuh lengannya. Teman-teman dan manager Jiyoung juga kaget karna Jiyoung ternyata mengenal Jaein pengacara yang akan membantu kasusnya.


‘’Nona Han saya Kang Dong Yoo, manager mereka’’ Manager Kang mengulurkan tangannya kepada Jaein, Jaein membalas uluran tangan Kang sambil tersenyum.


‘’ Silahkan duduk kembali’’ Jaein mempersilahkan mereka duduk kembali, ia lalu duduk di dekat Jiyoung. Jaein menaruh dokumen yang di bawanya ke atas meja dan mulai membaca nya sedikit.


‘’Saya sudah mempelajari ini, sekarang bisa tolong ceritkan apa yang sebenarnya terjadi ?’’


Jiyoung menceritakan kepada Jaein apa yang sebenarnya terjadi, dan apa saja yang ia dan teman-temannya lakukan saat itu,ia menceritakan secara detail agar tidak menimbulkan kesalah pahaman.


Teman-teman Jiyoung terkejut saat mendengar semua penjelasannya, mereka belum mendengar apa-apa dari Jiyoung karna ia sudah 2 minggu hanya di apartemen tanpa menemui siapapun kecuali managernya dan Jaein.


‘’Kenapa kau diam saja, kenapa kau tidak menceritakannya ke kami ?, kami pasti akan membantu mu, sekarang apa teman-teman brandal mu itu bisa di mintai pertanggung jawaban?’’ Ucap Park Min Jung salah satu teman segroup Jiyoung, ia langsung mencela pembicaraan Jiyoung karna merasa kecewa pada jiyoung yang baru menceritakannya pada mereka.


‘’Sudahlah, jangan marah seperti itu pada Jiyoung, dia juga butuh waktu untuk menceritakan ini semua, kita harus memahaminnya’’ Lee Jung Hoon leader group mereka menenangkan Minjung agar emosinya mereda.


‘’Aku tau dia butuh waktu, tapi kan kita juga mikirin dia, bagaimana keadaannya, apa yang sebenarnya terjadi’'


Minjung terus mengoceh sampai akhirnya berhenti sendiri, Junghoon hanya bisa menggelengkan kepala melihat anggotanya. Minjung memang tipe orang yang sangat cerewet, namun ia sangat perhatian kepada orang-orang di sekitarnya, terutama pada tema-temannya yang sudah berjuang bersamanya selama 10 tahun.


Jiyoung hanya bisa diam dan menunduk saat teman-temannya mulai melemparkan pertanyaan-pertanyaan kepadanya, Manager Kang yang melihat situasi mulai tidak tenang memberikan kode ke Jaein untuk menenangkan situasi.


‘’Ok baiklah ku paham sekarang, saya akan pelajari lagi kasus ini, mungkin mingu depan saya akan menghubungi Pak Kang untuk petemuan selanjutnya’’ ucap Jaein untuk mengakhiri keributan mereka.


‘’Baiklah kalau gitu kami pamit dulu Nona Han, kalau ada yang ingin di tanyakan, silahkan hubungi kami’’ Manager Kang berdiri dari kursinya dan bersalaman dengan Jaein, para anggota pun berpamitan pada Jaein


‘’Pak Kang’’ Jaein tiba-tiba memanggil Manager Kang, ia dan anggota-anggota lainnya juga ikut berhenti


‘’Saya ingin bicara dengan Jiyoung, mungkin akan lama, nanti saya yang akan mengantar nya pulang’’


‘’hmm baiklah, tapi tolong kalian jangan pergi ke tempat umum yang ramai orang’’ manager Kang mengizinkan Jiyoung biacra dengan Jaein, dan meninggalkan mereka berdua.


‘’Ayo ke ruanganku’’ ajak Jaein pada Jiyoung


‘’Silahkan duduk, aku ke pantry dulu buat kopi’’ Jaein meinggalkan Jiyoung di ruangannya sendirian.


Jiyoung melihat-lihat isi ruangan Jaein, ia meihat sebuah miniatur Menara Eifel yang nampak sudah usang dan di sebelahnya ada bingkai foto yang berisi foto sepasang remaja yang tersenyum di depan pohon natal, wanita di foto itu nampak tersenyum bahagia sambil memegang miniatur itu, dan pria di sebelahnya memakai syal berwarna hitam


Flashback On - Kamis 24 Desember 2009, 22.14pm ,Gunpo Seoul, Korea Selatan (4 bulan sebelum perpisahan)


Malam natal di Gunpo turun salju, Jaein dan Jiyoung sedang di taman merayakan malam Natal bersama warga Gunpo dan luar Gunpo, mereka duduk di sebelah pohon Natal.


