Journey Of Phoenix'S

Journey Of Phoenix'S
Ch. 003 [ Kota Qinglin 1 ]



Akhirnya Luo fei membaca semalaman alias begadang. Sepertinya besok dia tidak akan sanggup untuk berkeliling kota Qinglin.


----------------->


Seperti biasa pagi ini Luo fei masih tertidur di ranjang. Yah, kita tidak bisa menyalahkannya. Luo fei sudah berusaha untuk menghafal seluruh pengetahuan tentang dunia ini.


Dan hal itu pasti melelahkan. Benar-banar tokoh utama yang bertanggung jawab. Tapi, apakah Luo fei tidak jadi berkeliling kota Qinglin.


Tentu saja ia akan pergi. Jika tidak, aku tidak mungkin menamai judul seperti itu. Beberapa menit kemudian Luo fei terbangun.


Ia lagsung melihat keluar jendela. Saat ia tahu kalau ini sudah pagi, ia langsung panik dan pergi bersiap-siap.


'Sial! bagaimana aku bisa lupa, ngomong-ngomong bukankah waktuku masih banyak. Kalau begitu aku bisa tenang!'Batinnya


Setelah itu Luo fei berhenti panik dan bersiap-siap seperti biasa. Dia memakai jubah putih milik kakaknya. Terlihat jubah itu sangat mewah.


Sebenarnya Luo fei ingin memakai jubah biasa, tapi sepertinya tidak ada lagi. Terpaksa dia memakai jubah mewah kakaknya tersebut.


Dan Luo fei juga membawa uang yang disiapkan kakaknya jika Luo fei ingin belanja sesuatu.


"Tinggal ini yah, baiklah jubah mewah juga tidak ada salahnya. sekarang ayo berangkat"Ucap Luo fei antusias.


----------------->


"Kota ini tidak ada bedanya dengan yang lain, lantas kenapa kota sebagus ini menjadi kota terbuang? aneh sekali."Gumam Luo fei.


Tanpa disadari kehadirannya mencuri perhatian banyak orang bagaimana tidak.


Seseorang berjalan memakai jubah mewah bahkan di belakangnya terdapat lambang benua Shizu.


Lambang tersebut hanya dimiliki oleh penjabat dan keluarga kerajaan. Sudah pastinya ia menjadi pusat perhatian disini.


Luo fei sendiri tidak sadar jika ia menjadi pusat perhatian dan dengan santainya berjalan-jalan.


Luo fei masuk ke dalam gang kecil tersebut karena menurutnya tidak ada yang bagus di jalan utama.


Setelah beberapa menit ia menemukan toko yang ia cari. Di atasnya tertulis 设备车间 yang artinya toko peralatan. di bagian luar terlihat toko itu sudah mau roboh.


Tapi apa daya toko itu adalah satu-satunya yang Luo fei temukan selama berjalan-jalan tadi.


'Krieeeet'


Luo fei membuka pintu tersebut perlahan. Setelah itu ia terkejut. Ternyata bagian dalam toko peralatan ini mewah.


Namun ada satu pertanyaan di otaknya.


'Kenapa tidak ada seorang pun disini?' Tanya Luo fei dalam hati.


Karena Luo fei tidak melihat siapapun disini ia pun melihat-lihat barang di toko ini. Mungkin beberapa saat kemudian pemilik toko ini akan datang.


Banyak sekali barang berharga yang ada di toko ini. Luo fei tidak menyangka, toko yang seperti gubuk itu mempunyai barang seberharga ini.


Namun dari semua barang-barang di toko ini, ada satu yang menarik perhatiannya.


Di sebelah timur ada pedang yang memancarkan hawa dingin tidak hanya itu, pedang tersebut juga mengeluarkan cahaya kebiruan.


Luo fei mencoba menyentuhnya namuntiba-tiba ia mendengar sebuah suara laki-laki.


"Jangan menyentuhnya!"


Sebuah suara laki-laki muncul dari belakangnya. Luo fei berbalik dan waspada karena suara laki-laki tersebut yang muncul tiba-tiba.


Dari wajahnya terlihat kalau lelaki tersebut masih muda.


"Siapa kau?"Tanya Luo fei.


"Siapa aku? seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Kau, apa yang kau lakukan di tokoku?"Lelaki tersebut bertanya sambil menatap tajam Luo fei.


"Maaf aku tidak tahu kalau kau pemilik toko ini. Aku kesini karena ingin-" Ucapan Luo fei terhenti.


Disisi lain Luo fei kesal karena dia di abaikan oleh pemilik toko ini. Seumur hidupnya Luo fei tidak pernah diremehkan.


