
...chapter ini akan di panjangin dikit, yah cuman dikit....
...oke ...
...lanjut ke cerita.....
''apakah si malaikat jatuh telah bangun?''-orang
''yah dia sudah bangun, apakah kau akan melihatnya?''ran.
''yah tapi aku akan melihatnya nanti''izana dan ran pun kembali untuk menghampiri yang lainnya di ruang tengah.
di sisi takemichi ia mulai mengingat Apang yang terjadi tadi malam, ia mengingat bahwa ia mengatakan tentang apa yang terjadi di masa depan pada temanya, walaupun ceritanya tidak lengkap ia tau teman temannya tidak bodoh untuk tidak mengerti apa yang ia magsud.
'' aku harus memikirkan cara dengan matang tentang dengan cara apa aku harus menyelamatkan mereka agar tidak gagal lagi.......aku Sudah memikirkannya tentang apa yang harus kulakukan. takemichi pun mencari hp nya. dan ia melihat jam yang sudah menunjukan pukul 09.45, dan yang mengejutkan adalah saat ia melihat tanggal dan hari yang terletak pada layar hp.
''kemarin adalah hari sial ku dan sekarang kurasa hari keberuntungan ku''setelah mengatakan itu terlihat senyuman di wajah takemichi.
''aku harus segera pergi banyak yang harus aku lakukan sebelum semuanya terlambat''. takemichi pun turun dari ranjangnya dan langsung berlari ke luar untuk melakukan apa yang akan ia lakukan.
takemichi sudah tau denah rumah ini karena di timeline sebelumnya ia pernah merayakan sebuah pesta di rumah ini jadi dia tidak kesulitan untuk mencari pintu keluar.
saat ia hendak keluar tentunya ia harus melewati ruang tengah , disana ran, rindou, kakuco, dan juga izana melihat takemichi yang berlari keluar,
tentu saja mereka langsung menghalangi jalan keluar untuk takemichi , mana mungkin mereka membiarkan anak yang masih setengah mabuk karena alkohol keluar di siang hari begini.
''mingir kalian haitani'' takemichi menatap tajam ke arah haitani bersaudara yang menghalanginya menuju ke pintu.
''bukan kah kau seharusnya berbicara lebih sopan pada pemilik rumah yang membiarkan mu tinggal di rumahnya'' ucap haitani ran pada takemichi.
'' dan lagi kau akan kemana terburu buru begitu?'' ucap rindou yang ada disebelah ran
''kalian tidak yah ikut campur, menyingkirlah"
takemichi berteriak ada dua haitani yang ada di depannya.
"kau jangan kemana mana dulu kau masih mabuk memangnya kau akan pergi kemana take Chan?" ucap kakuco tiba tiba ada di belakang dan memegang tangan takemichi.
"aku memiliki sesuatu yang harus ku kerjakan, dan itu harus hari ini apa kau mengerti jadi menyingkir lah kaku chan, dan lepaskan tangan mu itu dariku'',ucap takemichi dengan nada lembut sambil tersenyum kearah kakuco.
namun kakuco cuman memandangnya dan berkata''tidak''.
''lepaskan atau ku tendang kepalamu''takemichi yang mengatakan itu menatap tajam kearah kakuco.
''aku tidak percaya kau akan berani melakukan
it-'' perkataan kakuco terpotong saat takemichi benar benar mencoba menendang kepalanya, namun dengan sigap kakuco menahannya.
orang di sana jelas sangat kaget tapi mereka mengira kalau itu cuman kebetulan takemichi bisa menendang kakuco,tidak sampai di sini saja karna takemichi yang merasa tangannya sudah di lepas kakuco, lalu ia mengarahkan tangannya kearah wajah kakuco dan mendorong kakuco hingga ia terbanting ke belakang.
''bukankah itu tidak adil kau bilang cuma akan menendangnya?''izana bersuara dan melihat ke arah takemichi dan tersenyum
''kau boleh pergi, ran, rindou jangan halangi pintunya''lanjut izana.
haitani bersaudara pun membukakan jalan untuk takemichi menuju pintu keluar, takemichi yang mendengar itu tidak ambil pusing langsung berlari ke luar dan ia bilang ''aku berterimakasih karna kalian membolehkan ku tidur di sini dan aku akan membalasnya nanti''
''yeah''ucap izana sambil tersenyum.
''kau akan membiarkannya begitu saja, bagaimana kalau Miky datang untuk menjemput nya?''ucap rindou heran padan izana
''ya mau gimana lagi toh dia yang ingin pergi tinggal katakan dia buru buru pergi karna ada urusan'' ucap kakuco yang mencoba berdiri sambil memegangi belakang kepalanya.