Jaein memberikan sebuah kotak hadiah untuk jiyoung, Jiyoung tampak malu-malu karna ia baru pertama kali mendapa hadiah dari perempuan selain ibu nya.


‘’syal ?’’ Jiyoung memegang sebuah syal rajut berwarna hitam.


‘’iya. ini kan udah masuk musim dingin,biar kamu ga kedinginan kalau lagi di luar’’


‘’Hadiah ku mana ?’’ Jaein sambil mengulurkan tangannya dengan sangat tidak sabar.


‘’ah iya, ini, bukalah’’


Jaein membuka kotak berwarna pink yang di berikan Jiyoung untuknya.


‘’Miniatur Menara Eifel ?! Dari mana kamu tau aku sangat menginginkan ini’’ ucap Jaein dengan sangat antusias.


Jaein sangat suka Menara Eifel, ia ingin membeli miniatur itu di toko miniatur yang ada di Seoul, namun habis terjual, saat itu ia dan Jiyoung membolos sekolah untuk pergi ke Seoul jalan-jalan. Jiyoung tersenyum saat melihat Jaein sangat menyukai hadiah darinya.


‘’Aku sangat suka sama syal nya, hangat’’ Jiyoung memakai syal dari Jaein


‘’Ayo kita foto, aku bawa kamera kakak ku’’ Jaein mengeluarkan kamera dari dalam tas dan mulai berfoto, mereka saling memfoto satu sama lain.


‘’Ayo foto berdua’’ Jiyoung langsung merangkul pundak Jaein dan mengarahkan kamera kemereka, Jaein langsung tersenyum lebar karna Jiyoung merangkulnya, setelah berfoto mereka mengobrol kembali di dekat pohon natal sambil meminum teh panas yang mereka beli di kafe dekat taman.


‘’ Jaein ‘’ tiba tiba Jiyoung memanggil Jaein


‘’hmmm ?’’ Jaein menjawab sambil meminum teh nya


‘’ bulan april tahun depan aku akan ikut pelatihan jadi idol’’ tubuh Jaein tiba-tiba melemas saat mendengar ucapan Jiyoung.


‘’ oh ya ? bagus lah, tapi gimana kuliahmu ?kita nggak jadi kuliah bareng ? ‘’


‘’ Sepertinya aku gak jadi kuliah setelah kita lulus, aku ingin fokus pelatihan supaya nggak terlalu lama debut’’ Jiyoung sangat berhati-hati menjawab Jaein.


‘’ Jiyungie, ayo kita buat janji kalo dewasa nanti kita harus berhasil dan kaya, kamu berhasil debut dan terkenal, aku berhasil jadi pengacara’’ Jaein tiba-tiba menghentikan pembicaraannya sehingga membuat Jiyoung bingung.


‘’ Ayo kita menikah dan Honeymoon di Paris’’ Jaein melanjutkan pembicaraanya, Jiyoung pun kaget dan heran mendengar perkataan Jaein.


‘’Sungguh kamu kenapa udah berfikir sejauh itu, kita bahkan belum lulus sma’’ jiyoung me-nyentil pelan kening Jain.


‘’ Kenapa ? ini kan sama aja perencanaan masa depan’’ Jaein membalas tanpa perduli, Jiyoung hanya bisa tersenyum geli.


‘’ Baiklahh Nona pengacara, Doakan aku bisa mewujudkan impianmu itu ya’’ Jiyoung bangkit dari kursinya, ia menggandeng tangan Jaein dan meninggalkan taman yang semakin ramai itu.


Flashback Off


Jaein melihat jiyoung dari balik jendela ruangannya, ia membuka pintu ruangannya sehingga Jiyoung terkejut.


‘’ Kamu masih menyimpannya’’ tanya Jiyoung sambil gelas kopi di tangan Jaein.


‘’ tentu saja ! kan aku pernah bilang kalo aku suka banget sama Menara Eifel’’ Jawab Jaein cuek, mereka duduk saling berhadapan.


‘’ Kau lapar ? mau pesan makan ?’’ tanya Jiyoung


‘’ hmmm, aku lagi ingin jjamppong, ayo pesan makan di sini aja’’ Jaein memesan makanan melalui aplikasi online di handphone nya. Dari dulu Jiyoung selalu makan apa yang Jaein pesan atau masak, ia sendiri juga bingung karna dirinya sangat pemilih dalam hal makan, namun Jaein sangat tau selera makannya.


Mereka mengobrol sambil menunggu makanan, Jiyoung bercerita banyak tentang teman-temannya.


