
Sarah segera duduk di tempat duduk nya dengan perasaan malu bercampur kesal.
"Apa lo liat liat ".Tegas sarah saat Dina menatap nya. " Ya gue punya mata ya terserah gue la".Ucap dina sambil tersenyum sinis.
"Tapi gue nggak suka lo liatin gue kayak gitu ".Tegas sarah lagi sambil menatap dina dengan tatapan tidak suka. " Santai aja kali nggak usah ngegas".Ucap Dina yang tak kalah tegas. "Ihh sok cantik banget ".Ucap dina pelan.
" Udah lah din".Ucap Ayla mencoba menghentikan dina. Ya Ayla tau kalau mulut sahabat nya itu sangat pedas.
"Ye elah jangan sok kalem de lo. Dasar caper".Sinis sarah sambil menatap Ayla.
" Ehh jaga omongan lo. Yang caper tu elo bukan Ayla. Ayla tu emang udah dasar pintar dia bukan caper. Kalau lo baru di namakan caper. Orang udah di panggil dari tadi sama pak rahmat. Tapi nggak mau denger . Malah sibuk caper an sama Devan".Ucap Dina. Dan ucapan Dina mampu membuat mulut sarah bungkam .
"Ia ni si sarah. Kan lo udah gue bilangin dari tadi tapi lo aja nggak mau denger. Sekarang gimana ni. Lo bisa nggak naik kalo nilai lo E".Ucap Sherly.
" Lah lo kok malah belain mereka si. Lo temen gue bukan??. Dan untuk urusan nilai itu urusan gue bukan urusan lo ".Ucap sarah sambil menatap sinis Sherly. " Ya Ampun sar lo kenapa. Gue ngomong baik baik tapi lo malah ngegas ".Kesal Sherly.
" Lagian lo mancing mancing emosi gue ".Ucap sarah sambil menatap sahabat nya itu.
" Dasar masak sama sahabat sendiri aja ngomong nya ngegas begitu ".Ucap Dina lagi.
" Din udahlah".Ucap Ayla..
Sementara itu dua orang pria tampan kini berjalan memasuki kelas. "Devan ".Sarah segera berdiri dari duduk nya. Sarah segera menghampiri devan. Namun devan tak menggubris sama sekali ucapan Sarah. Devan sekarang sedang menatap gadis cantik yang sedang Sibuk dengan buku nya.
" Devan ".. Ucap sarah. Sarah segera menggandeng lengan devan. Sementara itu Adven hanya menatap sarah dengan dingin Adven sangat tidak suka dengan sikap sarah .
" Devan. Devan aku di marahin sama pak rahmat karena aku nggak bawa tugas. Devan bantu aku dong. Aku nggak mau nilai aku E van bantu aku ya ".. Ucap sarah sambil menyandarkan kepalanya ke bahu devan.
" Sorry sar gue nggak ada waktu buat bantu lo gue sibuk banget ".Ucap devan . Devan seger menarik tangan nya.
Devan segera duduk di tempat nya. Namun sarah tak menyerah begitu saja. Sarah segera mengikuti langkah devan. Sarah duduk di bangku yang ada di sebelah Devan .
" Ya ampun kecentilan banget si ni cewek. Kayak kaga ada harga diri. Padahal udah di tolak sama Devan".Ucap Dina sambil menggelengkan kepalanya. "Din udah. Jangan cari masalah lagi please".Ucap Alya sambil menatap sahabat nya itu.
" Maafin gue Ay.Gue suka kelepasan".Ucap Dina sambil tersenyum menatap sahabat nya itu.
"Ya udah. Sekarang kita fokus aja ke pelajaran ".Ucap Ayla sambil membalas senyuman Dina.
Mereka kembali fokus dengan buku yang ada di tangan nya.
" Van Ayolah tolongin aku sekali ini saja please. Please ya. Tolong ya van. Kamu tega liat aku nggak naik kelas".Ucap sarah sambil menatap sendu ke arah Devan. Selain ingin caper ke depan sarah juga ingin memanfaat kan kesempatan secara Devan adalah siswa kesayangan.
"Gue nggak bisa sar. Lagian itu urusan lo. Kenapa dari awal lo nggak ngerjain tugas lo. Kenapa baru sekarang lo sibuk dan minta bantuan ke gue ".Ucap Devan Sambil menatap sarah. " Ihh Devan kamu kok jahat banget si ".Ucap sarah dengan raut wajah sedih.
" Mendingan lo balik sana ke tempat duduk lo. Devan tu mau fokus belajar. Dia nggak mau ngurusin hal yang nggak penting ".Ucap Adven sinis.
" Lo ngapain si gue minta tolong sama devan bukan sama lo . Lagian lo siapa".Ucap sarah yang tak kalah sinis.
"Lo nggak nyadar ya lo duduk di tempat siapa?? . lo tu duduk di tempat gue. Mending lo minggir de gue mau duduk ".Ketus adven.