Luo fei selalu mendapat pujian dari orang-orang disekitarnya. Dengan kesal Luo fei menjawab.


"Hei, orang gila! jika kau tidak ingin menjual barangmu lantas kenapa kau menamai tempat ini sebagai toko peralatan!!???"Tanya Luo fei dengan nada setengah berteriak.


Lelaki tersebut berbalik dan berkata.


"Terserah aku untuk menamai tokoku, lalu pedang apa yang ingin kau beli?"Lelaki tersebut tersenyum seakan meremehkan Luo fei tidak mampu membelinya.


"Hmph, aku akan membeli pedang itu!" Luo fei menunjuk pedang yang memiliki aura dingin tersebut.


Melihat pilihan Luo fei. Lelaki itu tertawa terbahak-bahak.


"Bhahahahaa, apa kau yakin?"Tanya lelaki tersebut.


"Hei orang gila, jangan menghinaku, aku akan membelinya berapapun harganya!"


"Uhuk, ini bukan masalah harga. Pedang tersebut adalah pedang istimewa. Jika pedang itu tidak mengakuimu sebagai tuannya. maka pedang itu hanya menjadi


di logam biasa. Sudahlah, lebih baik kau menyerah dan jangan mempermalukan dirimu." Di akhir kalimat terlihat lelaki tersebut berusaha menahan tawanya.


Luo fei melihat pedang tersebut sejenak. Kemudian ia berkata.


"Bagaimana caranya agar pedang ini mengakuiku sebagai majikannya?"


"Kau mau mencobanya ya, baiklah akan ku beri tahu. Untuk melihat apa pedang itu mengakuimu sebagai tuannya kau harus mengalirkan Qi ke dalamnya. Jika pedang tersebut bercahaya maka pedang itu mengakuimu sebagai tuannya. Tapi jika sebaliknya maka pedang itu tidak mengakuimu sebagai tuannya, mengerti?"


"Aku mengerti!"


Luo fei mengalirkan Qi kedalam pedang tersebut. Setelah beberapa menit, pedang tersebut tetap tidak bercahaya.


Luo fei terus-menerus mengalirkan Qi ke dalam pedang tersebut. 20 menit kemudian pedang tersebut tetap tidak menyala.


Akhirnya Luo fei menyerah, karena ia kelelahan. Namun sebelum Luo fei melepas aliran Qi nya. Pedang tersebut bersinar.


Luo fei terkejut karena pedang tersebut tiba-tiba bersinar. Tapi disisi lain ia juga senang karena berarti pedang tersebut mengakuinya sebagai tuannya.


'Prok' 'Prok' 'Prok'


"Luar biasa, tidak kusangka pedang itu mengakuimu sebagai tuannya. Selamat, dan gunakanlah pedang itu sebaik-baiknya."Ucap lelaki tersebut.


"Terima kasih, berapa harganya? aku akan membayarnya sekarang."


"Kau tidak perlu membayarnya, pedang itu mengakuimu sebagai majikannya saja sudah cukup untukku." Jawab lelaki tersebut.


"Maksudmu ap-" Ucapan Luo fei terhenti.


Tiba-tiba tubuh lelaki tersebut bercahaya, begitupula dengan toko ini. Lelaki itu hanya tersenyum saat melihat keterkejutan Luo fei.


"Ini.... apa yang terjadi?"Luo fei bertanya dengan terkejut.


"Entahlah, tapi ada satu hal yang harus kau tahu bahwa ini semua bukan mimpi."


Setelah mengatakan hal tersebut, lelaki tersebut berbalik. Sementara Luo fei diam mematung dan mencoba mencerna apa yang terjadi.


Tubuh lelaki tersebut semakin bercahaya, begitu juga dengan toko ini.


"Sepertinya aku terlalu lama berada disini. Baiklah sampai jumpa, kuharap kita bertemu lagi. Ah... hampir lupa, namaku Tian Yu. Saat kita bertemu lagi tolong panggil aku dengan namaku ya!"Tian Yu


Setelah mengatakan hal itu, tubuh Tian Yu memudar, begitu juga dengan tokonya. Entah kenapa tiba-tiba Luo fei sudah berada diluar.


"Tian Yu, nama yang bagus. Kuharap kita bertemu lagi."Setelah mengatakannya, Luo fei langsung pergi.


Berhubung hari ini masih siang, Luo fei berniat untuk pergi ke toko lainnya. Tapi sebelumnya dia harus mengisi perutnya dulu.


----------------->