
Tok.... Tok.... Tok.....
Suara ketukan pintu ruanganku. Semua mata tertuju pada ke tiga pria itu. "Masuk"suruh guru yang sedang mengajar kami.
Mereka pun masuk dan sebentar bicara bicara dengan pak guru itu. Tak lama kemudian mereka tertawa aku tak tau apa yang sedang mereka bicarakan hingga bisa tertawa sekuat itu. Mungkin banyak orang yang bingung seperti ku tapi mereka diam gaberani mangapin mulut. "Oke anak anak ini adalah kakak kelas kalian mereka ini jago bermain volli, dan sudah pernah menjadi utusan sekolah kita tingkat nasional. Jadi mereka datang ke sini mau memberi tahu sedikit info tentang mereka. Dan mungkin mereka akan mengajari kalian bermain volli Jika kalian mau."ucap pak guru panjang lebar.
Aku sempat seneng banget karna ada kata MENGAJARI otomatis kalau dia mengajari itu pasti aku bisa liat dia dengan deket banget.
"Okeh adik adik sebelum kami masuk ke topik inti kami ingin memperkenalkan diri, nama saya Antonius, biasa dipanggil Toni"seru salah satu teman lelaki itu."nama saya damar biasa dipanggil amar"seru temannya lagi. Dan yang paling aku tunggu tunggu si pria yang aku liat tadi perkenalin dirinya. "Nama saya Adrian biasa dipanggil adrian dan kita kelas XI"cengirnya.
Aku suka suara nya yang agak serak serak basah. Dia juga ganteng banget kalau diliat lebih jelas.
5 menit kemudian mereka selesai memberi info dan pengumuman yang ingin mereka sampaikan. Lalu akhirnya pendataan siapa yang ingin ikut.Aku dan mila sempat tatap tatapan dan akhirnya kita berdua tunjuk tangan. Cukup banyak dari kelasku yang minat ikut volli, cowok maupun cewek sama aja, samaa banyaknya. mereka sempat berbincang mungkin mereka mau bagi tugas pendataan. Karna dikelasku ada 5 barisan ke belakang meja jadi mereka bagi tugas. Untuk barisanku dan barisan sebelahku yang mendata itu Adrian😓 dan untuk yang lain aku kurang tau, karna aku udah serius banget ngeliat si adrian."nama kamu siapa?"tanya adrian sambil mengambil pulpenku tanpa seijinku."LEVA"jawabku singkat. "Okeh, pinjem yah pulpennya"serunya padaku dengan senyumannya yang maniss banget.hatiku hammpirr copot saat bicara sama dia tapi aku berusaha untuk biasa aja."iya kak"jawabku singkat.
Sekitar 10 menit mereka selesai mendata lalu mereka keluar kelas.Aku sempat kesal sama adrian masa dia lupa balikin pulpen aku.tapi aku juga dikit seneng hehehe.Dan untung saja sebelum mencatat lonceng bunyi menandakan istirahat kedua. Akupun lega karna ga perlu mikirin mau pinjam pulpen siapa. Heheheh.
"Levaaa? "Tanya mila padaku. "Napa?"/Tanyaku ke mila"kekantinn yukkk, tadi jugaa lo kan dah janji mo cerita"celoteh mila.
"Okedeh"jawabku singkat. Lalu kami bergegas ke kantin. Tepat di depan tangga kelas atas langkah kaki ku dan mila terhenti. Dikarenakan ada yang manggil nama ku.
"Leva? "Panggilnya. Saat dia manggil namaku aku udah tau dia siapa karna suara nya benar benar aku kenal.Dia pasti Adrian. Dan benar dugaanku dia adrian yang ingin ngembaliin pulpenku."ini pulpen kamu, sori yah tadi kelupaan"senyum adrian sambil menyodorkan pulpen itu ke arahku."iya gapapa kak"jawabku senyum juga. Cuma agak senyum paksaan biar ga keliatan banget kalau aku lagi seneng."gausah panggil kak, panggil Adrian aja"celoteh nya lagi. "Ya kali aku manggil kk dengan sebutan nama, ga sopan tauk"jawabku sambil manyun.
Dan yang bikin aku mau pingsan saat adrian nyubit pipi aku dengan lembut. "Kamu lucu deh, cantik lagi"serunya yang bikin aku dag... deg... deg... Aku sempat pengen loncat karna senengnya tapi aku tahan supaya aku ga terlalu dianggap murahan."ah apaan sih"jawabku manyun lagi. "Heheh gak papa, oiya lev nanti bisa gak ketemu aku di sini, pas pulang sekolah" tanyanya padaku. Dan aku hanya balas anggukan. Lalu kami pun berpisah dia naik ke atas dan aku sama mila lari ke kantin.
"Lo mau bilang apa tadi? " tanya mila penasaran. "Itu yang mau gue bilang, gue jatuh cinta, sama si adrian"jawabku pelan banget, suapaya gaada orang yang denger.
"Apa srius? " tanya mila sedikit teriak yang bikin pandangan beberapa orang berapaling ke kita. "Suara lo ******"jawabku sedikit ngegas ke mila. "Iya gue serius"jawabku lagi.
"Pantesan lo seneng tadi, gue langsung tau dari mimik muka lo"jawabnya. Dan setelah itu lonceng bunyi kita pun langsung pergi ke kelas.
Beberapa jam kemudian lonceng bunyi lagi menandakan pulang. Semuanya pun pulang. Aku dan mila langsung ke tempat tadi untuk ketemu sama Adrian."kita kesana yuk"ajak ku ke mila. "Cie gak sabaran"ledek mila ke aku.
Aku hanya diam dan sedikit tertawa.
Sesampainya disana aku dan mila langsung disambut oleh 3 orang tadi. Mereka adalah amar,adrian dan satu lagi temennya yang gue lupa siapa namanya."lev, gausah panjang lebar gue cuma mau bilang kalau besok ada latihan, berhubung lo orang yang udah gue kenal di kelas lo, lo umumin yah, makasih"seru adrian panjang lebar yang bikin semengat gue patah. Gue kirain dia tadi mau nembak gue padahal enggak huftt!.
"Oh iya satu lagi, lo punya wa gak? Atau ig? Atau fb?"tanya adrian yang bikin semangatku balik lagi. "Punya kak, semua punya"jawabku.
"Nih catet di tangan aku"suruh adrian yang bikin aku jantungan. Otomatis gue oasti akan megang tangan dia dong.Dengan segala usaha aku pun memberanikan diri mencatat nomor WA ku dan IG serta FB ku di tangan adrian."udah"seruku setelah selesai mencatat.
"Okey makasih lev, daah"serunya padaku sambil mengelus rambutkuu dan pergi naik ke atas lagi.
Aku dan leva pun bergegas ke parkiran, karna aku ingat kalau karina belum di jemput.
Sampai di parkiran aku nanya ke mila"mil lo ikut gue atau langsung pulang? " "langsung pulang deh, tu ada taksi daah" jawab mila langsung pergi.