‘’ Kau ingat Youngmin? ini rahasia ya, dia berpacaran dengan salah satu Idol yang sekarang jadi aktris’’ ucap Jiyoung dengan serius, Jaein sangat antusias mendengar setiap cerita Jiyoung.


‘’ Oh ya ?! siapa ?’’ tanya Jaein penasaran.


‘’ Bora. Yoon Bora’’ Jaein sangat terkejut saat Jiyoung mengucapkan nama itu, ia langsung menyembunyikan rasa kaget nya agar jiyoung tidak bingung.


‘’ wow, sepertinya mereka terlihat cocok, Yoon Bora juga cantik’’ tak lama makanan mereka tiba, untung saja kurir yang mengantar makanan itu tiba di waktu yang sangat pas, sehingga ia bisa mengalihkan pembicaraan tentang Bora.


Mereka makan sambil sesekali mengobrol, selesai makan Jiyoung menemani Jaein bekerja sebentar.


‘’ Jiyungie ‘’ Jaein tiba-tiba memanggil Jiyoung yang sedang tiduran di sofa sambil memainkan handphone nya.


‘’Hmm ?’’ Jiyoung menatap Jaein penasaran. Jaein menghampiri Jiyoung, ia berjongkok sambil menatap mata Jiyoung dari dekat dan membuat pria itu semakin bingung.


‘’ aku akan memenangkan kasusmu dan membuktikan kalau kamu ga bersalah.’’ mereka saling bertatapan, Jaein berdiri dan kembali ke meja kerjanya, Jiyoung yang belum sempat mengatakan apapun terpaku melihat pesona Jaein saat menjadi pengacara.


‘’ pekerjaan ku sudah selesai, ayo ke apartemen ku’’ Jaein membereskan meja kerjanya dan tas nya


‘’ Ah iya aku lupa, wajah mu ga bisa terekspos orang lain, apa lagi saat masuk ke apartemenku’’ Jaein membuka lemari kecil yang ada di ruangannya, ia mengeluarkan hoodie nya dan memberikan kepada jiyoung.


‘’ pakai ini, itu cukup besar kok, topinya bisa menutupi wajah mu agar tidak terlihat orang lain, pakai juga masker dan kacamata hitam mu’’ Jaein menunggu Jiyoung di luar ruangannya agar ia bisa berganti pakaian.


Jiyoung selesai berganti pakaian, ia keluar dari ruangan Jaein, mereka berjalan bersama ke Parkiran kantor Jaein.


Mereka tiba di apartemen Jaein, Jaein membuka pintu apartemen dan ternyata Jangmi ada di dalam.


‘’ kamu nggak ke kafe ?’’ tanya Jaein


‘’ tadi pagi udah, aku ngerasa kurang sehat jadi aku pulang, pekerja paruh waktu di kafe juga udah bisa handle kafe, jadi aku bisa tinggal ’’


‘’ Kim Jiyoung?’’ Jangmi terkejut saat melihat Jiyoung muncul dari balik pintu.


‘’ hai Jangmi, apa kabar?’’ tanya Jiyoung kaku


‘’ b b baikk’’ Jangmi heran mengapa Jiyoung datang.


‘’ Yaudah istirahat aja nanti malam aku yang akan tutup kafe’’ Jaein buru-buru membawa Jangmi masuk ke kamar nya.


‘’ kamu mau minum apa ? silahkan duduk’’


‘’ nanti aja aku belum haus’’ Jiyoung duduk di sofa ruang tamu.


‘’ aku ganti baju dulu’’ Jaein masuk ke kamarnya dan mengganti pakaiannya.


selesai ganti baju Jaein segera keluar kamar, namun sebelum ia keluar tiba-tiba listrik di apartemen nya mati, Jaein pun panik karna ia takut jika listrik padam.


‘’Jiyoung, Jangmi kalian dimana? aku takut’’ Jaein mulai menangis kecil, Jiyoung pun langsung masuk ke kamar Jaein dan menggandeng nya.


‘’Aku di sini, tenang aja ya aku ngga kemana-mana’’ Jiyoung mulai menenangkan Jaein.


sementara itu Jangmi masih di kamar nya, ia tertidur sangat pulas sampai tak sadar jika listrik sedang padam, Jiyoung menyalakan senter dari handphone nya agar kamar Jaein sedikit terang, ia masih memegang tangan Jaein sambil duduk di pinggir tempat tidur Jaein.


‘’ apa kamu masih trauma sama listrik padam ?’’ tanya jiyoung dengan pelan.


‘’ hmmm’’ Jaein hanya mengeluarkan suara kecil karna ia merasa lemas, Jiyoung langsung memeluk Jaein, ia pun kaget karna Jiyoung tiba-tiba memeluknya, ia membalas pelukan Jiyoung.