Heartrest

Heartrest
15 Perpisahan



Princess Pov


"princess ayuk masuk"pangeran menarik pergelangan tanganku dengan lembut.aku berada di rumah pangeran.tante merlin mengajak ku makan malam bersama karena kak ferel besok sudah harus kembali ke luar negr.kalian tau kan gimana dekatnya aku dengan kluarga pangerani.


"malam om,tante"sapaku lalu menyalimin tangan kedua calon mertuaku.


"iya princess,makin cantik aja"goda om tonny.


"sini-sini princess tante udah masak banyak nih,ada kue-kue juga"tante merlin mempersilahkan aku untuk duduk.dan pastinya aku duduk di samping pangeran.kami memang tak bisa di pisahkan.


"princess udah bosen belum sama pangerannya?"goda abang ferel padaku yang di hadiahi tatapan tajam dari pangeran.gemes banget abang adek ini yang srlalu gak pernah akur.


"haha gak lah kak,gabakalan bosen sama pangeran"jawabku sambil menggenggam tangan pangeran di bawah meja.oh dan apa ini pipi pangeran memerah.aduh imutnya.


"abang jangan ledekin pangeran mulu"protes tante merlin yang tengah menuangkan sayur ke om  piring tonny.


"kalian berdua setelah lulus sma mau lanjutin kemana?"tanya om tonny.


"pangeran mau nikah pa"sontak aku kaget dengan jawapan pangeran yang mengejutkan tentunya.dan om tonny,abang sama tante merlin sama terkejutnya.


"pangeran srius"tanya om tonny serius sambil menaikkan sebelah alisnya,emang anak sama bapak ya mirip banget ekpresinya kalo pangeran lagi marah.


"iya pa serius.pangeran mau kuliah d us,tapi gak mau pisah sama princess.jadi pangeran mau nikah aja biar bisa bawa princess kemana-mana."ucapannya yang membuatku makin kaget lagi.


"princess mau kan?"tanyanya kepadaku.aku bingung sih harus jawab apa.


"udah-udah makan dulu.nanti di bicairain nanti.keburu dingin makanannya.nanti jadi gaenak"ucapan tante merlin menyelamatkan ku dari pertanyaan pangeran.


Setelah selesai makan pangeran mengajak ku ke kamarnya.ada hal yang akan kami bicarakan.jujur sih dag dig dug banget hati ini.


Pangeran memegang kedua tanganku,dan mendekatkan jarak duduk di antara kami.mata hijau jambrutnya menatapku dengan lembut meneduhkan hati.


"sayang"ucapnya pelan.aduh biarpun udah berkali-kali dya memanggilku dengan panggilan sayang tapi kenapa ya hatiku selalu seperti jantungan.dan terasa pipiku memanas.aku hanya mengangguk dan menatap matanya juga.


"kamu mau kan nikah sama aku setelah lulus sma?"tanyanya sambil mengeratkan pegangan kami.


"kamu yakin pangeran.kamu tau pernikahan itu sangat sakral.dan aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup.dan menikah muda kurasa bukan pilihan yang tepat"jawapku pada pangeran.wajahnya langsung berubah murung.


"pangeran aku gak mau menikah bukan berarti aku gak sayang sama kamu.cuma ku rasa ini kurang tepat.kita masih muda.dan kita kan punya impian kita masing-masing pangeran.aku bakal janji kok gak bakal tinggalin kamu kalo bukan kamu yang minta.tapi maaf untuk menikah muda sepertinya aku gak bisa.kita baru mau un minggu depan.dan kita juga masih harus belajar setaun untuk lagi untuk lulus dari sma.jangan sia-sia in masa muda kamu pangeran"aku mencoba memberikan pengertian padanya.dan entah apabyang iya pikirkan.


"jadi maksud kamu hubungan kita sia-sia"pangeran melepaskan tangan ku.


"bu,bukan itu"aduh kenapa jadi salah paham sih.


"ok,kalo begitu kita akiri aja hubungan kita sekarang"tukasnya lalu meninggalkanku sendirian di kamarnya.air mataku terjatuh.kenapa dya tega berkata seperti itu.aku berlari keluar dari rumah pangeran tanpa pamit ke tante dan om.dan sepertinya pangeran tak menyadarinya.aku berjalan menyusuri trotoar.pikiranku kacau,tak tau lagi apa yang akan ku lakukan.aku trus menangis dalam diam.


