
20.30pm
Jiyoung duduk di dalam mobil nya sambil memandangi wanita yang sedang membereskan Kafe dan bersiap untuk tutup, Jiyoung memegangi name tag Jaein berniat mengembalikannya.
Sebelum Jiyoung keluar dari mobilnya wanita itu terlebih dulu keluar dari kafe dengan temannya,wanita itu mematikan lampu kafe dan mengunci pintu kafe, ia berjalan dengan temannya menuju mobil nya, Jiyoung sedikit kecewa karna ia tidak sempat menemui wanita itu, Jiyoung pun memutuskan kembali ke apartemen nya dan berencana kembali besok
esok hari 13.30
Jaein masih sibuk dengan dokumen yang akan di kerjakannya bahkan ia jarang memperhatikan dirinya sendiri karna terlalu kalut pada pekerjannya.
‘’ ah udah jam dua siang,aku lapar’’ Jaein berhenti sebentar dari kerjaannya dan berjalan ke kantin karyawan di kantor nya, Jaein mengambil beberapa potong daging, dan se porsi tumis sayur.
Jaein duduk sendiri di dekat jendela karna kantin sudah sepi, tiba tiba Handphone Jaein berbunyi pesan masuk dari nomor tak di kena, ia membalas pesan itu.
setelah membalas pesan itu Jaein bergegas menghabiskan makan siangnya dan kembali ke ruang kerja nya, ia melanjutkan pekerjaan nya hingga petang.
‘’sepertinya kerjaan ku udah beres, mending aku ke kafe duluan sekarang’’
Jaein membereskan meja kerja nya, iya berdandan sedikit sebelum pegi ke kafe nya, ia tampak tidak sabar untuk bertemu pria itu.
‘’sudah cantik! ayo pergi’’ jaein memuji dirinya sendiri, ia bergegas meninggalkan kantor nya dan menuju ke kafe nya
18.40pm
Jiyoung sudah selesai bersiap-siap untuk bertemu jaein, ia juga sangat tidak sabar untuk bertemu dengan wanita itu.
‘’kau akan pergi berapa lama ? jangan sampai ada yang melihatmu oke ?’’ ucap seorang pria yang 6 tahun lebih tua dari Jiyoung, pria itu Kang dong yoo, ia manager Jiyoung.
‘’mungkin dua jam atau lebih, hyung tenang aja aku akan minta kafe nya tutup lebih awal supaya ga ada pelanggan lagi yang datang’’ ucap Jiyoung pada managernya
‘’aku pergi dulu’’ Jiyoung meninggalkan Apartemen nya dan menuju kafe Jaein dengan mobil nya, ia butuh 30 menit untuk tiba di kafe Jaein.
Setibanya di kafe jiyoung masih diam di dalam mobil sambil memandangi Jaein yang ada di dalam kafe, ia terlalu gugup untuk menemui Jaein, hingga akhirnya ia masuk ke dalam kafe.
‘’Selamat datang ‘’ Ucap Jaein yang sedang membersihkan meja kasir.
‘’ Nona Han JaeIn ? Saya yang menghubungi kamu kemarin’’ ucap Jiyoung, ia reflek mengulurkan tangan nya untuk bersalaman dengan Jaein.
Jaein tersenyum sambil membalas uluran tangan Jiyoung ‘’kita bisa duduk di ruang Menejer aja, supaya lebih privasi’’ ajak Jaein, ia menaiki tangga ke lantai 2 ruang kerja Jangmi, Jiyoung mengikuti dari belakang.
‘’silahkan masuk, mau minum apa? kopi ? kopi di sini sangat enak, kamu pasti suka’’ Jaein meninggalkan Jiyoung sendiri selama 5 menit dan kembali naik membawa kopi.
‘’ini silahkan di minum’’ Jaein tersenyum sambil memberikan kopi kepada Jiyoung.
‘’ Terima kasih’’ Jiyoung menerima kopi itu dan meminum nya, Jiyoung meletakan kopinya di atas meja, ia terus memandangi Jaein dengan penasaran.
Jaein heran Jiyoung hanya memandanginya dari tadi ‘’Name tag ku ?’’ Jaein mengulurkan tangan meminta name tag nya.
‘’ ah iya sebentar, ini’’ Jiyoung mengeluarkan name tag dari saku jaket nya dan memberikan pada Jaein.
‘’Kau beneran sukses jadi Idol ya, keinginan mu tercapai, Selamat Jiungie’’ Jaein tersenyum haru sambil memandang Jiyoung yang terbelak kaget saat Jaein menyebutkan kata Jiyungie, karna hanya Jaein kecil yang memanggil Jiyoung seperti itu.
