DEMON QUEEN

DEMON QUEEN
MELIHAT PERTARUNGAN



"Nakami, nama yang bagus nek"kata Ren


"Sekarang namaku Nakami bukan Ren!! "kata Nakami dengan suara keras dan semangat


Setelah berbicara dengan nenek dan mengganti nama nya, Nakami diminta oleh nenek untuk menginap di rumah nya karna hari sudah mulai malam.


Nakami pun menerima tawaran nenek dan menginap seharian di rumah nya


Pagi pun tiba.


Nakami bersiap siap untuk pergi.


Sebelum Nakami pergi ia mengecek tubuh dan wajah nya dengan melihat kaca besar yang ada di kamar nya.


Nakami memiliki rambut yang panjang berwarna putih seperti salju, mata berwarna merah merana,


dan postur tubuh yang normal seperti gadis biasa namun agak tinggi


Nakami sontak terkejut Dan berkata


"apa...apakah ini wajah dan tubuh ku"kata nakami sambil menutup mulut nya dengan tangan satu.


Nenek menghampiri Kanami dan berkata


"Kenapa kamu terkejut melihat wajah mu sendiri "kata nenek


"aku terkejut karna baru pertama kali melihat wajah ku sendiri di dunia ini,ternyata cukup cantik"kata kanami.


"melihat wajah sendiri pun kamu terkejut"kata nenek.


Nenek mulai tertawa pelan.


"apa kamu mau pergi sekarang? "kata nenek.


"iya nek aku mau pergi dari sini, jika aku terus tinggal di sini aku akan ngerepotin nenek"kata Nakami


"Baik lah, tidak ada yang bisa melarang mu Pergi dari sini"kata nenek


Kanami mulai bersiap keluar rumah dan pergi dari desa ini untuk berpetualang.


"Sampai jumpa lagi nek, suatu hari nanti aku akan kembali "kata nakami


Nenek melihat Kanami dengan tersenyum dan berkata.


"aku akan menunggu mu"kata nenek


Mereka saling melambai kan tangan.


Akhirnya Kanami pun pergi dari desa untuk berpetualang.


Saat di dalam perjalan Kanami melihat seseorang sedang bertarung di jalan pegunungan yang ia lewati.


Mereka bertarung dengan menggunakan kekuatan element yang hebat.


Mikasa melihat pertarungan itu.


Gerakan yang di lakukan mereka saat pertarungan sangat aneh.


1 orang menggerakan jari jari nya dan membentuk sebuah simbol dan menempel kan tangan nya ke tanah.


tiba tiba muncul sebuah simbol bundar yang bertuliskan tulisan kuno yang terlihat seperti sebuah cacing yang melingkari nya.


Tanah tanah mulai terbentuk seperti duri dan duri itu mulai menyerang orang yang di depan nya


Orang yang di serang mulai mengeluarkan sebuah benda seperti botol.


Benda botol yang di keluarkan itu menghisap serangan yang di luncur kan kepada nya.


Petarung itu tampak marah dan berkata


"kau curang mana boleh memakai artefak dalam pertarungan tantangan "kata petarung


"owh apa iya, bukan nya peraturan itu terlalu kuno.


Semua orang sudah melupakan peraturan kuno itu."kata orang yang menggunakan artefak


Pengguna artefak mulai tertawa terbahak bahak.


Petarung sangat kesal kesal mendengar ocehan dia.


Petarung menyatukan tangan dan simbol kuno itu muncul lagi tapi sedangkan ini di belakang penyerang.


Tanah mulai berterbangan di samping petarung, angin mulai bertiup kencang membawa semua debu ke atas, batu batu mulai berterbangan ke atas dan berputar bersama debu membentuk sebuah tornado.


Petarung berbicara kalau angin ini dapat menghancur kan artefak yang ia bawa.


Pengguna artefak mulai tertawa lagi.


Petarung mulai muak mendengar nya.


Petarung mengucapkan nama jurus yang ia pakai.


"Serangan angin penghancur"petarung mengucapkan nya dengan keras


tornado itu mulai mendekati pengguna artefak.


Pengguna artefak mulai menjulurkan artefak nya dan menyerap tornado itu.


"Hahahaha, apa yang kau katakan tadi coba di ulang aku lupa "kata pengguna artefak


"jangan banyak bicara lihat saja dulu yang akan terjadi"kata petarung


Saat tornado itu sudah terhisap semua tiba tiba


"krrrkkk... Krrrkkk"


Bunyi benda botol itu mulai pecah dan menerbang kan pengguna artefak itu sampai menabrak pohon dan menumbang kan pohon yang ia tabrak.


