I'M Nazla

I'M Nazla
Bab.1



*A**ku Nazla Aulia Saputri, seorang play girl pada tahun 2022*.Aku sudah memiliki mantan sebanyak 25 namun, tidak ada yang membuat ku tertarik maupun saat di SMA.


Seperti biasanya aku jalan-jalan sore untuk mencari pacar baru. Tetapi aku melihat satu anak cowok yang membuat ku berpaling,lalu aku mendatangi nya.


"eh,bang lu punya pacar?" namun si cowok tidak menjawab.


" idih, di tanyain malah diam, kalo gak gini abg mau jadi pacar aku? Aku jomblo ni.."kata ku(nazla) sambil menggoyangkan motor yang di duduki si cowok tersebut.


"eh, ni cewek dari mana? Main nyosor aj minta pacaran" kata teman si cowok yang baru datang.


"udah yok"kata temen nya ngajak pergi


"tunggu!"kata si cowok dan teman langsung berhenti menggerakkan motor nya


"abg mau tanya boleh? " kata si cowok kepada ku(nazla)


"iya, boleh" aku mengangguk


"tapi sebelum itu, perkenalkan nama abg Muhammad Pratama Syahputra


dan abg kelas 3 SMA, abg mau nanya emang adek ga sayang sama ortu adek?"


"sayang kok"


"terus...,kenapa pacaran..?, mantan adek udah berapa?"


"e..,25 si..h"


"gila lu ya dek banyak kali.." kata temen nya bng Pratama


"iya,dek banyak kali"


"iya dong" Nazla yang percaya diri


"emang gak di marahin?"


"di marahin sih..,tapi kan pacarannya gak pernah gandengan tangan kok"


"iya,tapi jangan di buat lagi ya..


kasihan ortunya nanti kalo di kuburan di siksa sampai meleleh tubuhnya mau?" aku pun terdiam


"oke,deh" kata ku dengan suara rendah sambil kepala mengarahkan ke bawah


"kenapa?"tanya temannya,lalu aku pun mengangkat kepala ku


"takut" dan air mata ku pun mulai keluar


"udah jan nangis,maka nya jangan pacaran lagi y?"aku mengangguk


"janji?"abg Pratama memberikan kelingking nya


"janji"aku pun membalasnya


"ya sudah, kalo gitu abg pulang dulu ya" abg Pratama pun langsung naik ke motor nya (Vario)


"iya,dadah"aku pun melambaikan tangan dan langsung pulang.


Sesampainya di rumah,aku pun langsung pergi ke kamar mandi dan pergi sholat, aku menangis dan mengkhayal jika itu terjadi pada ortuku,dan aku terus menangis sejadinya. Selesai aku sholat aku pergi ngaji hingga jam 5,dan mandi tidak lupa aku selalu wudu selesai mandi.


"tok,tok,tok"pintu kamarku di ketuk


"nazla kamu di dalam nak? Kenapa? tadi mama dengar kamu nangis"kata mamaku di depan pintu,lalu aku membuka pintunya dan langsung memeluk mamaku.


"kenapa?hah?"aku menggeleng


"kenapa? biasanya kamu gak begini nazla, udah bicara aj sama mama biar mama dengerin"aku pun menceritakan cerita bng Pratama tadi yang membuat ku menangis.


"o..,jadi nazla gak mau pacaran lagi kan nak? enggak mau lihat mama sama papa di siksa kan?"


"iya"


"kalo gitu pun nazla harus pakai hijab ya..,biar papa pun gak di siksa juga ya?, karena seorang ayah akan menanggung dosa anaknya ketika dia berpacaran dan tidak memakai hijab/ menutup auratnya.."mama menasehati ku


" iya ma, in syaallah nazla akan menutup aurat ketika nazla keluar rumah" mama pun tersenyum lebar sambil memeluk ku seperti dulu ketika aku kecil.


"iya kamu rajin rajin ya? Jangan mengecewakan mama sama papa lagi ya nak"


" iya ,ma"