Here's Your Perfect

Here's Your Perfect
Part 2 (RAYNENDRA ZAYN)



*Kriiingggggg!!!!!!........ ". *Suara Alarm*


Bunyi suara alarm membangunkan tidur Adelia. dilihatnya alarm tersebut tepat menunjukan pukul 06.30 Wib. Dia bergegas bangun dan menyibakkan selimut yang telah menutupi tubuhnya. Semalam setelah mereka bercekcok dengan Nino memutuskan untuk menginap dirumah Adelia.


Dengan berasalan untuk menebus rasa bersalahnya Nino yang membuat tangan Adelia terluka.


Adelia bergegas menuju kamar mandi dan menyelesaikan ritual dipagi harinya dengan membersihkan diri.


Nino yang merasa sosok disampingnya tidak ada ia segera bangun dari tempat tidur dan menuju lemari pakaian Adelia.


Ia mengambil pakaian yang cocok untuk dikenakan Adelia pergi kekantor. Ia tak ingin kekasihnya itu menggunakan pakaian yang sexy saat berada dikantor karena takut akan mengundang mata lapar para pria di tempat Adelia bekerja. Ia sebaik mungkin untuk mengaturnya agar kekasihnya merasa aman ketika ia tidak berada disisinya.


Sebenarnya semenjak 2 tahun yang lalu ketika Adelia kekasih hatinya itu lulus dari pendidikan kuliahnya telah diterima bekerja di sebuah kantor terbesar di ibu kota Jakarta dengan gajih cukup tinggi untuk fresh graduate setera dengannya.


Nino merasa keberatan ketika mengetahui Adelia memutuskan untuk bekerja, padahal Nino menginginkan Adelia tetap berada dirumah saja dengan membuka usaha sendiri.


Dengan kemampuan dan berkecukupan dari Nino. Dia mampu memberikan apa yang dibutuhkan Adelia. Namun berbeda dengan Adelia dia tidak ingin merepotkan Nino kekasihnya itu. Ia tidak ingin di cap sebagai wanita matre yang memanfaatkan keadaan kekasihnya.


Dengan perdebatan berkelit Nino akhirnya mengijinkan Adelia untuk bekerja sesuai dengan keinginannya. Nino tidak ingin melihat Adelia merasa sedih dengan melarangnya bekerja. Namun tidak mudah bagi Adelia ketika mendapat lampu hijau dari Nino untuk mengijinkannya bekerja, Adelia dengan berat hati menerima persyaratan dari Nino dengan selalu memberikan kabar setiap jam dan selalu memberikan foto dengan pakaian yang dikenakan Adelia.


Adelia telah selesai dengan ritual membersihkan dirinya keluar menggunakan bathrobe sambil berjalan menghampiri Nino.


"Kau sudah bangun sayang". Adelia dengan memberikan kecupan di pipi dan bibir Nino sebagai morning kiss.


"Hhmm, seperti yang kau lihat".


"Pakailah baju yang telah aku siapkan untukmu ini". Ucap Nino dengan menyodorkan pakaian untuk Adelia kenakan.


Adelia dengan senang hati menerima pakaian yang telah di siapkan untuk dirinya itu. Dan bergegas menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.


Adelia keluar dari kamar mandi dengan sedikit murung, bagaimana tidak pakaian yang telah disiapkan Nino tersebut yaitu sebuah kemeja yang berukuran besar dari badan Adelia dan setelan celana yang longgar semacam model Cullote. Namun ia tak kehabisan akal, Adelia memasukkan bajunya kedalam celana sehingga terlihat lebih baik.


Disaat Nino sedang duduk pinggir kasur ia tak memperhatian Adelia, ia sedang asik berkutat dengan Handphone nya.


"Aku sudah siap, aku akan berangkat sekarang sebelum terlambat". Ucap Adelia.


Mendengar suara Adelia Nino meletakkan Handphone nya dan beralih menatap Adelia.


