Heartrest

Heartrest
04 Hati yang Patah



"Morning pangeran"


sapa princess pada sahabatnya  yang baru bangun dari tidurnya.princess tengah membuat nasi goreng untuk sarapan mereka berdua


"morning my princess,baunya enak,jadi laper"


pangeran langsung mendudukan pantat nya di meja makan sambil memperhatikan princess yang tengah serius memasak.


"pangeran mandi dulu gih,abis itu kita sarapan.jam 10 nanti kita ke juanda yah"


ajak princess


"siayapp bosque"


ujar pangeran dengan semangat


"dih jadi anak bapau sekarang"


sindir princess


"au ah"


pangeran ngacir ke kamar mandi untuk melakukan ritual nya tiap pagi.sehabis mandi mereka sarapan bersama.


Kring..kring...


telfon rumah berdering


"bentar yah,aku angkat telfon dulu"


ucap princess lalu meninggalkan pangeran


"hallo"


sapa princess


"hallo princess ini om juna"


juna adalah adik kandung mamanya princess


"iya ada apa ya om?"


tanya princess penasaran


"kamu tenang dulu ya princess"


terdengar hela'an nafas berat dr om juna


"orang tua kamu telah meninggal karena kecelakaan sewaktu akan ke bandara"


deg seketika princess mematung.dya menjatuh kan telfon tersebut.air matanya sudah membanjiri pipi halusnya.pangeran yang melihat kearah princess langsung berlari menghampiri.dan langsung mengambil telfon yang tergeletak di lantai tersebut


"hallo hallo princess"


terdengar suara dari sebrang telfon


"halo om,ini pangeran.ada apa ya oom?"


tanya pangeran yang cemas


"orang tua princess meninggal pangeran.karena kecelakaan lalu lintas.tolong jagain princess yah.om kawatir sama dya"


seru om juna dari telfon.


"baik oom,pangeran pasti jagain princess"


ucap pangeran tulus


"yaudah nanti om kabarin lagi yah,titip ponakan kesayangannya om ya"


seru juna lalu mematikan telfon.


pangeran yang melihat princess menangis terisak di lantai.langsung memeluknya


"pa,pangeran princess sendiri huhuhu"


ucap lirih princess dan tak henti-hentinya mengeluarkan air mata.


"mama papa pergi ninggalin princess,princess gak punya siapa-siapa lagi"


tambahnya dengan isakan yang semakin kencang.pangeran mendekap gadis itu semakin erat.


"princess masih punya pangeran,pangeran janji ga bakal ninggalin kamu"


janji pangeran pada princess


karena tak kuat menahan kesedihan princess pingsan di pelukan pangeran.tak lama kemudian mellin ibu pangeran memasuki rumah princess,dya merasa sedih karena sahabat baiknya telah meninggal dan dya ga tega terhadap princess yang udah d anggap seperti anak kandungnya sendiri


"pangeran gimana keadaan princess?"


tanya merlin pada anaknya


"princess pingsan mah,dya terlalu banyak menangis"


ucap pangeran yang tengah memberikan bau minyak kayu putih di hidung princess


titah merlin


🌼


Princess Pov🌸


Rintik-rintik hujan membasahi tubuhku.seolah langit ikut menangis dengan kepergian orang tuaku.aku bersimpuh di tengah kedua makam.seolah tuhan merampas semua bahagiaku.dengan tubuhku yang masih lemas dan air mata yang tak mampu berhenti mengalir aku masih enggan meninggalkan makam kedua orang yang amat ku sayangi.


"princess ayuk pulang"


dekap pangeran menguatkan tubuhku


"princess mau ikut mama papa pangeran,hiks hiks"


seruku dengan keras kepala


"kamu ga kasian sama orang tua mu.mereka pasti sedih melihat kamu kaya gini"


gerutunya,pangeran langsung menggendongku ala bred still.aku menguatkan pelukanku pada pangeran.


