
Namaku Vara, aku adalah seorang pembunuh bayaran no 2 di dunia. Umurku 24 tahun. Penampilanku biasa saja.
Namun ada yang membuatku mencolok yaitu rambut berwarna perak dan mata unguku. Aneh? tentu saja, aku juga berpikir begitu. Tapi sudahlah mau bagaimana lagi.
Pekerjaanku sehari-hari adalah membunuh. Karena dengan membunuh aku bisa mendapat uang. Tapi sebenarnya bukan itu tujuanku.
Tujuanku yang sebearnya adalah popularitas. Sekarang aku sudah berusaha meningkatkan peringkatku.
Aku yang dulu berada di peringkat 66, sekarang berada di peringkat 2. Tapi itu tidak cukup, karena tujuanku yang sebenarnya adalah peringkat pertama.
Dan akhirnya tiba saatnya. Hari ini aku menjalankan sebuab misi utama. Misi inilah yang aku tunggu dan paling kusukai.
Karena jika aku berhasil menyelesaikan misi ini, maka aku akan menjadi pembunuh bayaran no 1 di dunia ini. Jujur saja, aku bahagia sekarang.
Namun sayang aku mati saat menjalankan misi utamaku. Argh! aku benar-benar tidak bisa menerimanya.
Sial! jika saja aku berhasil menyelesaikannya maka aku akan mendapat peringkat 1. Tapi sepertinya tuhan punya permainan baru untukku.
Kupikir aku akan mati tapi ternyata saat aku terbangun aku berada di tubuh seorang putri yang diasingkan karena status ibunya yang hanya rakyat biasa.
Sebenarnya aku tidak masalah dengan reinkarnasi ini.Tapi yang benar saja, aku bereinkarnasi menjadi seorang putri lusuh sekarang.
--------------->
Di sebuah dimensi terlihat seorang gadis remaja dengan rambut perak dan mata ungu. Dia berdiri di tengah-tengah dimensi itu.
Dimensi tersebut sangat gelap bahkan mungkin terlalu gelap. Dengan suara lemah gadis itu berkata.
"Dimana aku? gelap sekali, bukankah aku sudah mati..."
"Apakah ini jala menuju alam belaka?.... Tapi kenapa?.......Kenapa gelap sekali?"
Gadis itu meraba-raba tempat sekitarnya. Dia tidak bisa merasakan apapun di sekitarnya. Gelap, itulah yang ia lihat.
Perlahan ia berjalan kesekitarnya dan berharap ada sesuatu disana. Karena panik gadis itu berlarian tanpa tau arahnya.
Karena yang dipikirkannya saat ini adalah aku harus bisa keluar dari kegelapan ini. Gadis itu berlari terus-menerus hingga ia kelelahan.
"Hah...hah... dimana aku, kumohon siapapun ini tidak lucu!"
Gadis itu tidak menyerah, dia kembali berlari. Hingga beberapa menit kemudian ada sebuah suara wanita yang memanggilnya.
"Vara....kau bisa mendengarku?"
Sebuah suara wanita yang entah darimana muncul secara tiba-tiba. Suara tersebut terdengar sangat lembut.
Dan gadis remaja itu tidak lain adalah Vara. Mendengar namanya dipanggil dia menoleh kebelakang.Anehnya dia tidak menemukan siapapun disana.
Namun sepertinya Vara tidak begitu peduli dengan siapa sosok tersebut, yang lebih penting adalah bagaimana ia bisa keluar dari sini.
"Apa kau datang membantuku? katakan.. katakan bagaimana caranya aku bisa keluar dari sini? satu lagi.... apa aku... aku sudah mati?"
Vara bertanya secara beruntun kepada sosok wanita tersebut. Dengan suara lembutnya sosok wanita itu menjawab.
"Vara... kedatanganku mungkin untuk membantumu, aku bisa mengeluarkanmu dari sini dan terakhir... kau sudah mati."
"Lalu kenapa kau membawaku kesini? katakan segera dan jangan basa-basi!"Ucap Vara kesal.
"Ceritanya panjang, tapi sebelumnya aku punya penawaran untukmu. Vara, apa kau ingin hidup kembali?"
"Penawaran macam apa ini sudah tentu aku ingin hidup."Jawabnya.
