
kringgg.....kringgg.......
bel berbunyi pertanda sudah memasuki waktu istirahat
"baik anak anak pelajaran saya berakhir. jangan lupa pelajari apa yang saya ajarkan tadi selamat siang" ucap guru yang mengajar di kelas Leo
"siang buk" jawab seisi kelas kecuali Leo
"ada apa gerangan kok Lo bisa sekolah di sini padahal dulu anti banget sama ni sekolah bokap Lo" tanya Rere pada leo pasalnya mustahil Leo mau sekolah di SMA Purna Jaya sekolah milik papa nya
"hooh hooh kenapa lu bisa terdampar di sini ?" Hany yang penasaran pun ikut bertanya
"di paksa" jawab leo dengan singkat, ia memang paling malas mengeluarkan suara
Hany dan Rere manggut manggut ajeb tanda sudah mengerti
Leo berdiri dari duduknya dan berlalu meninggalkan sahabatnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia lapar ingin makan ke kantin
"woy kemana lu" tanya hany dan Rere bersamaan. tapi tidak dijawab oleh Leo
Hany dan Rere pun mendengus lalu mengikuti Leo
Di Kantin
"huwehh rame amat"ucap Rere
"ya iyalah rame namanya juga kantin kalo sepi tuh baru kuburan" ketus hany
Rere hanya nyengir kuda dengan tanggapan temannya
"duduk di sana aja nyok" hany menarik tangan Rere dan Leo menuju salah satu meja yang masih kosong
"mau apa biar gw yang pesenin" tanya Rere
"bakso sama lemon tea gw kalo Lo apaan Yo?"
"samain"
"yaudah gw juga sama kalo gitu MBOK JUM PESEN BAKSO 3 SAMA LEMON TEA 3 JUGA"
teriak Rere tepat di telinga Leo dan hany, karena memang Rere duduk di tengah tengah biar anget katanya
"JAN TEREAK JUGA EGE BUDEG GUA" kesal hany
"lu juga teriak Maemunah" jawab Rere tak kalah kesal pasalnya hany teriak sangat kencang di samping telinga nya.d an terjadilah baku bac*ot antara hany dan Rere sedangkan Leo hanya memutar bola matanya malas tanpa niat mau melerai keduanya sampai pada akhirnya suara mbok Jum lah yang menghentikan keduanya
"ini pesenan nya bakso 3 lemon tea 3, Monggo di makan"
"makasih mbok" ucap hany dan Rere barengan
mereka bertiga menikmati sesi makan dengan tenang dan tiba tiba...
BRAKKK!!!
"eh cebong cebong" latah Rere yang kaget karena suara gebrakan meja di samping meja tempat mereka makan
"anyik kaget gw Untung kagak keselek bakso, bisa berabe kalo keselek bakso bulet bulet" lanjutnya
Leo yang merasa terusik pun melirik ke arah gebrakan meja ternya pelakunya adalah 3 orang cowo yang berparas tampan, Leo yang melihatnya jadi kesal sendiri dan berdecih "cih"
Hany yang mengerti akan kesalnya Leo pun mengatakan
"udah yo gausah di ladenin mereka emang gitu
"Iya mereka itu anak anak most wanted boy sekaligus nak OSIS " Rere ikut menimpali
osis ya? gw pasti bakal berurusan Ama mereka batin Leo yang melirik tajam pada 3 cowo itu
Raka yang merasa dilirik pun menoleh dan benar saja ia masih di lirik tajam oleh Leo merasa tak terima Raka pun menghampiri Leo dkk
"kemana ka?" tanya Ega orang yang menggebrak meja tadi, Raka tidak menjawab
"ikutin kuy"ajak rafel pada Ega
"mata bisa di jaga?" tanya Raka yang sudah berada di depan leo dengan muka yang di buat secara col col nya
Leo hanya menatap nya datar tanpa niat menanggapi
"kenapa sih ka? eh.. lu Lea anak IPA 1 ntu kan?" tanya rafel Yan sudah berada di samping Raka
Hany menatap Leo yang nampak tak niat menjawab pun menimpali pertanyaan rafel
"dia bukan Lea, dia Leo "
"Leo " beo Ega
"huum kakak kembarnya lea" sahut Rere
"wihhh ternyata bini lu punya kembaran ka cantikan ni daripada Lea " ucap rafel sambil menatap lekat wajah Leo, Leo yang merasa risih pun balik menatap seakan mengisyaratkan masih natap teros gw colok mata lo sukses membuat rafel bergidik ngeri
"ck dia bukan pacar gw" elak Raka yang di Katai sebagai pasangan Lea, tapi memang kenyataannya bukan Lea hanya mengaku ngaku
"terserah Lo Lea leo bea beo yang penting gw ga suka sama lirikan tajam Lo itu" lanjutnya sebelum berlalu diikuti dua ajudannya
tanpa mereka sadari ada 3 pasang mata yang menatap geram pada Leo dkk
mereka adalah