"princess sendirian pangeran,princess gak punya siapa-siapa lagi,mama papa udah pergi,princess harus gimana"


isakku di pelukannya.


"kan masih ada aku princess"


ucapnya


🌼


aku masih terdiam termenung di balkon depan kamarku dengan memeluk foto papa mama.kepergian mereka sangat membuatku terpukul. masih meratapi kepergian mereka.


"ma,pa kenapa kalian ga ngajak princess"


"princess sendirian,bahkan princess belum sempat bikin kalian bangga"


rasanya air mataku kering,tak mampu lagi mengeluarkan air mata karna terlalu sering menangis


"princess kamu harus kuat,tante sama om pasti lebih sedih kalo liat kamu rapuh kaya gini"


ucap seseorang yang sangat familiar.


aku menatap dalam ke arah pangeran.ya dya memang benar.aku harus bangkit.semoga mama papa bahagia di sana ya.princess janji bakal selalu jadi anak yang baik.ucapku teguh dalam hati.


tangan lembut pangeran mengusap air mataku yang hampir kering.


"princess cuci muka dulu yuk,habis ini kita ke bawah.ada pak hendra"


ucapnya.pah hendra adalah pengacara keluargaku.


Setelah aku selesai cuci muka akupun turun di temanim pangeran untuk menemui pengacara keluargaku dan om juna.


"princess are you ok?"


tanya om juna yang kelihatan hawatir.aku hanya tersenyum dan duduk si soffa depan om juna dan pak hendra duduk.lalu pangeran menyusul untuk duduk di sebelahku


"nak princess saya ikut berduka cita ya atas kepergian orang tua nak princess"


ucap lelaki paruh baya itu,lalu dya mengeluarkan selembar surat dari map yang dya bawa


"ini adalaha surat wasiat dari mendiang orang tua nak princess"


Dear My Princess


Nak Ketika Kamu Sudah Membaca Surat ini Mungkin Kami Sudah Gak Bersama Kamu Lagi


2 Bulan Lalu Mama Bermimpi Mama Dan Papa Pergi Ke Sebuah Pantai Yang Indah Tapi Kamu Menangis


Mama Punya Firasat Buruk


Dan Nak Kamu Harus Tau Kalo Kamu Sebenarnya Adalah Anak Angkat Mama Dan Papa,Kami Mengadopsimu Dari Sahabat Kami.Kalau Kamu Ingin Mencari Orang Tua Kamu,Kamu Bisa Minta Tolong Dengan Om Juna Sayang.Maaf Kan Kami Yang Belum Bisa Jadi Orang Tua Yang Baik Buat Kamu.Kami Sangat Menyayangimu Princess.


From. Mama&Papa


Setelah membaca isi surat itu aku kembali menangis tersedu-sedu,pangeran dengan sigap memeluk tubuhku yang rapuh dan lemas.


"pangeran princess mau ke kamar"


rengekku pelan pada pangeran,lalu dengan sabar dya menggendongku ala bridal style.aku masih terpukul,aku juga syok dengan apa isi dari surat wasiat yang di tulis almarhum.tuhan kenapa ini semua begitu rumit.enggau ambil kedua orang yang aku sayangi.dan ada rencana apa tuhan.siapa orang tua kandungku.


🌼


Author pov


Princess tertidur setelah pangeran mengusap-ngusapkan tangan nya ke rambut princess dengan lembut.


"kamu masih ada aku princess,aku bakalan selalu jagain kamu"


ucap pangeran dalam hati,dya memperhatikan wajah princess yang terlelap.lalu mengecup kening princess.


Pangeran tau ini ujian yang berat untuk princess.walau dya kadang terlihat ceria dan seperti tak ada beban,tapi pangeran tau princess amat kesepian.ada kerapuhan di dalam hatinya.dan pangeran lah yg paling tau kalo princess sangat menyayangi orang tuanya walau mereka jarang di rumah dan jarang juga memberikan perhatian kepada anak semata wayangnya.