"Benarkah? bahkan jika bukan di duniamu sendiri?"
Untuk pertanyaan ini Vara agak bingung harus menyetujuinya atau tidak. Pasalnya wanita itu bilang 'bahkan jika bukan di duniamu sendiri' bukankah itu berarti Vara tidak bereinkarnasi ke dunianya yang asli.
Wanita tersebut dengan santai menunggu jawaban Vara. Setelah berpikir-pikir Vara sudah memutuskan untuk menyetujuinya atau tidak. Dengan agak ragu ia menjawab.
"I...iya"
"Baiklah Vara, bersiaplah aku akan membawamu ke kehidupan barumu. Apapun yang terjadi kau harus menerimanya karena mulai sekarang inilah kehidupanmu."
Sebuah cahaya terang muncul di belakang Vara. Ia pun menoleh kebelakangnya. Sekilas ia melihat seorang wanita berdiri di depannya.
Dan tiba-tiba tubuh Vara seakan terpecah-pecah. Dan lantai di bawahnya juga mulai retak.
"Vara, di kehidupan selanjutnya namamu adalah Luo fei, putri kekaisaran Luo di zaman china."
Mendengar kata 'zaman china' Vara ingin mengatakan sesuatu tapi lantai di bawahnya sudah mulai retak dan tubuhnya sudah terpecah-pecah.
'Tunggu, aku ingin mengatakan sesuatu!'
Terlambat, dia sudah terjatuh kedalam. Tubuhnya juga perlahan menghilang. Vara berpikir apakah ini nyata.
--------------->
Perlahan ia menutup matanya. Beberapa saat kemudian, ia terbangun dan mendapati dirinya terbangun di sebuah lantai.
Ia ingin bangun tapi tiba-tiba seorang gadis remajal menghampirinya sambil berkaca-kaca.
"Fefei, aku minta maaf atas kelakuan saudaraku, kuharap kau memaafkannya."
Dengan bingung Luo fei bangun. Gadis remaja tersebut juga membantunya untuk bangun. Melihat dari tatapannya, sepertinya gadis ini bukanlah orang yang berbahaya.
Karena Luo fei masih tidak mengerti apa yang terjadi ia menyuruh gadis tersebut untuk keluar.
"Maaf, tapi bisakah kau keluar dulu,"Ucapnya.
"Ya baiklah, jaga dirimu Feifei"
Setelahnya, gadis itu langsung pergi meninggalkan Luo fei sendirian. Di dalam hatinya gadis itu merasa bersalah terhadap Luo fei.
Sementara di sisi Luo fei dia sedang mencerna apa yang terjadi. Dia berpikir keras tentang siapa dirinya sekarang.
Samar-samar ia mendengar suara di telinganya. Kebanyakan yang ia dengar adalah hinaan dan cacian
'Putri anda harus bertahan, jangan dengarkan orang orang!'
'Menjijikkan, jangan melihatku dengan tatapanmu!'
'Apa kau bilang? kakak? aku bahkan tidak sudi menjadi kakak dari rakyat jelata sepertimu!"
'Feifei bertahanlah aku akan membantumu!"
'Aku heran kenapa yang mulia raja masih menerima anak itu sebagai putrinya."
'Dia tidak lebih baik dari sampah!'
'Lu'er adikku, tenanglah aku akan melindungimu!'
'Lihatlah betapa menjijikannya anak ini!'
'Heh, tidak heran dia diasingkan'
'Ibu dan anak sama-sama menjijikkan!'
'Aku bahkan tidak pernah mengakuimu sebagai tuanganku!'
'Putriku, kau harus bertahan walau ibu tidak ada.'
'Singkirkan makhluk menjijikkan itu dariku!'
'Jika saja ayah tidak melindungimu aku pasti akan membunuhmu sekarang!'
'Jangan melihatku atau bicara denganku lagi!'
'Putriku maafkan ayah karena telah mengasingkanmu'
'Nenek? lihatlah penampilanmu dulu, apa kau pantas menjadi cucuku!?'
Suara tersebut terus menggema di pikiran Luo fei.
'Berisik! apa yang terjadi, apa ini adalah ingatan pemilik tubuh yang asli?"Tanyanya dalam hati.
Setelah beberapa saat Luo fei mendapatkan ingatan pemilik tubuh yang asli ini. Ingatan pemilik tubuh ini sangat tragis.
