
Hari pertama aku sekolah disambut hangat dengan pak satpam setelah aku sampai lah passtinya.
"Hai non leva, gimana kabarnya"tanya pak satpam dengan genitnya.
Kayaknya ni satpam genit deh jiji gue!
"Lahh kok tau nama gue? "
Tanyaku penasaran
"Iyalah non"jawabnya.
"Iyuhh jiji njirr"aku pun pergi karna merasa jiji sama satpam genit itu.
Sesampainya aku di ruangan kelas aku langaung melihat Mila dengan muka bersinar.
"Woi mil? Lo napa? "Tanyaku membuat mila terkejut.
"Aaaaaa levaa lo disini? Huwaa guee seneng bisa ketemu lo"memelukku erat banget sampe aku ga bisa napas.
"Apaan sih lo mil? "Aku melepas pelukan itu karna sesak. "Guee kangen ma lo"jawab mila lagi lagi."ah rese lo baru aja 2 minggu"jawabku sambil menuju tempat dudukku. "Yaelahh *****, dua minggu itu lama"jawab mila sambil manyun. Gue heran deh sama ni anak, tadii dia bahagiaa sampe senyam senyum sendiri tapi sekarang dia manyun lagi aneh bukan?.
"Auh ahh, cape gue bicara ma lo ga kelar kelar! " celotehku ke mila.
Sampe akhirnya jam 08.00 pun tiba.
Dimana kami akan memulai pelajaran baru di sekolah baru.
"Pagi anak anak"sapa salah satu guru pembingbing disana. "Pagi pakkkk"jawab kami serempak.
"Perkenalkan nama bapak adalah bapak handoko. Seperti yang kalian lihat bapak adalah guru mata pelajaran IPA di sini. Paham? " celoteh pak guru itu dengan panjang lebar. Dan hanya kami balas dengan anggukan.
3 les pun berakhir, lonceng akhirnya berbunyi menandakan bahwa waktunya istirahat.
"Oke sekian anak anak, selamat pagi"
"Pagi pakk"jawab kami semua seraya memasukkan buku mata pelajaran tadi ke dalam tas. Tentu saja banyak anak murit yang lucnut berlarian menuju kantin.
Kita pun pergi ke luar ruangan menuju kantin.
Di tengah jalan saat perjalanan di kantin kita ketemu sama kaka kelas cowo yang gantengnya luar biasa. Gue gak tau dia kelas berapa kelas XI atau kelas XII yang penting dia itu ganteng banget.
"Woi lev lo napa? "Tanya mila menghentikan langkah dan membuyarkan angan anganku.
"G.. Gaaaa, gapapa kok!"jawabku agak gugup.
"Yaelah lo gausah boong deh, lo napa?"tanya mila penuh dengan tanya. Sebenarnya gue pengen ngasih tau tapi karna ini di tempat rame yah gue gak berani nanti ada orang dengernya bisa brabe kan, apalagi aju masih anak baru. "Nanti aja gue critanya."jawabku sambil jalan menuju kantin lagi. "Awas lo kalau boong! "Celoteh mila lagi. 'Ck iyaa bawek banget ih! "Jawabku.
Langkah kaki kami pun terhenti lagi lagi di depan kaca mading.Gue berhenti karna gue ngeliat cowo yang gue liat tadi ada disana. Bukan orangnya, tapi fotonya. Dia menggunakan baju bola volli dengan nomor punggung 12. Seketika mataku pun terhenti di salah satu kertas di mading itu yang bertuliskan nama Adrian Putra. Yang mungkin itu nama dari si cowo ganteng itu.
"Lev lo kenapaa sih? Kok berhenti? "
"Lev? Lev? Levaaaa? "Teriak Mila mengejutkan ku. "Apaan sih mil? "Tanyaku penuh tanya dan penuh kesak ke mila.
"Lo kenapa? Pasti ada sesuatu deh yang lo sembunyiin dari gue! Iya kan? "Tanya mila lagi dan lagi. "Auh ahhk, nanti ajaa gue kasi tau nya"Gue pun pergi dari hadapan mading itu menuju kantin. Tapi saat aku pergi aku terkejut ngeluat mila gaada di samping aku.
Dan ternyata dia di belakang ngeliat mading itu dengan serius. Mungkin dia nyari nyari apa yang gue liat kali. Wkwkwk. "Woi mil? Lo napa sih?"tanyaku, dan mila langsung lari ke arahku. "Lo kenapa lev? ""Gue penasaran! "
Tanya mila lagi dan lagi. "Iyaa deh nanti gue kasi tau! " jawabku lagi. "Nanti nanti mulu! "
Jawab mila sambil menyongin mulutnya.
"Yaudahh sabar"jawabku.
Kringggg......... Kringgg............
Lonceng pun bunyi dan kami langsung berbalik badan. "Lo sih lama bener, kita gajadi kan kekantinnya? "Celoteh mila. "hehe iya iya sori beb, nanti kita kekantin deh"jawabku ke mila sambil sedikit nyengir.
Sesampainya di kelas kami pun duduk di bangku masing masing. Bangkuku dan bangku mila cukup berjauhan. Aku di dekat pintu masuk. Sedangkan dia di belakang banget. Jadi kita itu ujung ke ujung.
Saat sedang asyik belajar tiba tiba aku berpaling muka ke arah luar, ntah apa yang sedang ku pikirkan makanya aku bisa melihat tiba tiba ke luar. Aku melihat pria yang kutemui tadi saat ingin ke kantin.
Dia dan 3 temannya mengetok pintu ruanganku.