Dengan rasa terkejut Nino langsung berdiri dan menarik baju Adelia untuk dikeluarkan dari dalam celana. Nino tak menyukai melihat Adelia dengan cara berpakaian seperti itu.


Adelia murung dengan sikap Nino tersebut.


Dan ia mengambil sebuah tas lalu bergegas keluar dari rumahnya.


Nino hanya bisa menahan amarahnya dengan sikap Adelia yang murung dan meninggalkannya sendiri didalam kamar.


Nino tak ingin Adelia kembali menjadi marah lagi dan membuat perdebatan kembali diantara mereka.


Sedangkan dilain sisi Adelia kini telah naik sebuah bus yang tak jauh dari rumahnya.


"Huffffttt!!!!, dia kira aku ini mau pergi ke minimarket apa!, aku ini mau pergi bekerja masa iya aku pakai baju model seperti ini!". Kesalnya Adelia.


Kemudian Adelia dengan menghembuskan nafas kasarnya lalu menyandarkan kepalanya di jendela kaca bus tersebut.


...-------⏳⏳⏳-------...


...REYZ,Pte Ltd....


Setibanya di sebuah gedung raksasa yang menjulang tinggi. Adelia langsung bergegas menuju laci tempat ia menyimpan barang dan tas nya selama dikantor dan mengambil sebuah rok lalu menuju toilet.


Ia mengganti celana nya menjadi rok dikarenakan Adelia adalah seorang Customer Service di perusahaan tersebut dan perusahaan telah memberikan seragam rok untuk digunakan selama bekerja.


Jujur Adelia tak pernah memberi tahu kepada Nino jika ia mendapat seragam rok untuk digunakan ketika bekerja. Ia tahu jika ia memberi tahu Nino yang ada akan membuat perdebatan dan Nino yang pasti tidak akan mengijinkan Adelia kembali bekerja.


Setelah kembali dari toilet Adelia bergegas menuju meja Customer Service untuk menyambut seluruh pegawai ketika datang.


Tak terkecuali dengan Raynendra Zayn.


adalah seorang Ceo dari REYZ,Pte,Ltd. Dia orang yang terkenal baik dan ramah pada semua orang yang ia kenal. Namun dibalik keramahannya ada sebuah rahasia kepahitan yang pernah ia alami sebelumnya.


"Selamat Pagi Sir Rayn". Sapa Adelia dengan senyum ramah dan menunduk hormat.


"Selamat Pagi juga Adel". Sapa balik dari Rayn.


Rayn melewati Adelia dengan melangkah tegap dan aura sang Ceo Lalu ia menuju lift VVIP yang dibuat khusus untuk dirinya.


Sesampai diruangannya Rayn meletakkan sebuah tas jinjingnya dan mendudukan dirinya di kursi kebesarannya sebagai seorang Ceo.


Tak lama suara bunyi ketukan pintu terdengar.


dan masuklah seorang pria yang tak kalah tampannya dari Sang Ceo Rayn namun lebih tampan Rayn, ialah sosok tampan tersebut bernama Mario.


"Ada perlu apa?". Tanya Mario tanpa basa basi.


Mendengar perkataan Mario, Rayn mendengus kesal, "Kau disini berbicara dengan Seorang CEO tampan dengan nada begitu?".


"Hahahahah, tampan katamu?, lebih tampan aku kali". Dengan percaya diri Mario menyombongkan dirinya.


Dengan senyum smirk Rayn menjawab "Tak usah percaya diri bahwa isi Atm ku bahkan lebih tampan darimu". Rayn menyombongkan dirinya sambil tertawa puas mengejek Mario sahabatnya itu yang ia kenal masa sekolah menengah atas hingga kuliah.


"Panggil Adel, suruh datang keruanganku sekarang, aku ingin berbicara padanya".


"Kenapa dengan Adel? kau menyukainya? aku semalam melihatmu mengantarkan Adel pulang". Tanya Mario dengan menatap menelisik kepada Rayn dan melipat kedua tangannya di dada seolah dia meminta Rayn untuk memberikan penjelasan.