"hehe,meskipun serangan ini lambat tapi kekuatan nya setara dengan 1000 gajah yang marah"kata penyerang dengan rasa puas


Petarung mulai pergi meninggal kan orang yang dikalahkan nya.


Petarung itu berjalan dan menghampiri kanami lalu bertanya


Nakami terdiam tak menjawab pertanyaan orang itu (dengan sikap berswaspada)


"jangan takut aku takkan menyakiti mu"kata petarung


"aku bukan dari dunia ini"kata kanami dengan pelan


"hah.. apa, kau dari mana tadi, aku tak dengar yang kau ucapkan"kata petarung


"aku bilang aku bukan dari dunia ini"kata kanami dengan suara keras


"tenang tenang jangan marah marah"kata petarung


"lagian sih kamu ngomong nya pelan jadi mana aku bisa dengar. "kata petarung


Kinami pergi meninggal kan petarung itu sendirian


"hey kamu mau kemana"kata petarung


"bukan urusan mu"kata Kanami


"(dia gadis yang sangat aneh, tapi dia juga sangat menarik. Lain waktu pasti kita akan bertemu lagi) "kata petarung di dalam hati


Hari pun menjelang malam, Kinami yang berkeliling di gunung dan naik keatas gunung belum juga melihat sebuah desa


Saat perjalanan Kanami melihat sebuah desa yang berada di puncak gunung yang ia daki.


Ia ingin pergi ke desa itu untuk menginap tapi ia ingat kalo orang yang menakut kan itu tinggal di desa ini.


(Saat berbicara dengan petarung itu Kinami hanya sok kuat dan dingin agar dia bisa melarikan diri dari dia.inti nya dia takut di serang dia)


Kanami pun terpaksa tinggal di penginapan desa itu karna hari sudah mulai malam.


Kanami lupa kalau dia tidak punya uang untuk membayar penginapan itu.


pemilik penginapan tidak mengijinkan nya tinggal karna tidak memiliki uang.


Saat Kanami mau keluar dari penginapan,tiba tiba ada seseorang yang menggunakan penutup muka ingin membayar kan penginapan nya selama 1 hari.


"ehh.....kenapa kamu membantu saya, selama ini saya belum merasa membantu seseorang sehingga dapat bantuan tiba-tiba"kata Nakami


"Emang harus perlu orang menolong menolongku untuk mendapatkan bantuan ku"kata orang yang tidak di ketahui


"ndak juga sih"kata Nakami


"jadi kau terima bantuan ku atau tidak,aku hitung sampai 10 detik"kata orang yang tidak di ketahui


"1".....


"(bagaimana ya jika aku terima nanti dia minta imbalan yang aneh aneh)"kata Nakami dalam hati


"2"......


"(Apa aku harus trima atau tidak)"kata nakami dalam hati


"3".....


Nakami terus berpikir.


"4".....


"5".....


"6".....


"7".....


"8".....


"9".....


"sepu... "kata orang tidak di ketahui


"aku trima bantuan mu"kata nakami


"la gitu dong, tidak baik menolak bantuan orang"kata orang tidak di ketahui


Orang itu membuka penutup wajah nya.


Nakami terkejut karna orang yang membantu dia adalah petarung yang ia lihat tadi


"Terkejut?"kata petarung


"kau sudah menerima bantuan ku jadi aku punya 1 syarat yaitu"kata petarung


"besok pagi kau pergi ke pusat desa jam 09:00 ada sesuatu yang ingin kuomongin ke kamu "kata petarung


"dah aku pergi dulu bye"kata petarung


Petarung itu menghilang secepat kilat


Nakami pun menerima permintaan nya karna dia sudah membantu nya.


Nakami pergi ke kamar nya dan mulai beristirahat.


Hari sudah pagi Nakami bersiap untuk pergi ke pusat desa untuk bertemu dengan petarung.


Akhirnya nakami sampai di pusat desa.


Nakami mencari petarung kesana kemari namun belum juga ketemu


Setelah itu Nakami duduk di bangku yang ada didekat tempat makan.


Nakami terkejut tiba tiba petarung itu ada di sebelah nya.


Petarung menggandeng tangan nakami dan memasuki tempat makan.


Petarung itu mengajak nya duduk di pojok agar perbincangan mereka tidak terdengar


Mereka mulai memesan makan dan petarung itu mulai berkata


"aku tau asal kau dari mana,aku juga berasal dari sana"kata petarung