Here's Your Perfect

Here's Your Perfect
BAB 12



"Gila gila! astaga kenapa Sir Rayn seperti itu!".


Adelia dengan tatapan gusar setelah dari ruangan Rayn. Saat ini ia sedang mengerjakan beberapa pekerjaannya, namun ia tidak bisa berkonsentrasi secara penuh.


Drrrttt!!


Drrrrttt!!


*Bunyi suara getaran dari ponsel Adelia*


Adelia lalu merogoh ponsel yang ia letakkan di saku rok nya itu dan kemudian melihat dilayar ponselnya sebuah panggilan dari *My Love*.


Segera ia berlari menuju toilet untuk menerima panggilan telepon nya dari sang kekasih Nino.


"Kenapa lama sekali menjawab teleponku?".


"Apa kau sedang sibuk sayang?". Tanya Nino.


"Hhmm, aku tidak sibuk hanya saja tadi ada sedikit pekerjaan". Jawab Adelia.


"Siang nanti aku akan menjemputmu untuk makan siang bersama, Sampai jumpa nanti. Bye". Ucap Nino dengan menutup panggilannya.


Mendengar ajakan Nino untuk makan siang bersama, Adelia menghembuskan nafas kasarnya. Pasalnya ia harus mengganti roknya dengan celana seperti tadi pagi ketika ia harus berangkat bekerja.


Sebenarnya tidak masalah untuk Adelia harus mengganti rok nya dengan celana namun Adelia hanya malu jika nanti harus bertemu dengan teman atau pegawai lainnya.


"Ya Sudahlah jika memang harus seperti ini, menolak pun tidak bisa, Nino bisa marah nanti". Ucap Adelia dengan kepasrahan.


Lalu ia keluar dari bilik toilet dan melihat jam yang menempel di tangannya menunjukkan pukul 11.00.


Ia harus ijin keluar sebelum jam istirahat karena ia tidak ingin dilihat para pegawai dengan penampilannya.


Adelia bergegas keluar dari toilet dan menuju lemari tempat dimana ia meletakkan tas dan celananya dan kembali ke toilet.


Memakai kembali celana yang telah dipilihkan Nino serta tak lupa memakai masker yang ia bawa dan ia letakkan di dalam tas.


Dan tak lupa sebelum pergi ia merogoh tas lalu mengambil sebuah ponsel untuk menghubungi Sarah sebagai teman partner kerja dia pada hari ini untuk memberitahunya jika ia ijin keluar lebih dulu.


Setelah Adelia keluar dari gedung tempat ia bekerja, Adelia bergegas menuju tempat coffeshop yang tak jauh dari kantornya.


Adelia sedang duduk menikmati secangkir coffe lalu merogoh tasnya mengambil ponsel dan memberitahu Nino jika ia sedang menunggu di coffeshop.


*Tuuuuuuuuttttttt....


*Tuuuuuuutttt......


Operator: Nomor yang anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi.


Adelia mencoba menelepon kembali, namun tetap sama panggilan tidak terhubung.


Ia tak putus asa, mencoba kembali ke empat kalinya ia menghubungi namun tetap sama panggilan tidak terhubung.


Dengan perasaan berkecamuk dan gusar tidak biasanya Nino mengabaikan telepon darinya.


Ia semakin cemas dan takut jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.


Ketika Adelia sedang berkecamuk dengan segala pikirannya. Seorang pria tampan yang sedari tadi memperhatikan dari kejauhan lalu berjalan menghampiri Adelia karena pria tersebut masih ragu jika wanita dengan penampilan menutupi dirinya dengan masker tersebut adalah orang yang ia kenal.


"Permisi apa aku boleh duduk disini?". Tanya Rayn, sebelum Adelia menjawab Rayn pun langsung mendudukan dirinya di kursi yang berhadapan dengan Adelia.


Adelia yang terkejut dengan kedatangan Rayn yang tiba-tiba duduk di depannya itu, dengan sedikit canggung dia berusaha menundukkan kepalanya agar sang manik tidak bertemu tatap dengan manik milik Rayn.


"Maaf apakah anda mengenali saya?". Adelia dengan sedikit mengubah suaranya.


"Hahahah, kau itu lucu sekali, jelas-jelas kau ini orang yang ku kenal". Ucap Rayn.


Rayn tanpa basa basi kembali ia menarik masker yang sempat menutupi wajah cantik Adelia tersebut.


Adelia terkejut bukan main, ia shock dengan sikap Rayn yang menurut dia tidak sopan dengan menarik maskernya.


Dengan wajah marah Adelia langsung berlari untuk menghindari Rayn. Lagi-lagi kenapa harus bertemu dengan Rayn. Memang seperti pepatah dunia tidak selebar daun kelor.


Adelia menangis dengan berlari, ia tak tahu kenapa ia jadi menangis, namun kini pikirannya kembali memikirkan Nino, karena Nino tidak bisa dihubungi.


Disisi lain Rayn keluar dan mengejar Adelia. Ia tak tahu kenapa Adelia berusaha menghindar darinya. Apakah ia telah berbuat kesalahan?. Entahlah Rayn masih belum mengerti.


Rayn semakin berlari hingga ia menemukan Adelia yang sedang duduk berjongkok dengan menutup wajahnya, ia menangis sejadi jadinya.


Melihat Adelia menangis entah mengapa membuat perasaan Rayn semakin sakit. Seperti merasakan sakit di dadanya. Dengan sigap Rayn menarik tangan Adelia hingga membuat Adelia berdiri dan dalam sekejap Adelia berada di pelukan Rayn.


Tanpa mereka sadari, seseorang Pria telah menatap dari kejauhan dengan mata nanar menahan kesedihan dan amarah. lagi-lagi bertemu ia harus melihat wanitanya bersama pria lain. Sungguh ia sangat membencinya dan ingin sekali memukulnya.



Dukung saya dengan memberikan Like, Coment dan Beri Hadiah seikhlasnya. Agar diriku semakin semangat untuk Updatenya.


Gumawo dukungan dari kalian ❤