
"Anak baik.. "
"Gluk... uhuk... uhuk... "spontan tenggorokanku tersedak susu yang aku minum saat tiba-tiba ku dengar suara bariton khas dari cowok yang baru aku temui
"Loe..bisa nggak sih nggak ngagetin orang? "Ujarku dengan nada ketus
"Lagian sejak kapan loe ada disini?perasaan yang barusan disini pak Arman deh? "
"Aissh...dasar anak nakal.. bisa nggak sih ngomongnya sopan dikit..lagian kamu minum susu dinikmatin banget sampe aku masuk pun kamu nggak nyadar"
"Ciih...tadi bilang anak baik sekarang bilang anak nakal.. plin plan banget sih jadi orang.. "sahutku tetap dengan nada ketus padahal dalam hati aku tahu nggak sopan banget sih apalagi yang aku ajak ngomong orang yang udah nolongin aku tapi tetep aja nggak tahu kenapa ini mulut nggak bisa diajak kompromi
"Hehehehe...Oh iya...daritadi aku belum nanya..namamu siapa? "jawab derren santai sambil sedikit terkekeh entah karena apa
"Nama gue Aluna...gue tinggal di kompleks perumahan bintang..."
"Ehm...iya aku tahu.. "
"Heeh....tahu..?emang loe udah tahu gue..?
"Dikit... "
"Ya elah nih bocah...lha kalau loe udah tahu nama gue ngapain tanya coba"
"Iyaa...nggak apa-apa.. cuma mau ngetes aja takut kalau-kalau otak kamu error karena kecelakaan tadi.. "jawab derren yang sontak saja membuatku melayangkan bantal ke arahnya namun dengan sigap dan cepat dia menangkapnya sambil tertawa,tentu saja aku yang merengut.
"Sudahlah ini sudah malam.,tidurlah Lun..sudah waktunya istirahat kalau butuh apa-apa kamu bisa panggil aku atau pak Arman lewat bel yang ada disamping ranjangmu."Ujar Derren kembali serius namun tetap saja terdengar sangat lembut ditelingaku.Akupun mengiyakan ucapannya dan berbaring sembari menatap punggung Derren yang kemudian menghilang dibalik pintu. Aneh...sungguh-sungguh aneh..kenapa aku bisa dengan mudahnya akrab dan juga familiar dengan tempat ini.Lagi-lagi pikiran itu berkecamuk dalam otakku dan tanpa sadar mataku mulai terpejam.
~
"Aisshhh...sinar apa itu?"batinku saat tiba-tiba ku lihat cahaya biru yang begitu menyilaukan mata ada dibawah kakiku.Samar-samar kulihat sosok tinggi tegap sedang menyentuh kakiku, dan aku hanya bisa diam tak berkutik saat kejadian itu berlangsung tak berselang lama sosok itu menatapku dan entah kenapa mataku tiba-tiba terasa begitu berat.
~
Suara kicauan burung yang terdengar silih berganti perlahan membangunkan mataku yang tengah terlelap.Ku tarik selimut dan dengan perlahan ku langkahkan kakiku menuju ke arah jendela,ku buka korden dan mataku telah disuguhi pemandangan nan asri di luar sana.Entah jam berapa sekarang namun ku kira masih sangat pagi karena matahari belum menampakkan dirinya. Ku hirup dalam-dalam oksigen yang terasa begitu dingin di lubang hidung,ku rentangkan tanganku sembari menikmati indahnya pagi ini. Waiiiittt.....
"Kok kaki gue udah bisa jalan sih? kan kemarin masih sakit banget?"seketika aku tersadar atas keaadan diriku, dan juga ini benar-benar dirumah orang lain..ya aku juga baru tersadar kalau kali ini aku tidak tidur dirumahku, namun dirumah Derren, cowok asing yang baru aku kenal kemarin karena telah menolongku.Dan kakiku....apa kejadian tadi malam itu nyata? lalu siapa orang itu?apakah itu Derren? atau pak Arman? atau hantu? hiii....sontak bulu kudukku bergidik dibuatnya.
