
"Sementara ini keadaannya baik-baik saja,dia pingsan lantaran syok saja dan juga kakinya hanya sedikit terkilir.. "
"Kapan dia akan terbangun dok? "
"Saya tidak bisa memastikan,tuan tunggu saja mungkin setelah beberapa saat dia akan siuman"
"Baiklah dok,terima kasih"
sayup-sayup ku dengar percakapan antara dua lelaki yang entah itu siapa. Sebenarnya dari tadi aku sudah terbangun namun aku tak punya keberanian untuk membuka mataku.
"Sebenarnya gue ada dimana sekarang...Ya Tuhan...gue pengen pergi dari sini.."batinku dalam hati
"Kamu sudah boleh membuka mata,nona cantik.. "Suara bariton terdengar
Astaga suara itu ngomong ke siapa? ke gue kah? batinku sambil terus terpejam
"Aku tahu kamu sudah sadar sejak aku berbicara dengan dokter, tenanglah aku tidak akan memakanmu"kali ini suaranya terdengar lebih lembut. Perlahan ku beranikan membuka mata.Ku lihat seulas senyum tersungging di bibir tipis nan manis tersodor di hadapanku
"Oh my God....dia manusia atau bukan...sumpah keren banget ni cowok.."batinku sesaat terkesima atas pemandangan yang aku lihat
"Akhirnya bangun juga...apakah tubuhmu ada yang sakit? Tanyanya lagi
"Aa..a-ku...nggak apa-apa kok"Jawabku sedikit tergagap
"Loe siapa? Tanya ku sambil terus menatapnya ku tebak kisaran usianya mungkin diatasku beberapa tahun,waaaitttt....kayaknya ruangan ini nggak asing deh kok gue ngerasa familiar gini ya?
"Aku Derren...tadi kamu pingsan di seberang jalan rumahku, jadi aku membawamu kesini.. "jawabnya singkat padat dan jelas mewakili pertanyaan yang baru akan aku tanyakan.
"Udah tenang aja..aku udah ngasih kabar kok ke orang tuamu dan mereka juga udah tahu kalau kamu ada ditempat yang aman"jawabnya penuh arti
"Gimana bisa? gue mau pulang.."baru saja aku ingin turun namun kakiku terasa sangat nyeri ku urungkan kembali niatku
"Kakimu terkilir...istirahatlah disini setidaknya sampai besok.. "
"What..?? gue nggak salah denger nih..gue siapa.. loe siapa..atas dasar apa gue harus nginep sini? pokoknya tolong loe anterin gue pulang sekarang...SEKARANG... "jawabku tegas
Namun tanpa menghiraukan seruanku cowok yang mengaku bernama Derren tadi beranjak pergi begitu saja meninggalkanku seorang diri di dalam kamar.Ku lihat sekelilingku kembali...ruangan yang bagiku cukup luas untuk ruangan sebuah kamar mungkin bisa dibilang dua kali lebih besar dari kamarku.Entah mengapa aku merasa nyaman ada disini meski ini baru pertama kali.Harusnya tentu saja tidak boleh apalagi kalau bukan karena ini tempat asing dan juga orang asing.
"Ceklek...!"Suara pintu terbuka membangunkan lamunanku,seorang lelaki paruh baya datang membawa nampan menuju kearah ku.
"Silahkan nona...anda pasti lapar karena kejadian tadi mungkin anda belum sempat makan malam"ujarnya sopan dan benar saja nyatanya aku baru sadar kalau perutku memang lumayan keroncongan.
"Terima kasih pak...aku memang sedikit lapar namun bolehkah aku bertanya? "tanyaku dengan sopan pula
"Silahkan nona.. "ujarnya
"Kalau boleh tahu saya ada dimana,anda siapa dan juga cowok tadi apakah benar namanya Derren? apakah dia yang menolongku? "tanyaku begitu bertubi-tubi
" Nona tidak usah khawatir,nona ada ditempat yang aman dan juga yang menolong nona bukan tuan Derren melainkan saya,perkenalkan saya pak Arman.Sekarang nona makanlah dulu biar lekas membaik keadaan nona.. "jawabnya tetap dengan nada sopan namun syarat wibawa. Meski begitu tetap saja jawabannya tak menyenangkan hatiku.
Aku menerima nampan berisi makanan serta susu yang diberikan pak Arman.Perlahan kusuap dengan ragu-ragu sajian didepanku sambil ku tatap pak Arman yang sedari tadi berdiri.Ah..sudahlah kalau mereka beeniat buruk tentu saja tak akan memperlakukanku sesopan ini.Sesuap demi sesuap ku sendok makananku sambil terus berpikir siapa sebenarnya mereka,hingga tanpa sadar aku menghabiskan hidangan itu,ku minum pula susu yang ada dinampan.Ku lihat pak Arman tersenyum melihat nampan yang dia bawa telah tandas tak bersisa.
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA TEMAN-TEMAN... ❤❤