
Sore harinya...
Sekitar jam lima sore.Ayla berjalan kaki menyusuri jalanan menuju rumah nya. Sekarang waktunya Ayla melewati jalanan yang sangat sepi.
Ayla melihat Ada rombongan permanen yang sedang duduk di salah satu Warteg di tepi jalan. Salah satu preman itu mulai berdiri dari duduk nya saat melihat Ayla.
"Hai cantik ".Ucap salah satu preman itu. Dari yang Ayla lihat mereka berjumlah sekitar enam orang dan salah satu dari mereka memiliki badan yang sangat kekar. Sepertinya dia adalah ketua dari komplotan preman itu.
Ayla tak menggubris panggilan pria Itu. " Cantik mampir dulu dong . Temenin kita ".Ucap preman itu sambil tersenyum penuh Arti. Lagi lagi Ayla tak menggubris ucapan preman itu.
" Ya elah sombong banget lo ".Ucap preman itu.
Dia segera menarik tangan Ayla dengan kasar. Namun dengan cepat Ayla menepis tangan preman itu.
" Lo mau ngapain sama gue. Jangan kurang ajar de lo bang" . Ucap Ayla sambil menatap sinis ke arah preman itu. "Lo nggak mau nemenin kita minum ?? ".Tanya preman itu sambil tersenyum menatap wajah cantik Ayla.
" Lo salah orang bang. Gue kagak mau. Sorry ya gue buru buru ".Ucap Ayla. Ayla kembali berjalan tanpa memperdulikan preman itu.
Namun dengan cepat preman itu kembali menarik tangan Ayla. " Kalau lo nggak mau nemenin kita minum, Lo harus bayar lewat jalan ini ".Ucap preman itu.
" Nggak gue kagak ada duit bang. Lagian ini jalanan umum bukan jalanan milik nenek moyang lo bang".Ucap Ayla sambil tersenyum sinis.
"Ye elah bos berani bener ni cewek nantangin boss".Ucap salah satu preman yang lain nya.
"Kebetulan gue lagi pengen nge hajar orang ".Ucap Ayla. Dan terjadilah baku hantam antara Ayla dan ketua preman itu. Tak menunggu lama kini ketua preman itu sudah terkulai lemah. " Kalian itu bodoh ya . Apa lagi yang kalian tunggu ".Teriak ketua preman itu.
Mereka mulai mengelilingi Ayla. Dan dengan serentak mereka mulai melayangkan pukulan demi pukulan ke arah Ayla. Namun Ayla bisa menghindari pukulan itu. Kini empat dari komplotan preman itu sudah berhasil Ayla kalahkan. Kini tersisa dua tenaga Ayla sudah mulai terkuras.
Bugg..Satu pukulan tepat mengenai perut Ayla .
Namun Ayla tak menyerah begitu saja.Hingga kini ke enam preman itu sudah berhasil Ayla kalahkan." Berani nya cuma main keroyok".Ucap Ayla.Ayla segera menendang ketua preman itu dengan keras.
"Awas aja lo.Sekali lagi berani lo ngalangin gue , Lo bakal tau akibat nya ".Ucap Ayla. Ya inilah salah satu keahlian Ayla. Ayla seorang gadis pemegang sabuk hitam di dunia persilatan.
Ayla kembali melanjutkan perjalanan pulang nya. Hari sudah mulai terlihat gelap . Dan sekitarnya pukul enam sore Ayla sampai di rumah nya. Ayla mengerutkan kening nya, Saat melihat sebuah motor matic terparkir di depan rumah nya. " Motor siapa ni?? ".Tanya Ayla.
Ayla mulai melangkah memasuki rumah nya.
" Assalamu'alaikum ".Ucap Ayla. "Wa'alaikumusalam".Jawab mama Ayla .
Terlihat mama dan Adik Ayla yang sedang duduk di sofa di dalam rumah Ayla.
Ayla mengerutkan kening nya saat melihat seorang pria yang sebaya dengan mama nya sedang duduk berhadapan dengan mama nya.
" Ma dia siapa?? ".Tanya Ayla.