
...bagaikan bulan yang hidup sendiri...
.......
.......
.......
setelah takemichi pergi meninggalkan Toman, Toman akhirnya terpecah, chifuyu dan beberapa orang tidak setuju takemichi pergi begitu saja namun mikey akan tetap membiarkan takemichi pergi.
chifuyu yang tidak terima dengan hal itu berdebat dengan Mikey dan akhirnya membuat Toman bubar.
.
.
sedangkan di sisi takemichi ia sedang berpikir bagaimana teman temannya bisa mati, lalu ia ingat tidak hanya kecelakaan yang menimpa mereka tapi ada juga yang di bunuh.
takemichi yang mencari tau akhirnya ia sadar saat di timeline sebelumnya ia menjalankan bisnis namun ia juga memiliki saingan, setelah memata-matai mereka orang yang akan menjadi saingannya dan disitu ia tau saingannya sebenarnya menjalankan bisnis sudah sangat lama tapi pada akhirnya takemichi malah merebut rekan bisnis mereka.
tidak sedikit juga dari mereka yang menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh takemichi namun takemichi selalu lolos dan setelah itu mereka akan menargetkan orang terdekatnya untuk menjadi sasaran.
takemichi berpikir apa itu salahnya, semua temannya mati karna dekan dengannya, keputusan takemichi sudah bulat ia akan menjauh dari teman temannya dan akan menjaga mereka dari jauh.
lalu takemichi memikirkan cara untuk menghancurkan orang-orang yang akan mencoba menghancurkannya di masa depan nanti.
karna kelompok mereka telah terbentuk agak lama maka takemichi berniat akan menghancurkannya, setelah itu takemichi menghabiskan waktu yang cukup lama untuk mempersiapkan rencananya untuk menghancurkan mereka semuanya tanpa tersisa.
beberapa hari terlewatkan, takemichi menghabiskan waktu siangnya untuk sekolah dan malamnya untuk membuat rencana, beberapa hari terakhir ini takemichi tidak biasa tidur karena masih sangat menghawatirkan tentang rencananya.
takemichi berpikir sambil duduk di atas kursi meja belajarnya ia masih berpikir apakah ini adalah solusi terbaik untuk dirinya, takutnya setelah ia melakukan semua itu ia malah akan dihadapkan dengan masalah lain.
takemichi mencoba untuk meyakinkan dirinya agar terus maju menjalankan rencananya,lalu ia pergi ke tempat tidurnya dan mencoba untuk tidur.
.
.
.
beberapa jam kemudian takemichi terbangun lagi ia melihat jam dan jam menunjukan pukul 02.05 tapi anehnya walau hanya tidur sebentar dirinya merasa sudah tidak mengantuk tapi dirinya merasa masih lelah.
karna tidak bisa tidur kembali takemichi memutuskan untuk pergi jalan jalan ke taman.
sesampainya di taman ia tidak tau harus melakukan apa karna dia pergi sendiri, lalu ia melihat bulan yang bersinar sangat terang di malam itu.
''sungguh mengagumkan kau sendiri tapi kau mencoba bersinar untuk menyinari malam, aku berharap bisa sepertimu yang sendiri tapi tetap bisa menerangi orang orang yang takut akan gelapnya malam, dan akan memastikan orang orang tidak akan tersesat sampai mereka bertemu dengan sang fajar kembali''takemichi memandangi bulan dengan kagum
bulan tidak mendapat pujian dari orang-orang selayaknya matahari, karna semua orang tidur saat malam dan tidak tau bagaimana bulan menyinari dan menerangi mereka dengan cahaya yang lebih redup dari matahari.
''kurasa setalah ini aku akan benar benar menjadi seperti bulan dan tidak akan menjadi matahari kembali'' ucap takemichi menatap seduh ka arah langit yang berwarna seperti matanya.
''kau tau bulan.....kau sangat mengagumkan, tapi..... kau juga sangat menyedihkan, sama sepertiku.... hahaha aku memang sangat menyedihkan'' takemichi tersenyum dengan pahit dan takemichi menghabiskan waktu dengan menikmati bulan yang disertai angin kecil yang setiap saat melewati wajahnya.
.
.
.
takemichi terus memandangi bulan yang cahaya mulai di ambil karna fajar mulai datang.
karna sudah mulai pagi takemichi pun mulai kembali ke rumahnya dan bersiap untuk pergi ke sekolah.
sesampainya di sekolah ia belajar seperti biasa dan sekarang takemichi juga mulai menjaga jarak dari teman temannya dan juga pacarnya.
sepulang sekolah ia mengajak hina untuk bertemu di belakang sekolah, dengan alasan ingin berbicara sesuatu.
sesampainya di belakang gedung sekolah...
''hina aku ingin kita putus.....''
.
.
.
.
.
***TBC***