ERELLEN

ERELLEN
ERELLEN Chap 6



“Ya haloo?....Apaa? Oke saya segera kesanaaa!”ujarnya panik dan segera berlarian meninggalkan sekolah


Bima segera mengambil motorny dan bergegas pergi dengan kecepatan penuh dia bahkan tidak menghiraukan rambu rambu lalu lintas dan keselamatannya demi sampai lebih cepat ke tempat tujuannya


Setelah memakan waktu sekitar 15 menit bima sampai kediaman pramata dan bergegas mengecek kondisi kakaknya


“Brakkk”suara pintu


“Tuannn bima...”ucap perawat itu


“Suster kakak saya kenapa?”tanyanya


“Tadi kakak anda tiba tiba mengambil pisau dan ingin menyayat tangannya tuan tapi saya segera memberi obat bius jadi beliau sekarang tidur untuk sementara waktu”jelas perawat itu


“Apaa? Kenapa tiba tiba....”ucapnya terpotong


“Bima? Ayo makan siang sama mama!”ujar nanami ibu bima yang tiba tiba menyela pertanyaan bima


“Sus...bisa keluar sebentar?”ujar bima


“baik...saya permisii keluar”ucapnya dan beranjak pergi


“maaa....mama apain kak nandra?”tanya nya serius


“Apa? Mama enggak ngapa ngapain dia!”jawabnya


“Maaa enggak usah bohong...aku tau kak dilnandra Cuma anak tiri mama tapi plisss maa bima mohon ke mama jangan siksa dia!”bentak bima


“bimaaa! Mama Cuma...”ucap nanami terpotong


“cukupppp! Mama keluar dari sini!”ujar bima


“Nak...kamu dengerin...”ujarny


“K E L U A R!!”teriak bima dan menatap tajam ke arah ibunya


Nanami yang mendengar bentakan bima sangat terkejut tapi dia tidak dapat melakukan apa apa lagi dan beranjak keluar dari kamar itu


Bima yang awalnya terlihat tegar dan sangat marah kemudian berbalik ke arah kakaknya dan mulai meneteskan air mataa


“hiksss...hik...kakak maafin bima hikss...bimaa mohon kakak jangan kayak gini...plissss kak bimaa enggak bisa sendiri hikss”isak tangis bima terdengar diseluruh ruangan itu


Mata dilnandra mulai terbuka....tangannya bergerak menghapus air mata adiknya


“Bimaa....w-why yo-you cry?”ujarnya sembari menghapus air mata adiknya


Bima segera menggenggam tangan kakaknya dia tak dapat menahan air matanya dan menangis lebih kerass


“kaaakk hiksss jangan plisss jangan kayak gini...bimaa hikss...minta maaf bima enggak bisa jagain kakak...hikss... i’m sorry for that”lirih bima


“ka-kamu enggak salah...bima anak baik kan? Anak kuat? Jadi bima enggak bo-boleh nangis ya...kakak aja kuat!”ujar dilnandra sambil tersenyum


Bima tidak sanggup berkata apa apa dia tau bahwa ini semua terjadi karna ibunya mengatakan hal hal aneh kepada dilnandra yang menyebabkan kondisinya memburuk....bima hanya bisa menangis dan memegang erat tangan kakaknya tanpa sepatah kata keluar dari mulutnya


Nanami yang melihatnya dari pintu kamar merasa kecewa karna bima lebih memilih kakak tirinya dari pada dirinya yang berstatus ibu kandung....nanami dari dulu memang sangat membenci dilnandra karna dia adalah anak tertua dan berpotensi menjadi penerus pramata sedangkan bima hanya anak kedua dari harles


“hempph emang lebih baik mati sih...liat aja!!”ujarnya dalam hati dan meninggalkan bima bersama dilnandra


Disisi lain dirumah tamawijaya~~~


“brakkkk”suara keras pintu


“Papa!! Kenapa?”tanya clarisa


“Kenapa? Tanyain aja anak kesayangan kamu itu!”bentaknya


“aduh ada masalah apa lagi pa?”tanya nya kebingungan


“Saya mau mindahin eros kesekolah bisnis diluar negri tapi dia malahan nolak dan nyolot sama orang tua!”ujar edward