Melihat tingkah Mario, kemudian dengan reflek Rayn melemparkan bulpoin kearah Mario. Dengan sigap Mario menghindar dan terkekeh melihat tingkah konyol Rayn.


"Oke oke aku akan memanggil Adel kesini, akan ku beritahu dia jika kau butuh belaiannya, Hahahaha". Ucap Mario sambil berlari menuju pintu


"Kau!!, Awas akan ku potong gajihmu!!!!". Teriak Rayn didalam ruangannya.


Sedangkan Mario kini sudah berada di lantai dasar tempat Adelia bekerja di Customer Service. Ia sengaja memang tidak melakukan panggilan melalui telepone intercome. Ia ingin datang menemui Adelia dan melihat wajah manisnya untuk ia goda.


Dengan bernada siul Mario sudah didepan meja Customer Service. Sedangkan Adelia terkejut karena kedatangan Mario.


"Ada yang bisa saya bantu Pak Mario?". Tanya Adelia.


"Cantik, bisakah kau ikut aku menemui bos tampanmu itu?". Goda Mario.


Adelia hanya memasang wajah senyum tanpa menjawab. Ia sebenarnya tidak yakin dengan ucapan Mario, karena Mario didalam perusahaan terkenal dengan pria sang Casanova dan suka menggoda wanita cantik.


"Kau tidak mendengar perkataanku? apa kau tidak ingin ikut aku menemui bosmu?".


"Oke tak apa jika kau tidak ingin, aku akan mengatakan pada Rayn jika kau sedang sibuk". Kemudian Mario memutar balik badannya dan meninggalkan meja kerja Adelia.


Adelia dengan ragu lalu ia berlari kecil untuk menghampiri Mario. Dan mereka menuju Lift umum untuk datang keruangan Ceo tersebut.


"Hei Adel, apakah kau sudah cukup lama bekerja disini?". Tanya Mario pada Adelia.


"Saya baru bekerja disini sudah jalan 2 tahun Pak" Jawab Adel sambil menunduk.


Mario hanya mengangguk, wajar jika Mario bertanya dikarenakan Mario sebelumnya telah tugas diluar negeri dengan Rayn dalam 1 tahun terakhir sebelumnya untuk mengurus beberapa proyek pekerjaan dan percintaan Rayn.


Sesampainya di lantai 20 ruangan Ceo, Mario mengetuk pintu dan terdengar suara barito dari dalam "Masuk".


Mario membuka pintu dan mempersilahkan Adelia masuk kedalam ruangan Rayn.


Rayn berdiri dari kursi kebesarannya dan menghampiri Adelia.


Dengan meraih tangan Adelia, namun Adelia terkesiap dengan bentuk rasa kepedulian dari Rayn yang tiba-tiba menarik tangannya.


"Tanganmu terluka, apa itu ulah dari kekasihmu?".


Adelia hanya menggeleng, dia tak menjawab dan tak ingin Rayn mengetahui.


Lalu Adelia berusaha menarik tangannya dari Rayn, "Maaf Sir, itu bukan urusan Anda".


"Ada apa Sir memanggil Saya? jika tidak ada keperluan saya akan kembali bekerja". Ucap Adelia dengan tegas dan hendak melangkahkan kakinya menuju pintu.


Melihat Adelia yang hendak keluar, dengan sigap Rayn menahannya dan menarik tangan Adel tanpa sengaja membuat wajah mereka berdekatan.


Deg! Deg!


Bunyi detak jantung Rayn berdetak dengan cepat dan membuat perasaannya tak nyaman.


...----⏳⏳⏳----...


**TBC...


JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN LIKE, COMENT DAN HADIAH SEIKHLASNYA.


AGAR SEMANGAT UPDATE UNTUK CERITA ADELIA DAN NINO ❤ GUMAWO UDAH DUKUNG SAYA.