Jiyoung langsung berdiri menghampiri Jaein dan langsung memeluk Jaein dengan erat.
Flashback On - Jumat 19 Agustus 2007, 19.30pm ,Gunpo Seoul, Korea Selatan
JaeIn berjalan pulang ke Apartemen bersama Jiyoung,mereka banyak bercanda dalam perjalanan
‘’ternyata kau payah sekali ya Jiyungie’’ ucap Jaein pada Jiyoung yang heran karna Jaein tiba tiba memanggil nya seperti itu, Jiyoung mengetuk kepala Jaein dengan Sumpit di tanggannya.
‘’aku ga suka panggilan itu, terlalu seperti anak manja, harusnya kau memanggil ku Oppa atau Hyung saja aku kan lebih tua dua tahun’’ ucap Jiyoung dengan sedikit kesal.
‘’Kita juga udah 2 tahun berteman selama ini kau juga diam aja aku ga manggil oppa atau hyung’’ Jaein ingin memukul lengan Jiyoung namun Jiyoung berhasil menghindar dan mereka saling mengejar sampai apartemen.
Flashback off
Jiyoung dan Jaein cukup lama saling berpelukan, tanpa mereka sadari Jangmi melihat mereka dari balik pintu sambil tersenyum dan meninggalkan mereka berdua, Jiyoung perlahan melepas pelukan mereka dan menatap dalam Jaein.
‘’Aku sangat merindukanmu’’ Jiyoung memeluk tubuh Jaein kembali, perlahan air mata Jaein terjatuh di pundak Jiyoung, Jaein sangat senang bisa bertemu Jiyoung, selama ini Jaein hanya bisa melihat Jiyoung dari jauh atau dari layar Tv dan Handphone nya.
setelah menenangkan Jaein, Jiyoung dan Jaein kembali duduk saling berhadapan.
‘’ kopi buatanmu sangat enak, aku akan minum ini setiap hari’’ Jiyoung meminum kopi nya sambl tersenyum di balik gelas.
‘’ kalau gitu kamu harus beli kopi ku setiap hari, kalau ngga aku akan minta karyawan ku mengirim nya ke tempat mu dan mengumpulkan tagihannya’’ Jaein membalas perkataan Jiyoung dengan santai dan blak-blakan.
Jaein memang selalu seperti itu kepada siapapun, ia tak pernah takut untuk mengutarakan apa yang ingin dia katakan, tidak sedikit rekan rekan dan junior di tempat kerjanya yang takut pada Jaein karna ia sering memarahi orang yang sering berbuat salah kepadanya walaupun dalam hal sepele.
‘’ Kamu ngga berubah, masih aja ketus seperti dulu, jadi, apa yang kamu lakukan selama 10 tahun ini ? mengapa kamu ga mencariku ?’’ Jiyoung menanti jawaban Jaein penasaran.
‘’ aku ? hmm setelah lulus SMP, ah ! lebih tepat nya saat kamu meninggalkan ku untuk menjadi TRAINEE’’ Jaein menekankan kata TRAINEE dengan sedikit kesal.
‘’aku ikut ayah ke Amerika untuk lanjut SMA dan Kuliah disana, aku ambil jurusan Hukum di kampus, dan soal aku ngga nyari kamu, BAGAIMANA CARANYA KALO KAMU NGGA KASIH TAU NOMOR HP, ATAU ID CHAT’’
Jaein semakin kesal karna Jiyoung, ia melempar es batu kecil kepada Jiyoung, Jiyoung hanya bisa tertawa kecil karna Jaein ternyata masih sama seperti dulu, Jaein yang juga pemarah.
‘’lagipula kau kan pria, kenapa ga kamu duluan yang mencariku ?’’ Jaein menatap sebal Jiyoung sambil meminum es kopi nya.
‘’Maaf, saat pertama menjadi TRAINEE aku ngga boleh megang HP, aku sibuk latihan dan menyelesaikan SMA ku selama 3 tahun, aku bahkan jarang bertemu Ibu,Kakek dan Sohyeon, setelah berhasil debut aku semakin sibuk promosi’’
Jiyoung menceritakkan banyak hal yang ia lalui selama 10 tahun, Jaein mendengakan dengan penuh perhatian, pandangannya tidak lepas dari Jiyoung. tidak terasa sudah 1.5 jam mereka mengobrol, manager Jiyoung terus menghubunginya menanyakan kapan ia kembali ke apartemen.
‘’aku harus pergi sekarang, managerku sudah menunggu di apartemen’’ Jiyoung menggenggam tangan jaein.