''kau tidak papa?'' tanya izana
''yah cukup sakit sih''jawab kakuco ,izana hanya tersenyum kecil lalu ia menyuruh ran dan rindou untuk membuntuti takemichi karna ia merasa takemichi akan melakukan sesuatu yang menarik.
di sisi takemichi ia berlari menuju sebuah bangunan kecil yang terbengkalai,ia mengingat jika hari ini ada sebuah transaksi narkoba oleh dua kelompok mafia namun karna akhir akhir ini polisi sedang aktif, mereka akan menyimpan uang nya di dalam sebuah bangunan kosong yang nantinya akan di ambil dan di tukar dengan barang yang dimau oleh mafia yang menjual narkobanya.
saat itu terlihat dua orang yang keluar dari bangunan tersebut , karna orang orang itu telah jauh takemichi pun masuk kedalam bangun itu untuk mengambil uang tersebut karna takemichi merasa ia akan sangat membutuhkan uang tersebut untuk membeli senjata dan untuk melindungi Teman temanya
setelah itu takemichi pergi ke rumah siba untuk menemui taiju untuk mencarikan senjata di pasar gelap dan sekalian ia mau numpang mandi karna ia tau di jam segini adik adik nya sedang pergi keluar sedangkan taiju ia pasti dirumahnya dan sedang menghitung uang haramnya.
setelah sampai di rumah Shiba memang yang membukakan pintu adalah orang yang besar besar ya orang itu adalah taiju, pertama Tama takemichi menanyakan keberadaan yuzuha dan hakai tapi taiju berkata ''mereka sedang pergi jadi pergilah''
''aku datang untuk transaksi''ucap takemichi sambil tersenyum,''dan sekalian mau ikut mandi''lanjutnya
''hahh.... masuk lah'' ucap taiju .
mereka berdua pun masuk ke dalam dan taiju menunjukan di mana kamar mandinya.
''taiju pinjamkan aku bajumu''takemichi berkata sambil pergi ke kamar mandi.
lalu taiju pun pergi ke kamarnya untuk mencari baju kecil untuk takemichi.setelah selesai mandi takemichi pun mengambil baju yang di berikan taiju padanya.....dan pasti tau kan rupa takemichi saat pake baju taiju kaya gimana.
"ga ada yang lebih kecil?"tanya takemichi pada taiju.
''tidak, itu sudah yang paling kecil,pakai saja kau cuma pinjam jangan lupa kembalikan''ucap taiju
''iya sialan'' takemichi
''sejak kapan kau berbicara kasar?....'' karna tidak ada jawaban dari takemichi taiju pun bertanya kembali
''apa yang bisa aku bantu sampai kau datang kesini?''
''aku ingin senapan tentu saja bukan yang biasa, aku dengar akan ada pelelangan gelap beberapa hari lagi disana akan dilelang sebuah senapan model terbaru yang bisa menembak dengan jarak yang jauh dan sangat cepat daripada senapan pada umumnya, jadi aku ingin itu'' ucap takemichi sambil tersenyum.
''kenapa tidak meminta bantuan kokonoi, dan malah memintaku untuk datang ke pelelangan untuk membeli senjata itu''.taiju memandang takemichi dengan tatapan heran.
''masalahnya jika aku meminta Koko untuk datang ke pelelangan dia akan menanyakan untuk apa senjata itu dan tidak menutup kemungkinan Koko akan memberitahu hal itu pada inupi dan mungkin inupi ia akan memberitahu yang lainya tentang itu, jadi aku ingin ini jadi sebuah rahasia'' jelas takemichi pada taiju.
''jadi kau ingin ini menjadi rahasia? lalu kenapa kau ingin senjata yang sangat ribet untuk di dapat itu, dan akan di gunakan untuk apa itu?'' tanya taiju pada takemichi
''ne taiju kenapa kau sangat banyak tanya?.... yang jelas aku tidak menggunakannya untuk sesuatu yang baik!..... jadi kau mengerti kan jangan banyak tanya''ucap takemichi dengan kesal pada taiju
setelah itu takemichi mengeluarkan sebuah kantung yang berisi uang pada taiju, tadinya taiju ingin bertanya dari mana takemichi memiliki uang tersebut namun tidak jadi karna takemichi mendahuluinya untuk berbicara.
''jangan bertanya dari mana aku dapan uang itu, uang itu cukup untuk membeli senapan yang aku mau dan tiket masuk kedalam pelelangannya, dan sisanya cukup besar kau boleh mengambilnya!''ucap takemichi
taiju pun tersenyum dan mengangguk'' ya serahkan padaku akan ku urus dan juga rahasia mu aman pada ku''
''ya bagus jika kau mengerti'' takemichi pun ikut tersenyum.
''yah kepalaku cukup pusing biarkan aku tiduran dulu disini sebentar''lalu takemichi pun merebahkan tubuhnya di atas sofa di dekat taiju, taiju tidak berkata apa apa. ia langsung menghitung uang yang diberikan takemichi.
hari pun sudah sore dan hampir malam taiju tidak membangunkan takemichi karna ia merasa sangat sibuk dengan pekerjaan nya, beberapa saat kemudian terdengar suara pintu yang terbuka dan masuk lah kedua orang, laki laki dan perempuan.
''kami pulang'' kedua orang itupun terkejut melihat takemichi yang enak enakan tiduran di sofa yang terasa dirumahnya sendiri.
''kenapa dia ada disini?''-orang
maaf jika tidak nyambung cerita ini akan sangat melenceng dari aslinya,maaf juga bila ada kata yang salah
jangan lupa untuk
commetn
like
share serta vote
bonus:)
***TBC***