--------------->
Pemilik tubuh ini bernama Luo fei. Luo fei adalah putri tunggal dari mendiang selir Ling dan kaisar Luo jixiang.
Kaisar Luo memiliki 5 anak dan 3 selir. Kaisar tidak memiliki seorang permaisuri. Karena baginya yang paling di cintainya adalah Ling hua, selir sekaligus istri kesayangannya.
Kaisar Luo jatuh cinta kepada Ling hua saat pesta perayaan tahun baru. Disitu kaisar terpesona oleh puisi Ling hua. Saat itu kaisar masih seorang pangeran mahkota.
Kemudian kaisar menyuruh orang untuk mencari informasi tentang Ling hua. Saat mengetahui Ling hua adalah rakyat biasa, cinta kaisar tidak menghilang.
Kaisar tetap menemuinya, tentu saja ia memakai penyamaran. Akhirnya ia menemukan tempat tinggal Ling hua.
Kaisar langsung menyapanya dan berpura-pura tidak mempunyai tempat tinggal. Kaisar melakukan itu agar Ling hua mengijinkannya tinggal di rumahnya.
Ling hua menerima kaisar Luo dengan ramah. Mereka berdua tinggal bersama meskipun tidak sekamar.
Seiring waktu Ling hua dan kaisar Luo mulai dekat. Ling hua menyimpan perasaan terhadapnya, begitu pula dengan kaisar.
Pada akhirnya kaisar melamarnya tepat di ulang tahun Ling hua ke 19 tahun. Kaisar juga menjelaskan tentang identitas aslinya sebagai pangeran mahkota.
Ling hua sempat takut akankah rakyat dan keluarga kaisar Luo menerimanya. Dengan bahagia Ling hua menerima lamarannya.
Kaisar Luo memberitahukan hubungannya kepada rakyat serta keluarganya untuk menjadikan Ling hua sebagai permaisurinya.
Tentu saja pemberitahuan tersebut ditolak oleh seluruh rakyat dan keluarganya. Bagaimana bisa seorang rakyat biasa menjadi seorang permaisuri. Mustahil.
Akhirnya setelah itu ia dinobatkan menjadi kaisar. Ibunya mendesaknya untuk menikahi seorang putri kekaisaran lain sebagai permaisuri.
Namun kaisar menolak, baginya orang yang ia cintai hanyalah Ling hua. Namun ibunya tidak menyerah begitu saja.
Ibunya menyuruh pelayannya untuk menaruh obat perangsang di minuman kaisar, setelah itu dia akan memanggil Mei yu, nona muda kediaman yu.
Dengan begitu mau tidak mau kaisar harus menikahinya. Kaisar menyetujuinya. Dengan syarat Mei yu hanya menjadi selir. beberapa minggu kemudian Mei yu pun hamil.
Kaisar tetap menghabiskan waktu di kediaman Ling hua dan seminggu sekali ia akan berkunjung ke kediaman Mei yu untuk memeriksa bayinya.
Melihat perkembangan putranya hanya begitu saja, ibunya menyuruh putranya untuk menambah selirnya lagi.
Dengan malas kaisar Luo memilih putri Zhu qiang. Kaisar memilihnya bukan karena ia menyukainya.
Tapi karena ia mendengar rumor kalau putri Zhu qiang bersifat dingin dan baik. Setidaknya akan mudah mengurusnya daripada Mei yu yang selalu merengek kepada kaisar agar tetap tinggal di kediamannya.
Ibunya dengan antusias menerima pilihan putranya ini. Dia mengira putranya sudah mulai tertarik dengan wanita lain selain Ling hua.
Pernikahan mereka berlangsung secara meriah. Tidak lama kemudian selir Mei melahirkan putri kembar. Dia memberinya nama Luo lin dan Luo lan.
Beberapa bulan kemudia putri Zhu qiang hamil. Tentu saja kehamilan tersebut disambut meriah oleh seluruh rakyatnya.
Kemudian ada beberapa rumor yang menyebarkan kalau selir Ling hua mandul. Hal itu langsung tersebar di seluruh kekaisaran dan tentu saja orang dibalik rumor ini adalah selir Mei.