"Ehm...selamat pagi pak"jawabku sedikit gugup
"Apakah nona sudah merasa lebih baik?"
"Eh... iya pak.. aku merasa lebih sehat dari tadi malam dan juga entah bagaimana kakiku yang sakit kemarin sekarang tiba-tiba sembuh dengan ajaib"jawabku berterus terang.Ku lihat pak Arman hanya tersenyum simpul mendengar jawabanku
"Syukurlah nona..sekarang cepatlah mandi,tuan Derren sudah menunggu nona dibawah untuk sarapan..bukankah nona harus sekolah.. "
"Ehm...baik pak.. eh tapi..seragam sekolahku gimana? "tentu saja aku bingung dengan perkataan pak Arman dan lagi-lagi dia tersenyum simpul
"Saya sudah menyiapkan keperluan sekolah nona termasuk seragam serta sepatu juga buku sekolah nona Luna.. "
"Ohh.. baiklah pak.. "jawabku mengerti sekaligus tidak mengerti dengan situasiku saat ini.Aku pun segera masuk kamar mandi sepeninggal pak Arman.Tak butuh waktu lama aku sudah terlihat rapi dan tentu saja cantik dengan seragam sekolah yang aku kenakan. Ya...segala keperluan sekolahku benar-benar telah dipersiapkan dan di taruh diatas ranjangku sesuai perkataan pak Arman tadi. Aku pun bergegas turun untuk sarapan.Ku lihat Derren dengan tampannya menungguku di meja makan.Tiba-tiba langkah kakiku terhenti saat aku menoleh dan melihat ruangan luas yang tidak asing.Ya..ruang tamu nan elegan itu pernah aku lihat sebelumnya.Dalam mimpiku,benar..aku tidak salah lagi aku yakin ruangan itulah yang sering muncul di mimpiku.
"Selamat pagi Aluna..."segera ku toleh sumber suara yang tidak lain adalah Derren.Akupun langsung berjalan kembali ke arahnya
"Selamat pagi.. "jawabku dengan muka sedikit ditekuk karena kebingunganku yang tiada akhir.
"Sudah sehat..?ah.. iya tampaknya kamu bukan hanya terlihat lebih sehat tapi juga lebih cantik dari kemarin.. "ujar Derren sambil tersenyum dengan begitu manisnya. Oh..God...auto melted gue lihatnya.
"Aisshh...dasar... masih pagi buta udah ngegombal aja itu mulut.."jawabku manyun dan disambut dengan tawa kecil Derren.
Acara sarapan kami pun berlangsung khidmat,selepas sapaan dan canda kecil tadi kami hanya terdiam hingga akhir.Setelah itu Derren mengajakku untuk berangkat ke sekolah.Ya..dia bilang dia akan mengantarku dan aku hanya bisa mengiyakan. Saat kami keluar rumah,mulutku kembali ternganga dengan pemandangan yang ada didepanku, bagaimana tidak baru aku tahu kalau saat ini aku berada di rumah megah seberang jalan yang selama ini selalu aku lihat.Tanpa sadar aku menutup mulutku saking terkejutnya.
"Ayo Lun.. "tiba-tiba Derren sudah ada didepanku dengan motor ninjanya.
"Kita ke sekolah naik ini? "tanya ku sambil menunjuk ke arah ninja yang dinaiki Derren
"Iyalah...kenapa? gak mau? "
"Eh.. mau...ayo.. "tanpa aba-aba aku langsung membonceng,kami pun meninggalkan pekarangan rumah megah itu.Ya..rumah megah yang selalu terasa akrab dan selalu aku lihat setiap hari. Dan rumah itu ternyata adalah rumah Derren,cowok manis yang saat ini ada di depanku. Begitu banyak pertanyaan menari-nari dalam otakku dan belum ku temukan jawabannya.
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA TEMAN-TEMAN... ❤❤