
Lalu.., anak kost tersebut terpanah oleh nazla yang baru saja mengangkat kepala nya.Dan Pratama pun terkejut, ia tidak menyangka perempuan yang kemarin dia temui memakai pakaian pendek,sekarang telah menutup aurat nya hingga pergelangan tangan tertutup.
" Masyaallah, kamu rupanya nazla! , abng gak kenal karena kamu berbeda dengan sekarang yang serba tertutup, alhamdulillah, kamu mendengarkan nasihat abng " kata bng Pratama sambil tersenyum dan nazla langsung menunduk saat mendengar ucapan bng Pratama
* deg, deg astaghfirullah" batin nazla saat melihat bng Pratama tersenyum
" oh, kamu dah kenal sama nazla nak Pratama?" tanya ayah nazla
" iya om, jumpa kemarin sore saat mau beli makanan, tiba-tiba aja dia datang dan ngajak pacaran ya.. ku nasihatkan, alhamdulillah berubah "
" iya nak? makasih ya udah membuat nazla berubah, dulu pun tante udah nasehatin tapi gak mempan " kata mama dengan rasa berterima kasih
" iya tante, dia mendengar nasihat dari ku karna, dia sayang kedua orangtuanya" kata Pratama
Sedangkan teman-temannya hanya menonton dan mendengarkan sambil memakan kue, begitu pun Indra.
" Pratama pun hanya nasehatin sedikit kok om, tante "
" iya makasih ya.., walaupun sedikit tapi bermanfaat bagi si nazla " kata ayah sambil tersenyum mengarah ke nazla, dan nazla membalas senyuman tersebut
" kalau gitu kami permisi dulu ya om tante, mau mandi dan bersiap sholat magrib sebentar lagi " kata Pratama yang meminta izin untuk pulang
" oh, iy iy nak kita sholat di masjid dekat sini aja ya.., sholat sama-sama"ajak ayah
" iya om " kata Pratama lalu, mereka pergi bersama keluar rumah
" mah, nazla ke kamar ya? " kata nazla yang meminta izin kepada mamanya
" kamu gak mau ikut ngantar mereka keluar?" mama pun bertanya
"em.., enggak ma " jawab Nazla singkat
" oh ya udah mama keluar sebentar ya, sayang "
Lalu Nazla pergi ke kamar nya, untuk mengambil wudhu dan mengaji. Walau Nazla tidak bisa membaca Alquran, karena tidak pernah mengaji saat ia kecil, tapi ia tetap giat untuk membaca (iqro) agar, cepat bisa membaca Alquran.
Pada saat mama mengangkat gelas gelas-gelas yang diatas meja, ia mendengar bahwasanya anaknya Nazla tengah mengaji walau sedang membaca (iqro) , mama pun tersenyum di depan pintu kamar Nazla. Ayah datang di waktu yang tepat, saat itu ibu (Fatma) sedang menangis kecil dan ayah (Fahri) yang melihat nya pun menghampiri mama. Ayah mengambil barang yang berada di tangan mama saat ia menangis dan meletakkannya ke tempat nya.
" mah, kenapa nangis? " tanya Fahri (Ayah) sambil berbisik
Mama menggelengkan kepalanya, " mama nangis karena, senang yah " jawab Fatma (mama)
" Alhamdulillah, si Nazla sekarang sudah mau mengaji " kata mama sekali lagi, lalu ia tersenyum
" iya, udah yok kita bersiap untuk pergi ke masjid nanti " ajak Fahri ( ayah )
" iya , yah " lalu mereka pergi ke kamar mereka
Selesai Fahri dan Fatma, bersiap-siap untuk keluar dan ke masjid. Namun, Fahri tidak melihat Nazla keluar dari kamarnya dan tidak ada suara. Fahri pun melangkah menuju kamar Nazla tapi, di hentikan oleh Fatma.
" mama aja yang lihat ya yah, mana tau dia sedang ganti baju " mama tersenyum
" iya, jangan lama-lama ya.. " pesan Fahri kepada istrinya, lalu ia pergi keluar rumah
" tok, tok ,tok " suara ketukan pintu di kamar Nazla
" Nazla mama masuk ya? " namun tidak ada jawaban, mama pun curiga dan langsung masuk ke kamar
Saat Fatma memasuki kamar, ternyata Nazla tertidur di meja belajar nya. Fatma tersenyum melihat anaknya yang tadi mengaji , sekarang sedang tertidur.
" la.., Nazla, bangun sayang yok ke masjid" kata Mama sambil menggosok punggung Nazla yang sedang tertidur pulas
" Nazla sayang yok ke masjid" ajak mama, lalu Nazla terbangun dari tidurnya
" em.., iy ma " jawab Nazla yang sedang mabuk tidur