Kaisar langsung memerintahkan untuk menghapus rumor tersebut. Kaisar tidak terima jika ada yang berani menghina istri kesayangannya.
Rumor tersebut hilang proses kehamilan selir Zhu juga berlangsung baik. Beberapa bulan dia melahirkan putranya bernama Luo feng yang resmi menjadi pangeran mahkota kekaisaran ini.
Ling hua juga mengucapkan selamat terhadap selir Zhu qiang. Bisa dibilang mereka berdua memiliki hubungan dekat layaknya kakak adik.
Kaisar Luo juga senang melihat selir Zhu qiang bisa menerima Ling hua. Minggu depan Selir Mei hamil anak ketiganya. Hal itu juga disambut meriah oleh rakyatnya.
Hingga kemudian ia melahirkan putranya bernama Luo wen. Ling hua dan selir Zhu qiang juga memberi selamat atas kelahirannya.
Selir Mei tersenyum ketika selir Zhu qiang mengucapkan selamat tapi saat giliran Ling hua, selir Mei hanya menatap sinis seolah menghina.
Ling hua yang tidak mengerti apa-apa pun menganggap tatapan tersebut sebagai ucapan terima kasih.
2 tahun kemudian Ling hua mengandung anak pertamanya. Kaisar sangat senang. Tapi sepertinya suasana kali ini agak berbeda.
Kali ini rakyat tidak menyambut seantusias biasanya, bahkan ada yang bilang kalau lebih baik Ling hua tidak bisa hamil daripada melahirkan anak dari kaisar, itu sungguh memalukan.
Kaisar menyuruh Ling hua untuk tidak menghiraukan perkataan rakyat. Begitu pula dengan selir Zhu qiang.
Selir Zhu qiang dulu dikenal sebagai seorang yang dingin namun ia akan tersenyum ketika bertemu Ling hua.
Orang-orang mengira selir Zhu qiang pasti telah ditipu oleh Ling hua padahal tidak. Prinsip Zhu qiang adalah 'Aku hanya akan tersenyum kepada orang yang pantas'.
Beberapa bulan kemudian Ling hua melahirkan putrinya yang diberi nama Luo fei. Kaisar sangat senang Ling hua melahirkan putri untuknya.
Namun sayang sekali, Ling hua meniggal setelah melahirkan Luo fei. Kaisar sangat sedih mengetahui hal itu.
Tapi tidak dengan keluarga dan rakyatnya. Mereka senang akhirnya Ling hua mati. Zhu qiang sangat sedih ketika mengetahui Ling hua telah meninggal.
Kaisar berjanji untuk merawat Luo fei dengan sebaik-baiknya. Begitu pula dengan Zhu qiang.
7 tahun kemudian Luo fei sudah dewasa. Dia tumbuh menjadi gadis yang baik seperti ibunya.
Namun disinilah penderitaannya dimulai. Saat Luo fei bertemu saudaranya, dia dibuly habis-habisan.
Mereka tak lain adalah Luo lin dan Luo wen. Keduanya selalu membuly Luo fei habis-habisan ketika ayahnya tidak ada.
Namun berbeda dengan saudaranya yaitu Luo lan. Luo lan tidak pernah membuly Luo fei. Dia bahkan selalu menghentikan Luo lin saat membuly Luo fei.
Bagi Luo fei sendiri, kehadiran Luo lan adalah yang terbaik. Luo lan satu-satunya kakak perempuan yang mau menerimanya. Sungguh aneh dia bisa lahir dari seorang wanita busuk yaitu selir Mei.
Ada juga Luo feng. Kakak laki-laki tertuanya sekaligus putra mahkota kekaisaran Luo. Luo feng mewarisi sifat ibunya yang baik hati dan berwibawa.
Tidak heran banyak gadis yang jatuh cinta padanya. Seperti Luo lan, Luo feng selalu membantu Luo fei ketika ia sedang dibuly.
Beberapa tahun kemudian Luo fei diasingkan ke kota Qinglin. Dimana kota tersebut adalah tempat bagi orang-orang terbuang.
Hal itu tentub saja ditentang oleh Zhu qiang, Luo lan dan, Luo feng. Mereka tidak terima Luo fei diasingkan ke kota Qinglin.
Namun kaisar tidak mau mengubah keputusannya. Akhirnya Luo lan mengajukan permintaan untuk ikut ke kota Qinglin bersama Luo fei.
