ERELLEN

ERELLEN
ERELLEN



Chapter 1


Rintikan hujan mengguyur tubuh seorang pemuda dengan luka lebam disekujur tubuhnya, dia menahan semua rasa sakit nya dengan menatap kekosongan langit dan derasnya hujan yang berjatuhan dialah EROS HIDEN TAMAWIJAYA


Eros terlahir di keluarga pengusaha terkenal dinegaranya semua yang dia inginkan pasti dia dapatkan tapi tidak dengan mimpinya yang ingin menjadi seorang dokter. Mimpinya ditentang ayahnya sendiri EDWARD YOR TAMAWIJAYA. DIA menginginkan Eros menjadi pewaris perusahaannya dan masuk kedunia bisnis


Eros yang terdiam dibawah derasnya hujan mulai bangkit perlahan-lahan


“Oh shitt....Tubuhku sakit semua! Cukup sulit melawan seluruh penjaga papa tapi untung saja aku berhasil kabur dari les bisnis itu” ucap Eros


Eros berjalan tanpa arah dia tidak memiliki tujuan tapi dia juga tidak ingin kembali kerumah begitu cepat. Dijalan dia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang gadis


“aduh!!! Hati-Hati dong kalo mabuk gak usah keluyuran dijalanan ngerepotin orang lain tau gak buku gw jadi jatoh semua mana kotor lagi” amarah gadis itu.


“heh yang mabuk siapa...gw itu luka bukanny mabuk...emang lu gk bisa liat muka gw bonyok begini?” jawab Eros dengan emosi


“y..ya mana gw tau kan gw gak liat...gelap gini woy lu jg jalannya kayak orang mabuk gitu kok... intinya kayak gini ya gw gak mau tau ganti semua buku gw yang jatoh gw tuh perlu buku itu” ucap gadis itu


Bukannya meminta maaf dan membantu Eros malahan tidak memperdulikan gadis itu dia bahkan menatap remeh gadis tersebut


“hadeh cmn buku pelajaran kayak gitu gw ganti semua sekalian gw beli pabrik bukunya gk usah marah-marah telinga gw sakit dengernya”kata eros meremehkan


“Dih sok banget sih lu...kayak punya uang aja padahal hidup aja kayak pengangguran gitu” ucap gadis itu


Eros yang mendengar kata-kata gadis itu sontak hanya terdiam dia menatap wajah gadis itu dan melirik papan nama dibaju gadis itu. Eros bahkan melihat nama sekolah yang tertempel di lengan baju gadis tersebut sambil tersenyum


“ehhhh ngapain lu liat-liat smpe kek gitu? L..Lu kek orang mesum tau gak sih a..awas aja lu macem-macem ya gw pukul pkek b..batu nih yah!”ujar gadis itu gagap


“pliss deh lu dari tadi sok tau banget tau gak sih gw bukan orang mesum gw cmn pen tau nama lu itu doang lu nya aja yang kepedean”ucap eros tersenyum tipis


Mendengar kata-kata eros gadis itu merasa malu sampai-sampai mukanya memerah menahan malu


Eros yang melihat gadis itu hanya bisa tertawa


“ahahah ah nggk gw cmn bercanda doang lu kayak gitu lucu tau gak...lu tenang aja buku lu secepatnya gw ganti”ujar eros


“ahh tau ahh terserah!!”kata gadis itu sambil berlari meninggalkan eros.


“Ehh malahn kabur haha tenang besok ketemu lagi kok...sampai jumpa ELLENA!!”gumam terakhir Eros dengan senyum tipis dan langsung meninggalkan tempat itu


Eros yang tidak memiliki jalan lain akhirnya memilih untuk kembali kerumah meskipun dia tau banyak tuntutan ayahnya yang harus ia penuhi dan itu sangat tidak menarik baginya.


Baru saja eros membuka pintu rumah seorang perempuan langsung memeluknya dan menangis dia adalah ibu eros, CLARISA NOE TAMAWIJAYA.


