Life In The World {LITW}

Life In The World {LITW}
07) Dear story (awal mula) *LITW*



Setelah sampai di depan pagar sekolah, Clararine memasuki sekolahan tersebut bersama murid lainnya. Sekolah tersebut merupakan sekolahan elit bagi masyarakat kaya terpandang di kota tersebut. Keluarga chan juga merupakan salah satu sponsor dana di sekolahan tersebut walau, dananya tak banyak. Oleh karena itu, Yui dan Clause, di pandang tinggi dan di hormati di sekolahan. Bahkan mereka juga menjadi primadona di sekolahan tersebut. Clararine bisa masuk di sekolah tersebut merupakan suatu anugerah baginya, yah Clararine juga merupakan salah satu murid beruntung yang mendapatkan beasiswa.


Baru beberapa langkah dari pagar sekolah, sebuah mobil mewah melaju cepat mendahului Clararine dan berhenti tepat di depan Clararine membuat genangan air di halaman terciprat mengenai Clararine. Pakaian sekolah Clararine menjadi kotor membuat semua murid menertawakannya.


"Hahhh, selalu saja pasti kena sial" ucap Clararine dalam hati. Clararine mendongakkan kepalanya ketika merasa seseorang turun dari mobil mewah tersebut.


"Ternyata murid kaya yang tidak tahu etika bertambah satu lagi. Huhhh menyebalkan" ucap Clararine dalam hati.


"Lihat, si jelek tambah jelek lagi deh, kotor lagi jijik deh. hahahahahhhh" bisik bisik para murid yang menyaksikan


"Ehhh, lihat tuh ternyata seorang dewi yang turun dari mobil tersebut, wahhhhh"


"Lihatlah, ada pangeran tampan lagi tuh yang juga turun dari mobil"


Begitulah kurang lebih yang aku dengar dari bisikan-bisikan murid-murid. Aku tak menghiraukannya, sekarang yang terpenting membersihkan pakaianku. Aku segera bergegas pergi. Namun, aku terjebak diantara kerumunan murid-murid. Mereka ingin melihat murid baru tersebut. Bahkan, aku melihat Yui dan Clause yang berjalan mendekat kearah murid baru tersebut.


"Ohh tidak, jangan bilang mereka saling kenal, bahkan se geng seperti isu isu yang bertebaran di sekolah" ucapan hati Clararine. Iya benar dulu pernah ada geng di sekolah ini, geng tersembunyi dan turun temurun, kabarnya geng tersebut kejam dan jahat. Geng tersebut juga terbagi menjadi geng untuk para cewek dan satunya untuk para cowok.


"Tapi aku tak pernah tahu kalau Clause juga masuk geng tersebut. Memang yah cover bisa menipu" ucapku (Clararine) lagi dalam hati.


Karena aku terus memperhatikan kedua geng tersebut sambil melamun di tengah kerumunan, tanpa sadar aku terdorong sampai keluar dari kerumunan dan terjatuh sujud di depan geng tersebut.


Aku tak peduli dengan mereka, aku ingin segera pergi dari tempat ini. Baru saja aku ingin bangun dari posisi jatuhku, sebuah tangan terseodor ke arah ku. Ku lihat siapa dia, ternyata Clause. Clause membantu ku berdiri.


"Kau tak apa Cla?" tanya Clause


Aku menjawabnya dengan menganggukkan kepalaku, yah aku tak ingin bicara karena, ucapanku pasti terbata-bata dan pasti di hina juga ditertawakan.


Setelah menerima bantuan Clause, akupun melihat sekeliling, aura nya sangatlah luar biasa, aku merasa mereka memandang ku hina. Tanpa sadar mataku bertemu dengan mata salah satu murid lelaki, dimana ku merasa tatapannya lebih menyeramkan dan dingin dari pada tuan besar chan dan tuan muda


pertama (Felix). Sesegera mungkin ku paling kan tatapanku.


"Sudah tak usah hiraukan mereka, mau ku hantar ke UKS, Cla?" bisik Clause menawarkan.


Aku hanya menggelengkan kepala ku, aku hanya tak mau menambah kesialanku. Segera mungkin ku menundukkan sedikit badanku tanda terima kasih atas bantuan Clause dan segera pergi dari tempat tersebut.


#keep giving positive responses and comments to you readers and don't forget to continue to support this story!😉🙏🏻


#SalamauthorLITW💜😊