Selir Mei tentu tidak setuju, bagaimana pun Luo lan adalah putri kesayangannya. Namun kaisar setuju dan Luo lan ikut ke kota Qinglin.
Beberapa bulan kemudian tepatnya hari ini, Luo fei pingsan akibat meminum ramuan yang diberikan oleh selir Mei. Tentu saja itu racun.
Luo lan pun panik dan meminta pertolongan. Kemudian Luo fei terbangun, tentu saja orang itu bukan Luo fei melainkan Vara yang jiwanya telah dipindahkan ke tubuh Luo fei.
•penjelasan dadakan•
Ngomong-ngomong kalian belum tahu yah umur pemerannya berapa. Nih author kasih penjelasan.
Nama:Vara
Umur:24 tahun
Status:Pembunuh bayaran no 2
Julukan:Gadis mematikan (Di dapatkan karena kesadisannya dalam membunuh)
Nama:Luo fei (Pemeran utama)
Umur:12 tahun
Status:Putri bungsu kekaisaran Luo
Julukan:Sampah rakyat jelata (Di dapatkan karena status ibunya yang hanya rakyat biasa)
Nama:Luo lan
Umur:16 tahun (Lebih tua dari Luo lin)
Status:Putri tertua kekaisaran Luo, saudara kembar Luo lin.
Julukan:Dewi kecantikan (Di dapatkan karena kecantikannya yang memukau)
Nama:Luo lin
Umur:16 tahun (Lebih muda dari Luo lan)
Status:Putri kedua kekaisaran Luo, saudara kembar Luo lan
Julukan: (Author gak tahu mo ngasih julukan apa;)
Nama:Luo feng
Umur:15 (Lebih tua 10 bulan dari Luo wen)
Status:Pangeran mahkota kekaisaran Luo
Julukan:Malaikat tampan (Di dapatkan karena ketampanannya yang warbyasah)
Nama:Luo wen
Umur:15 (Lebih muda 10 bulan dari Luo feng)
Status:Pangeran kedua kekaisaran Luo
Julukan:Pangeran tangguh (Di dapatkan karena keterampilannya dalam bertarung)
Untuk keluarga kerajaan lainnya seperti para selir bakal author jelasin di chapter lain.
--------------->
"Hah..Sebenarnya aku tidak masalah dengan reinkarnasi ini.Tapi yang benar saja, aku bereinkarnasi menjadi seorang putri lusuh sekarang."
Oh tuhan kumohon, tidak bisakah kau memberikanku kehidupan yang lebih baik. Yah, tapi sepertinya hidup menjadi putri tidaklah buruk.
Walaupun aku putri yang diasingkan, kehidupanku cukup mewah sekarang. Dan aku bisa bersenang-senang juga.
Saat Luo fei sedang larut dalam pikirannya. Luo lan masuk membawakan obat untuknya.
"Fefei, minumlah obat ini, dengan begini kau akan baik-baik saja"
Luo lan memberikan sebuah cangkir yang berisi obat. Luo fei merasakan kalau tidak ada racun sama sekali di dalamnya. Sepertinya niat Luo lan benar-benar tulus.
"Baik kakak, terima kasih"Ucap Luo fei tersenyum.
Luo tersenyum melihat adik kecilnya ini.
"Fefei minumlah sendiri, aku akan keluar sebentar. ingat jangan pergi kemana-mana, itu sekarang sudah malam, lebih baik kau tidur!"Perintah Luo lan.
Luo fei mengangguk mendengar perintahnya. Luo lan tersenyum kemudian pergi keluar. Kemudian Luo fei memikirkan sesuatu.
'Luo lan ini sepertinya benar-benar seseorang yang tulus, aku bisa melihatnya dari sikapnya memperlakukanku.'
'Untuk saat ini, hanya dia yang bisa aku percayai. Namun aku juga harus berusaha sekarang!'
'Aku tidak boleh bersantai santai, mulai besok aku akan berlatih beladiri. Ah.. tapi sepertinya tubuh ini lemah atau mungkin terlalu lemah'
'Hah... bena'r-benar menyedihkan. Baiklah aku harus tidur sekarang. Ku harap hari esok segera datang. Aku tidak sabar menantikannya!'
--------------->