Fall In Love With Adkel.

Fall In Love With Adkel.
Keceplosan



" Siapa tau punya tujuan lainkan? " Jawab Kevin.


" Emang tujuan apa? Aku bukan orang yang aneh aneh kok! " Salsabila mengerucutkan bibirnya.


" Siapa yang nganggap kamu aneh? Aku gak ngomong kok. " Jawab Kevin.


Entah kenapa Salsabila merasa senang mendengar ucapan itu.


" Kevin, kamu pinter menilai orang juga yah! " Jawab Salsabila yang merasa senang mendengar ucapan Kevin tadi.


" Ck, aku kan bisa apa aja. "


" Heh, kamu punya kekurangan kok. " Ucap Salsabila.


Kevin bertanya apa kekurangannya, Dan Salsabila menjawab. " Gak peka. " Jawab Salsabila singkat sambil memberi kode kepada Kevin.


" Emang aku gak peka soal apa? " Tanya Kevin.


" Ituloh! memang dasar gak peka kamu! " Ucap Salsabila sambil menyilangkan tangan nya.


" Oh, soal yang tadi aku ngira kamu punya tujuan lain? "


" Bukan yang itu, vin! Ih, udahlah. " Salsabila sebal.


" Jadi kalau aku gak tau kamu mau nyerah merjuangin aku? " Jawab Kevin yang seolah olah tau apa yang Salsabila maksud.


Salsabila kaget, ia bertanya tanya pada dirinya bagaimana? Apa yang harus ku ucapkan ketika Kevin tau


setengah dirinya ia senang karena tidak perlu merahasiakannya lagi tapi juga setengahnya ia takut jika hubungan pertemanannya dengan Kevin juga akan hancur.


" Ahaha.... Apa yang kamu maksud? " Jawab Salsabila pura pura tak tau.


" Lihat, apa kamu peka juga? " Ucap Kevin yang menyindir Salsabila.


" Sebenarnya aku paham kok, Kamu suka aku kan! Hahah aku juga suka kamu! " Salsabila keceplosan berbicara kata kata itu.


Kevin memiringkan kepalanya dan terlihat kebingungan. " Hah? Aku tidak berpikir seperti itu, dan ternyata kamu- "


Salsabila memotong ucapan Kevin. " S-sudah cukup, haha, jangan bahas lagi, singkatnya.. Aku suka kamu, jadi plis jangan dibahas itu memalukan kecuali kalau kamu mau menaruh aku dihatimu, cuakss. "


" Kalau begitu semoga beruntung, aku harus pergi, dah. " Kevin pergi setelah itu.


Salsabila merasa malu karena mengingat kejadian tadi. " Ah! Benar benar memalukan aku mau hilang aja rasa nya! "


Disisi Kevin.


Kevin sudah berada dikelasnya.


" Menyukaiku..? " Muka Kevin terlihat merah sehingga temannya mengira jika dia demam.


" Vin, lu kenapa? Muka lu merah banget. " Tanya teman kevin.


" Ga, ga papa. " Jawab Kevin.


Salsabila langsung membuka handphonenya, sambil merasa malu karena kejadian tadi benar benar memalukan baginya.


" Huh, Kenapa masih kepikiran sih, bener bener memalukan, aku harap aku dan Kevin tidak menjadi asing. " Ucap Salsabila dalam hati.


" Bil, lagi mikirin apa? " Tanya Aya yang tiba tiba datang entah dari mana.


Salsabila menggelengkan kepalanya. " Engga ada kok. "


" Yaudah kalau gitu, kalau ada masalah cerita aja, bayarnya pake makanan aja oke? " Ucap Aya.


" Yayaya, terserah. "


......................


......................


Seperti biasa guru masuk dan pelajaran di mulai, suasana yang ricuh kembali tenang.


" Bil, muka mu pucat, kamu sakit? Kalau sakit ke UKS aja. " Ucap Aya yang terlihat khawatir.


" iyakah? padahal tadi aku hanya merasa malu kok bisa jadi gini yah? "


Aya menjawab. " Emang malu gara gara apa? "


Salsabila menggelengkan kepalanya sambil berkata. " Gausah ke UKS aku mau dikelas aja. "


Akhirnya Aya manut dan diam.


...****************...


...****************...


Jam pelajaran selesai, tinggal jam pembelajaran selanjutnya.


Salsabila meraih handphonenya dan terdapat satu pesan dari nomer tidak dikenal.


...Satu pesan belum terbaca...


...?? : " P, Salsabila kan? "...


Karena Salsabila penasaran ia pun membalas chat dari nomer tak dikenal tersebut.


...Salsabila : " Ya, dan ini siapa? "...


Pesan itu langsung dibaca oleh pengirim.


...?? : " Kevin. "...


" H-hah! Mimpi apa aku semalem, beneran Kevin? Tapi kan ada banyak Kevin, coba tanya dulu aja deh. "


...Salsabila : " Kevin yang kelas berapa? "...