Duarrr


Suara sambaran petir mengagetkanku.aku gemetar dan ketakutan.aku langsung berjongkok lemas dengan tangan yang memegangi kedua telingaku.tak lama hujan pun turun.apa langit juga tau kalau aku bersedih.padahal selama ini pangeran adalah orang yang selalu ada si sisiku di saat aku senang,saat aku jatuh saat aku sakit.apa hubungan kita berakir begini saja.aku semakin takut dengan beberapa kilatan petir yang terus menyambar. hujan pun semakin deras.aku semakin gemetar dan semakin menggigil.


Terasa ada sebuah tangan yang memegangi pundak kanan ku.


"oh jadi ini alasan lo,ok gue gak bakalan nyesel udah mutusin lo.gue harap kita tak bertemu lagi"aku kaget.pangeran membentak ku.tunggu,aku masih memeluk ananda.aku segera melepaskan pelukanku.


"pangeran"


"bukan seperti itu"aku semakin menangis histeris.


"brengs*k lo"setelah meninju ananda pangeran meninggalkan kami berdua.


"ananda lo gak papa?so,sory ya"ananda menggendongku menuju mobilnya yang ia parkit tak jauh dari kami.


"princess lo gak papa,gue anter pulang ya"ananda mengatarkan ku pulang sampai depan rumah.


@seminggu kemudian


Sudah seminggu ini pangeran menjauhiku.dya tak membalas pesan ku.dan tak mau angkat telfonku.dya benar-benar sudah berubah.tak ada lagi seseorang yang selalu di di sisiku.aku rindu,sangat rindu.


"princess"panggilan ica membuyarkan lamunanku.


"are you ok"


"iya gue gak papa kok ca"


"lo kenapa sih,kenapa minumannya cuma di aduk-aduk.apa gak enak.lo sakit.lo ada masalah.cerita dong.jangan bikin gue merasa gak berguna jadi sahabat lo"protes ica.ya memang aku blum menceritakan semua pada ica.


"gue putus ca sama pangeran"


"hah kok bisa?"dya terlihat kaget.


"mungkin merubah hubungan kami jadi kekasih adalah keputusan yang salah ya.harus nya dari awal gausah pacaran.gue nyesel ca.gue malah kehilangan dia"ica memelukku.


"lo gak salah kok.yang tegar ya.gue bakalan selalu ada buat lo"pelukan ica menguatkanku.


"ca gue mau ke kamar mandi dulu ya,mau cuci muka"aku berlari menuju toilet.tapi sebelum sampai toilet tak sengaja aku melihat pangeran memeluk seorang gadis.pangeran menatao ku dengan tatapan dingin.tak seoerti biasanya.aku segera berlari ke toilet dan menumpah kan semua air mataku.


Sebulan setelah kejadian itu.kami benar-benar putus kontak.dan kabar terahir yang ku dengar dya melakukan akselerasi untuk lompat kelas dan melanjut kan pendidikannya ke luar negri.kenapa kamu jahat banget sih pangeran.ninggalin aku sendirian.apa rasa sayangmu cuma segitu.


"nih"ananda mengulurkan sapu tangannya ke arah ku.


"tanks"aku mengusap air mataku.


"kamu masih sedih,udah dong jangan sedih lagi"hiburnya.


"iya gue ga sedih kok"aku pura-pura tertawa di hadapan ananda.gak mau dya jadi hawatir padaku.


"ananda gue pernah kehilangan tiga orang yang sangat berharga buat gue.kini gue kehilangan satu lagi.apa segitu gak pantasnya gue buat di sayang.sebenernya salah gue apa"aku semakin menangis dengan histeris,apa perpisahan selalu sesakit ini.pangeran gue harap lo bahagia dengan pilihan lo.mungkin selama ini gue ga bisa buat lo bahagia.gue bakal coba iklasin lo.mungkin gue cuma jadi beban aja buat lo.lo pantas buat bahagia,walau bahagia bukan sama gue😭.


🍃🍃


Nj*ir gue yang nulis gue yang patah hati sendiri😭**Kira-kira fil nya dapet gak sih.coba comen yah.perpisahan memang sakit ya.kira-kira alesan pangeran yang sebenernya apa ya.apa mereka bakalan balik lagi atau cerita mereka putus sampai di sana???😭😭**