“Tapi pa eros juga udah kelas 3 ya enggk usah dipindah pindahin lagi lah toh semua sekolah sama aja ya kan tempat belajar juga”jelasnya


“Ahh mama sama anaknya sama aja enggak bisa diatur...pokoknya dia 3 bulan lagi harus pindah!”teriak edward


“tapi paa”ujar clarisa


“Enggak ada tapi tapian...papa mau istirahat dulu...capek ngurusin anak sok pinter!”jawab edward dan segera menuju lantai atas


Clarisa hanya menggelengkan kepala melihat prilaku suaminya...dia juga tidak bisa membantah karna posisi edward adalah kepala keluarga namun dia juga tidak ingin eros menjalani hidup dengan keterpaksaan


Disekolah~~~~


“eros muka lu kenapa? Memar kayak gitu”tanya andre


“papany? Kok bisa?”tanya andre


“Gw kagak tau cuman tadi papanya dateng trus keruang kepsek”ujar randi


“udahlah broo gw mah kuat tahan banting mah”ujar eros sembari menaikkan kakinya di atas meja


“Halah sama kecoak aja takut lu!”ujar amel


“Hahahha bener juga lu kan takut kecoa”sahut raditya


“bukan kecoa nya yang dia takutin”ujar andre


“Lah trusss?”tanya amel dan radit


“Tapi...K E C E W A!!”Jawab andre


“B A S I Hahahahah”ujar raditya dan randi bersamaan


Mood eros yang awalnya rusak kembali pulih melihat teman temannya bahagia meski topik mereka sederhana hal itu cukup menghibur hati eros yang sedang kacau


Bel sekolah berbunyi menandakan pelajaran sekolah selesai dan siswa diperbolehkan untuk kembali kerumah masing masing.....dikelas yang tersisa hanyalah eros sendiri dia tidak ingin kembali kerumah tapi dia juga tidak ingin membuat ibunya khawatir


Saat hendak keluar sekolah suara ellena terdengar memanggil nama eros....sontak eros segera berhenti dan menoleh kebelakang


“eroosss!”teriaknya


“hmmm? Kenapa?”tanya eros


“nih jaket lu! Lama banget sih lu keluar kelas!”ujar ellena


“ehh iya gw lupa...kasian nungguin ya?”tanyanya


“ya iya lah kan lu yang nyuruh gw nunggu”ujar ellena marah


“Hahah iya dah iya makasih jaketnya ya!”sahut eros


“Gw yg harusnya bilang mksihh...tapi pipi lu kenapa?” tanyanya pura pura tidak tau


“ah ini? Tadi gw tadi ke jedot di meja! Jawabnya


Ellena hanya menatap eros...dia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi sampai kondisi eros seperti ini


“Kenapa? Lu khawatir?”tanya eros


“hiii apaan sih orang gw cuman nanya doang!”sahutnya


“Hahahah iyaaa nggk usah ngegas dong”ujar eros


“heleh...gw mau balik capek ngomong ma orang aneh”ujarny


“Ehh bentar ini lagi hujan gerimis...lu pakek payung gw nih”ujarnya sembari memberikan payung pada ellena


“ enggak usah....ntar lu sakit lagi”jawab ellena


“kagak...nih pakek aja! Enggk boleh ngeyel apalagi N O L A K.”Tegasnya


“Enggak usah eros lu aja yang pakek gw fine fine aja toh cuman hujan gerismis “ujar ellena


“lu pakek sendiri atau lu mau payungan berdua sama gw? Hayo pilih yang mana?”tanya nya


“dihh gw gak mau berduaan sama lu”jawabnya


“ nah berarti lu pakek ni payung!”ujar eros


“Tapi gw...”ucapny terpotong


“ gak ada tapi tapian di kamus gw”ujar eros


“Iya iya makasih besok gw bawa payung lu!”ujar ellena sambil berjalan pulang


“hati hati leleeee!”teriak eros


Ellena membalikkan badannya dan berteriak


“lu yang leleee kumisan!”teriaknya


Eros tersenyum melihat reaksi ellena yang menurutnya sangat menggemaskan kemuadian dia memutuskan untuk menelpon supirnya dan kembali kerumah agar ibunya tidak khawatir


Nut....nut....nut....suara panggilan telpon


“halo pak... jemput saya sekarang ya!”ujar eros kemudian segera menutup panggilannya