‘’ayo aku antar pulang’’ Jiyoung menatap mata Jaein, menunggu Jaein menerima tawarannya.
‘’kamu duluan aja, aku bawa mobil, aku akan pulang dengan Jangmi setelah beres-beres’’ Jaein tersenyum pada Jiyoung, Jaein lalu mengantar Jiyoung sampai mobilnya.
‘’aku akan menghubungimu’’ jiyoung berpamitan pada Jaein, ia menyalkan mobilnya dan meninggalkan kafe.
Jaein masuk kembali ke dalam kafe setelah Jiyoung pergi, ia dan Jangmi menutup kafe dan bergegas kembali pulang karna Jaein tidak sabar untuk menghubungi Jiyoung.
Jaein dan Jangmi tiba di apartemen mereka, sepanjang perjalanan Jaein menceritakan pembicaraan nya dengan Jiyoung tadi kepada Jangmi. Setelah selesai mandi dan bersih-bersih Jaein membuka ponsel nya menunggu pesan dari Jiyoung namun ia belum menghubungi Jaein.
‘’kemana dia ? apa belum sampai?’’ Jaein memutuskan untuk menghubungi Jiyoung duluan
Jaein mematikan lampu kamarnya dan mulai mencoba untuk tidur, tapi ia tidak bisa tidur karna memikirkan Jiyoung, ia tersenyum-senyum sendiri di kasur nya sambil menatap foto Jiyoung di Hp nya, tak lama kemudian Jaein pun ketiduran hingga pagi.
Jaein menjalani pagi hari nya dengan Jangmi seperti biasa dengan berbagai kehebohan, mereka selalu seperti itu, pernah sesekali mereka di tegur tetangga di sebelah unit mereka karna pagi-pagi sudah sangat berisik, namun mereka tidak pernah kapok sampai tetangga itu sudah tidak peduli.
13.10pm
Jaein dan Jiyoung sedang makan siang bersama, Jiyoung menepati janji nya untuk mengajak Jaein makan siang.
‘’Jiungie, apa kau ingat dulu sebulan sebelum kita berpisah kau pernah janji untuk mengajak ku makan disini ? Jaein bertanya pada Jiyoung dengan mulut yang penuh makanan.
‘’telan dulu makanan yang ada di mulut mu baru bicara’’ Jiyoung tertawa kecil melihat tingkah Jaein yang kekanakan. Mereka mengobrol banyak hal, sesekali Jaein melontarkan candaan pada Jiyoung.
sudah pukul 14.00 Jaein dan Jiyoung selesai makan siang, Jiyoung mengantaran Jaein kembali ke kantor nya, selama perjalanan mereka lebih banyak diam karna Jaein mengantuk, ia terlalu banyak makan.
‘’Jaein, Jaein, Hannn Jaeinn’’ Jiyoung membangunkan Jaein namun ia tertidur sangat pulas, Jiyoung memandangi wajah jaein yang sedang tidur di mobil nya dari dekat, jarak antara wajah mereka hanya 15cm, Jiyoung tersenyum memandangi wajah cantik itu
‘’BUKKK !! AWW!! ‘’ Jiyoung meringis memegangi keningnya kesakitan
‘’Ma ma maaf, sakit kah ?’’ Jaein tiba-tiba terbangun karna Jiyoung memandangi nya terus, ia reflek memajukan kepalanya hingga beradu dengan kepala Jiyoung cukup keras.
‘’kepalamu tidak apa?’’ Jiyoung tidak memperdulikan kepalanya, ia terus memegang kepala Jaein dan mengelusnya dengan lembut.
Jaein tiba-tiba salah tingkah setelah Jiyoung memperhatikannya, ia langsung terburu-buru keluar dari mobil Jiyoung dan kembali ke Kantor nya.
‘’Jaein’’ Jiyoung memanggil nya saat Jaein ingin menutup pintu mobil
‘’Besok aku dan teman-teman ku akan kekantor mu, kami ada urusan sedikit, setelah itu aku akan berkunjung ke ruangan mu’’ Jaein sangat senang saat Jiyoung bilang ingin berkunjung, namun ia sudah tau apa yang ingin di lakukan Jiyoung dan teman-teman nya saat nanti mereka berkunjung.
‘’lantai 10, nanti kau akan bertemu sekertarisku’’ Jaein tersenyum dan menutup pintu mobil, ia melambaikan tangan pada Jiyoung dari luar, setelah mobil Jiyoung sudah tidak kelihatan, ia masuk kembali ke Kantor nya dan melanjutkan aktivitasnya.