Little Friends

Little Friends
Episode 1 pertemuan ku



***pertemuan kecil ku***


saat itu aku sedang sedang bermain di taman dekat dengan komplek rumah ku dan


saat itu aku mendengar suara tangis lalu aku melihat seorang laki-laki berumur tujuh tahun yang sedang duduk di sebelah taman dekat ayunan, lalu aku menghampirinya karena penasaran dengan tangis nya.


''kenapa kamu bersedih ''


tanyaku pada anak laki-laki itu,dia tak mau menjawab


''oke baiklah jika kamu masih ingin menangis''


kata ku sambil menepuk-nepuk pundaknya agar tangis nya mereda


''ouh iya sebentar aku ada coklat untuk mu,kata mamah ku ini obat penghilang rasa sedih''


jelas ku pada anak laki laki itu sambil memberikan beberapa coklat bungkus padanya.


''aku tak suka coklat''


ketus nya sambil melempar coklat yang ku sodorkan padanya, kemudian aku memungutnya kembali


''apa yang salah dengan coklat ini , bukan kau sedang bersedih ? aku hanya ingin menghilangkan sedih mu ''


''sudah kubilang aku tak suka coklat ''


ketus nya semakin kesal ,lalu aku membuka coklat itu dan menyuapinya dengan paksa


''makanlah ini tidak berbahaya atau beracun ,ini bisa menghilangkan kesedihan mu ''


kataku meyakinkan nya ,sepertinya ia sedikit ceria kembali


''terimakasih aku sungguh terobati dengan coklat mu ini ''


kata anak laki-laki tesebut ,lalu aku memberikan semua coklat yang ada di saku baju ku


''ambilah , jika kau bersedih lagi kau tinggal memakan coklat ini ''


menyodorkan beberapa coklat


''terimakasih ya , maaf aku kasar kepada mu''


sambil menudukan kepalan nya


''sama-sama, tak apa asal kau bisa bersifat lembut lagi kepada ku''


kata ku yang polos sambil menggoda nya agar tidak bersedih lagi


''baiklah,ouh iya perkenalkan namaku kim sehun rayyen , panggil saja aku rayyen''


kata rayyen sambil menyodorkan tanganya untuk berjabat tangan


''ouh oke rayyen , perkenalkan namaku kim hye ara,panggil saja aku hyera atau ara''


setelah perkenalan itu aku dan rayyen semakin akrab selama tiga tahun lebih , setiap sore ataupun pulang sekolah kami selalu bertemu dan bermain bersama.


saat sore aku dan rayyen di taman ,,


'' Ouh iya ray bukankah nama kamu itu kim sehun rayyen, mengapa nama panggilanmu sehun saja bukankah lebih cocok dengan mu''


kata ku yang duduk bersebelahan dengan rayyen


tanya rayyen pada ku ,karena rayyen menatapku dengan jarak membuat pipi ku sedikit memerah


''iya tentu , nama sehun itu seperti nama idol kpop ''


kataku sambil memalingkan wajah yang semakin memerah


''baiklah suatu hari aku akan mengganti nama ku '' kata rayyen sambil mengelus kepala ku


''ouh iya apa kamu ingin membeli es krim '' tanyaku pada rayyen agar tidak membuat suasana canggung


''apa kamu ingin aku membelinya''


tanya rayyen padaku aku hanya mengangguk dan ia langsung bergegas membeli es krim coklat kesukaan kami berdua


''ini ''sahutnya dari samping sambil  memberikan es krim coklat


''terima kasih '' jawab ku yang langsung memakan es krim tersebut dengan cepat


''ya ampun ara  '' sahutnya sambil mengelap pipi ku dengan lengan bajunya karena seperti biasa ara memakan es krim selalu berantakan di wajah nya


''ya ampun suasana apa ini ,situasinya semakin bikin canggung tau rayyen''


batin ku yang hanya diam ketika rayyen mengelap pipi ku bayangkan cinta pertama ku di mulai umur sembilan tahun ''-''


selesai mengelap pipi ku tiba-tiba saja ada dua orang laki-laki memakai baju hitam lengkap dengan jaz nya layak nya seorang bodyguard memanggil nama rayyen


''maaf tuan rayyen sekarang sudah waktunya pulang , dan nyonya sudah berada dirumah mencari mu''


kata seorang laki-laki tersebut


''oke kalau begitu kalian bisa menunggu di sana '' sahut rayyen


''iya waktu bermain mu dengan ku sudah habis , jadi kau harus pulang '' kata ku memelas pada rayyen


''iya tak apa ara lain kali kita bisa bermain lagi ''


kata rayyen sambil memeluk ku dan mengelus rambut ku


'' Apa kau tau kalau  ini akan jadi pelukan terakhir ku padamu, mungkin akan lama kita akan bertemu lagi ''


kata rayyen dalam hati ,sambil menahan air matanya itu.


''padahal aku masih ingin bertemu denganmu sepanjang waktu rayyen"


kata ku pada rayyen masih di pelukan nya saat itu aku merasa bahwa rayyen akan pergi jauh dariku tapi aku menganggap itu hanya firasat biasa


''oke sampai disini ya ara''


kata rayyen sambil melambaikan tangannya padaku akupun pergi saat lambaian tangan rayyen menghilang.