
"Praanngg!!!" *Suara pecahan sebuah gelas*
Ninoooooooo!!!!,,, *Teriak Adelia*
"Kumohon hentikan Nino, jangan melukai dirimu sendiri! ". Suara parau penuh dengan perasaan memohon Adelia.
Adelia sangat sedih ketika melihat Nino sang kekasih sedang berusaha melukai tangannya sendiri dengan pecahan gelas.
Adelia berdiri dan merampas sebuah pecahan gelas dari tangan Nino, Adelia tidak perduli jika pecahan gelas yang ia rebut dari Nino melukai tangannya sendiri.
Melihat Adelia yang terluka tangannya dari pecahan gelas tersebut, Nino tersadar bahwa apa yang ia lakukan adalah sebuah kesalahan.
Ia langsung menarik tangan Adelia dengan menatapnya penuh kesedihan dan rasa bersalahnya.
Hati Nino hancur sehancurnya melihat tangan orang yang dicintainya selama ini terdapat luka akibat ulahnya serta keegoisannya.
*Flasback
Pasalnya ia telah bercekcok dengan Adelia. Ia melukai tangannya hanya gara-gara ia merasa cemburu ketika melihat Adelia sepulang dari kantor diantar oleh teman kantornya yang bernama Rayn.
Sejujurnya Nino merasa cemburu dan panas hati ketika ia tidak sengaja melihat kekasihnya Adelia diantar oleh Rayn. Nino melihat Adelia disaat Nino baru sampai di halaman rumah Adelia.
Nino dengan penuh amarah yang menguasai hati dan pikirannya. Sehingga sulit untuk berpikir normal. Dengan berjalan menghampiri Adelia lalu menarik tangan Adelia dengan paksa untuk masuk kedalam rumah.
Rayn yang terkejut akan kedatangan Nino yang menghampiri Adelia tersebut berusaha keluar dari mobilnya. Ia ingin sekali memaki Nino namun Nino terlebih dahulu menarik Adelia.
"Kau sebagai lelaki, tolong jangan dekati Adel, dia sudah memiliki seorang kekasih! Camkan itu!! ". Teriak Nino didepan pintu rumah Adelia.
Adelia yang merasa kesakitan akibat genggaman erat dari tangan Nino tersebut mencoba untuk menarik tangannya dari genggaman Nino.
"Hentikan Nino, Kau jangan seperti kekanakan! dia temanku!". Teriak Adelia dengan memegang tangannya yang merah akibat genggaman dari Nino.
Nino yang dipenuhi amarah ia merasa terbakar hati dan perasaannya. kemudian melihat sebuah gelas yang berisikan air mineral lalu mengambil dan meminumnya.
Lalu setelah meminumnya ia memecahkan gelas yang telah digunakannya untuk minum.
Melihat Nino yang memecahkan gelas, Adelia terkejut dan berteriak untuk menghentikan Nino yang berusaha melukai tangannya dengan serpihan pecahan gelas.
"Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?"
*Suara parau Nino dengan menahan tangis dan kesedihannya*.
"Kau jangan seperti kekanakan Nino, Aku masih tetap mencintaimu, ku mohon jangan melukai dirimu".
Nino yang terkejut melihat tangan Adelia yang bercucuran darah akibat merebut serpihan gelas tersebut.
Dengan perasaan gugup Nino melangkah mencari kotak P3K untuk mengobati luka Adelia.
Adelia hanya menangis terseduh seduh dengan rasa ketakutan dan terkejut melihat sikap Nino yang membabi buta dipenuhi amarah rasa cemburu.
Ini bukan pertama kalinya Adelia melihat Nino berusaha melukai diri sendiri akibat kemarahan dan rasa cemburunya pada Adelia.
Nino kembali dengan membawa kotak P3K lalu mendekati Adelia seraya membawa Adelia untuk duduk di ruang tamu. Ia dengan perasaan menyesal telah membuat tangan cantik Adelia terluka yang terdapat sayatan akibat serpihan gelas tersebut.
Dengan penuh kehati-hatian Nino mengolesi obat dan meniup-niup luka tersebut. Adelia yang telah berhenti menangis pun melihat rasa penyesalan Nino yang berusaha untuk mengobatinya membuat hatinya sedikit hangat.
"Jangan pernah lakukan seperti itu lagi sayang, aku tidak ingin kau terluka karenaku". Nino
Adelia lalu memeluk Nino dengan perasaan sedih bercampur senang karena Nino masih memiliki perasaan cinta untuknya.
Nino hanya diam saja ketika Adelia memeluknya. Ia tidak ingin membalas pelukan kekasihnya karena ia masih ada perasaan sedikit kesal dengan Adelia.
Namun berbeda dengan Adelia ketika ia memeluk Nino ia merasakan sesuatu yang berbeda tidak seperti sebelumnya ia merasakan perasan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
Ada perasaan sesuatu yang kurang dan hilang dari dalam diri Adelia. Tapi Adelia tidak mengetahui lebih jelasnya. Ia hanya berusaha memejamkan matanya dan meneteskan sebuah butiran permata krystal dalam pelukannya.
Ia hanya berharap untuk hari esok dan selanjutnya hubungan mereka menjadi lebih baik.
Please Berikan dukungan kalian dengan berupa Like, Coment, Hadiah seikhlasnya untuk memberiku semangat dan menulis kisah Adelia dan Nino selanjutnya ❤ Gumawo dukungan dari kalian.