Journey Of Phoenix'S

Journey Of Phoenix'S
Ch. 006 [ Kepulangan ]



Karena persiapannya memang sudah selesai. Sekarang tinggal memutuskan waktu yang tepat untuknya.


----------------->


Pagi ini agak berbeda dari biasanya. Yang kumaksud adalah cuacanya. Entah kenapa hari ini agak mendung.


Hal itu membuat Luo fei menjadi sulit terbangun. Tapi meskipun cuacanya cerah atau buruk, Luo fei akan tetap tidur sampai ia sadar.


'Kriieeet'


Seseorang membuka pintu tersebut. Perlahan orang itu mendekati Luo fei.


"Fei'er, ayo bangun. Kau tidak mungkin seperti ini setiap hari kan?"Luo lan membangunkan Luo fei dengan lembut.


Kemarin malam Luo lan sudah pulang dari kediamannya. Para pengawal berniat membangunkan Luo fei.


Tapi Luo lan melarangnya dan membiarkan Luo fei tidur. Alhasil Luo fei tetap tertidur dan tidak mengetahui tentang kepulangan Luo lan.


"Sebentar lagi aku bangun kak."Luo fei menjawab dengan malas.


Saat ini Luo fei masih dalam tahap mencerna apa yang terjadi. Beberapa menit kemudian Luo fei bangun dan melihat kalau Luo lan ada di sampingnya.


"Kakak!!? kapan kau pulang!!?"Luo fei terkejut dan bertanya pada kakaknya dengan setengah berteriak.


"Kemarin malam aku sudah pulang, aku khawatir kau kenapa-napa."Luo lan menjawab sambil mengelus kepala adiknya yang masih bingung.


"Kak, aku sudah dewasa. Kakak tidak perlu menjagaku seperti ini lagi."


"Kalau begitu setiap harinya kau akan bangun kesiangan, dan menetap di kamarmu terus. Iya kan?"


"Itu.... baiklah kak, seperti biasa kau berhasil memojokkanku."


"Kalau begitu sekarang pergilah mandi, aku akan menunggumu di ruang biasanya." Luo lan tersenyum dan pergi meninggalkan Luo fei.


"Hah... jadi kakak sudah pulang tadi malam ya. Berarti sia-sia aku menunggunya. Sudahlah aku harus mandi sekarang."


----------------->


Luo fei mendekati kakaknya yang sedang memasak makanan. Tidak ada pelayan disini, karena itulah Luo lan harus memasak sendiri.


"Kakak, biarkan aku membantumu."


"Baiklah siapkan saja piringnya disana."


Luo fei pergi menyiapkan piringnya. Untuk saat ini ia harus mempererat hubungannya dengan kakaknya.


Beberapa menit kemudian Luo fei selesai menyelesaikan tugasnya begitu juga dengan Luo lan.


Selama makan Luo fei sesekali melirik ke Luo lan. Meskipun Luo lan selalu tersenyum, terlihat dari wajahnya kalau ia sedang memikirkan sesuatu.


"Kakak, apa ada masalah di istana?"


"Ah begitu ya, kakak bilang ayah akan menemuiku lagi, apa itu benar?"Tanya Luo fei.


Setelah mendengar perkataan Luo fei. Luo lan terdiam cukup lama. Ekspresinya tidak bisa ditebak.


Luo fei menjadi curiga tentang apa yang terjadi saat Luo lan ke istana.


"Iya, bulan depan ayah akan menemuimu Fefei."Jawab Luo lan tersenyum.


"Kalau begitu, kakak bilang akan mengajakku berlibur hari ini? apa kakak akan benar-benar mengajakku?"Luo fei bertanya dengan antusias.


"Jadi kau mengingatnya ya, baiklah selesaikan makananmu kita akan pergi setelah ini."


"Benarkah? tapi hari ini agak mendung sepertinya."


"Tidak apa jika itu membuatmu bahagia." Luo lan tersenyum menjawab adiknya. Entah kenapa senyumannya itu membuatnya semakin bersinar seperti malaikat. Tidak, dia memang malaikat.


"Wah, terima kasih kak!"Luo fei menghampiri Luo lan dan memeluknya.


"Apapun untuk adik kecilku."Luo lan memeluk kembali adiknya tersebut.


--------------->


"Fefei cepatlah, apa yang kau mau bawa lagi?" Luo lan bertanya kepada adiknya yang masih repot menyiapkan barang dikamarnya.


"Sebentar kak, ada sesuatu yang tertinggal."Jawab Luo fei.


Luo fei harus memeriksa kembali pedangnya tersebut. Beberapa waktu yang lalu, pedang tersebut mengeluarkan auranya lagi.


Beruntung kali ini aura tersebut tidak bercahaya sehingga Luo lan dan pengawalnya tidak mengetahuinya.


Karena itulah Luo fei memutuskan untuk menaruh pedangnya kedalam cincin spatialnya.


Tapi ada satu masalah.Di dalam cincin tersebut sudah menyimpan banyak barang sehingga pedang tersebut sulit tersimpan ke dalamnya.


Luo fei pun terpaksa mengeluarkan barang-barangnya dan berakhir seperti ini.


"Fuuhh, akhirnya selesai. Benar-benar pedang yang merepotkan ya. Sepertinya memang benar kalau membelinya adalah suatu kesalahan."Luo fei menghela napas dan merapikan kembali barang barangnya.


'Baiklah saatnya berlibur, akhirnya aku bisa bepergian tanpa khawatir akan dihukum. Lagipula siapa tahu akan ada barang menarik pada saat aku berlibur.'


Kemudian ia keluar menemui Luo lan yang sepertinya sudah lelah menunggunya. Perjalanan pun dimulai.


Luo fei dan kakaknya menaiki sebuah kereta yang biasa digunakan bangsawan. Bukan karena mereka mau pamer.


Tapi ada aturan yang harus mewajibkan para bangsawan untuk bepergian dengan kereta khusus.


--------------->