“E..Eross...kamu kenapa baru pulang nakk...kamu kenapa luka beginii...”ujar ibuny dengan isak tangis


Eros tak kuasa melihat ibunya yang menangis memilih untuk tidak mengungkit masalah dengan ayahnya dan menenangkan ibunya


“mamaa aku gak apa-apa...ini mah cuman luka kecil...eros kan udah gede mama gak usah khawatir gitu dong” ucap eros sembari menepuk bahu ibunya


“Eros!!!!! Harusnya kamu tidak kabur saat pelajaran bisnismu tadi....kamu mau jadi apa kedepannya kalau kamu terus-terusan membangkang seperti ini hah”amarah ayahny


“sudah pah jangan berteriak seperti itu...Eros sudah besar apa salahnya jika dia punya tujuan hidupnya sendiri? Toh jadi dokter tidak begitu buruk”ujar ibu eros


“Tapi dia harus jadi pewarisss mah!! Dokter apanya menjadi pengusaha itu lebih bagus!!” teriak ayah eros


“lalu dengan menyiksa anakmu seperti ini apa dia bisa menjadi pembisnis tidak bisakah kau membiarkan eros mengejar mimpinya?”ujar ibu eros


“Apa bedanya!!! Apa aku harus memanjakannya? Dia itu laki-laki hukuman seperti itu pantas dia dapatkan dan kau lebih baik tidak usah memanjakannya terus-terusan dia harus jadi pengusaha hebat Kau harus mengertii!!!”amarah ayah eros


Clarisa sontak kaget dengan bentakan suaminya itu. Seketika Eros langsung menatap tajam kearah ayahnya dia tidak ingin membuat ibunya bersedih karna perseteruanny dengan ayahnya dan memilih untuk tidak membangkang


“Maaf pa...aku akan berusaha belajar berbisnis”ujar eros dengan tatapan kosong


Ayahnya hanya menatapnya dan langsung meninggalkan eros dengan emosi. Ibu eros merasa kebingungan dengan pertengkaran suami dengan anaknya tersebut


“Eros kenapa? Bukannya kamu mau jadi dokter nak mama pasti akan bantu”tanya ibuny kebingungan


“tentu mah mimpiku menjadi dokter pasti tercapai dan harus tercapai”jawab eros


“lalu kenapa kamu bilang akan berusaha menjadi pembisnis?”tanya ibuny


“haha tidak apa-apa bahkan meski jadi pembisnis tentu saja aku tetap akan menjadi dokter”jawab eros sambil tertawa tipis


“hah kau ini ayahmu tetap saja tidak akan menyetujuinya eros”ujar ibunya tersenyum


“yaa biarkan saja sekarang lebih baik tidak usah dipikirkan mari beristirahat”ajak eros


Setelah percakapan mereka eros memilih untuk beristirahat dikamarnya. Eros berharap hari esok tidak banyak masalah yang akan terjadi matanya perlahan mulai tertutup dan tertidur


Dikamar orang tua eros~~


"maaa...nggk usah manjain eros terusan...ginu jadinya dia suka membangkang sama ayahnya sendiri tau!"ucap edward menbentak


"papa juga ngapain kasar banget? Dia udah gede...sudah bisa menjalani kehidupan berdasarkan kemauan dia sendiri"jawab clarisa


"yaa papa tau ma tapi dia cuman mau jadi dokter trus fungsi jadi dokter apa? Nyelamatin orang doang kan? Untungnya dikit bisa bisa dia hidup melarat!"ujar edward


"jadi dokter juga bagus kalo menurut mama...buat apa juga jadi pembisnis klo gak bisa membahagiakan orang lain?"ucap clarisa sambil menatap ke arah edward


edward hanya terdiam melihat istrinya memasang raut wajah sedih dia tau ucapannya bisa menyakiti hati istrinya namun keputusannya sudah bulat dan tidak dapat dirubah lagi


"ahh terserah mama pokoknya eros harus jadi penerus bisnis papa dan itu gak boleh diubah lagi!"ucap edward dan langsung meninggalkan istrinya


clarisa hanya bisa terdiam dan menangis dia tidak tau keputusan mana yang harus dia ambil....kejadian ini membuat clarisa kelelahan dan memilih segera beristirahat