Demon Book

Demon Book
PASUKAN REVOLUSI VS PRAJURIT DEWA



Amura,Nicolas,dan simo dihadapkan dengan situasi yang tak mengenakkan karena harus menghadapi prajurit dewa veldavas mereka semua dibuat tegang karena kekuatan dan kemampuan prajurit dewa itu .


Amura:"siapa sebenarnya mereka ini?,mereka bahkan tak terlihat seperti manusia"


Nicolas:"Amura, sepertinya kali ini bukan hanya dunia yang mengincar mu"


Orochi:"Dia benar"


Amura:"hah?!"


Orochi:"Amura,dosamu itu tidak bisa diampuni kau telah memegang buku terlarang itu buku yang menyimpan sisa-sisa musuh para dewa"


Orochi:"Potonglah kepalamu untuk penebusan dosamu".Orochi maju kearah Amura dengan cepat dan langsung memukul Amura hingga terpental jauh,Orochi kembali ingin memukul Amura dengan tangan besarnya namun amura menahannya dengan tombak beelzebub miliknya. Mereka beradu serangan namun Amura kalah dalam adu serangan yang membuatnya jatuh ketanah walau dia kalah namun dia memberikan bekas luka yang cukup besar ditangan orochi.


Orochi:"wah,ini cukup sakit tak ku sangka senjata itu mampu menembus pertahanan tubuhku yang lebih kuat dari materi apapun didunia ini hahah"


Amura:"sial,tubuh besarnya itu membuatku jengkel sekali"


Orochi:"biar kutunjuk kan kekuatan asliku". besi-besi tajam besar keluar dari tubuh Orochi dan melesat kearah amura, besi-besi besar itu meratakan semua pepohonan dan ternyata salah satu besi tajam itu mengenai perut amura.


Orochi:"Kena!!,haha aku berhasil aku berhasil" ucap Orochi dengan tawa jahatnya.


Amura:"benar-benar menyusahkan" ucap Amura sambil mencabut besi tajam dari perutnya. Amura yang terluka parah dipaksa untuk kembali bertarung dengan sisa-sisa tenaganya dibalik keunggulan orochi,Orochi juga dibuat khawatir dengan lukanya yang tak bisa disembuhkan dia seperti dikutuk.


Orochi:"(sialan kenapa regenerasi tidak bisa menyembuhkan luka ini) hei Amura kau sudah terluka parah kau tidak akan bisa melanjutkan ini lagi"


Amura:"Luka kecil seperti ini bahkan tidak bisa membunuh seekor kambing dasar bodoh" ucap Amura dengan tersenyum jahat diiringi dengan aura sihir mengerikan keluar dari tubuhnya.


Orochi:"Dengan luka seperti itu kau masih bisa menggertak hahahahah"


Orochi:"aaaaarghh, tidak dia tidak menggertak aura energi sihir gelapnya itu benar-benar kuat dia tak bercanda kali ini".


Amura:"DATANGLAH SANG KIAMAT".Amura memanggil pedangnya dan pedang itu muncul dari langit dan jatuh menancap didepan Orochi yang membuatnya terpental,pedang itu berwujud seperti katana yang besar dan berwarna hitam legam,Amura dengan cepat menyerang Orochi dan Orochi menciptakan tameng besar dari tubuhnya namun serangan dari pedang iblis amura dengan mudah menembus pertahanan tebal dari Orochi sekaligus menghancurkan tangannya dan mengikis sedikit bagian dari kepala orochi.


Amura:"belum selesai!!".Amura menyerang orochi dari atas dengan tebasan pedang iblisnya yang sangat besar dan banyak,Orochi menciptakan bor yang sangat besar yang 30 kali lebih besar dari tubuhnya dan membalas serangan amura.


Adu serangan mereka berdua memancarkan cahaya sihir yang amat terang dan guncangan hebat,Orochi ternyata masih belum kalah namun karena serangan amura dia kehilangan kedua lengannya dan setengah dari tubuh kerasnya itu kini hanya tinggal tulang belulang. Orochi yang sudah berada diambang kematiannya pasrah jika dia akan dibunuh oleh amura,amura yang berdarah-darah berjalan kearah orochi sambil menyeret-nyeret pedang besarnya.


Orochi:"harusnya aku menyadarinya sejak awal, kupikir kau bukanlah pembawa kehancuran seperti yang dikatakannya" Orochi dengan tersenyum mengatakan itu kepada amura,Amura tanpa berkata-kata langsung membelahnya menjadi dua.


Disisi lain Nicolas dan notora juga bertarung,mereka beradu serangan dengan sangat dahsyat kecepatan mereka berdua pun juga tidak bisa dilihat jelas setelah sama-sama lelah mereka berdua berhenti sejenak dengan berdiri melayang di udara.


Nicolas:"aku tidak suka pertarungan dengan senjata-senjata besar seperti itu"


Notora:"memangnya kenapa?, ternyata selemah inilah kalian sampai-sampai melihat senjata besar saja kalian merasa dicurangi hahahahah"


Nicolas:"justru karena senjatamu itulah yang membuat ku harus repot-repot untuk mengerahkan tenaga lebih" aura sihir api nicolas yang besar membuat udara sekitarnya menjadi panas seketika dan itu membuat notora benar-benar tertekan karena tekanan aura sihir itu.


Notora:"auranya benar-benar panas sialan"


Nicolas:"menyesal lah karena sudah membuat ku seperti ini tuan tinggi berambut panjang!"


Nicolas dan notora maju secara bersamaan untuk saling menyerang dengan serangan pengakhir mereka berdua notora dengan sabit besarnya yang sudah diperkuat menyabitkan sabitnya kearah Nicolas, begitu juga dengan Nicolas dia menyerang dengan pedang yang diselimuti api birunya dan kedua senjata mereka berdua bertemu satu sama lain.


Tebasan pedang api olympus milik nicolas ternyata lebih kuat daripada sabitan besar notora bahkan pedang nicolas mampu menghancurkan sabit besar notora dan notora kembali menerima serangan telak dari nicolas dia juga menerima efek ledakan dari api nicolas yang membuat dia terjatuh. Hal itu ternyata disadari oleh hachi yang sedang baku tembak dengan simo hayha.


Hachi:"sial!!!,kenapa jadi seperti ini NOTORA!!!" hachi berteriak karena bingung kenapa situasinya malah berubah dan dia meninggalkan simo.


Simo:"tunggu kemana kau akan melarikan diri hah?!" simo meneriaki hachi karena dia belum selesai bertarung dengannya.


Hachi terbang dengan cepat kearah notora dan menyelamatkannya lalu dia meninggalkan mereka semua begitu saja.


Setelah pertarungan itu usai nicolas masih mencari-cari dimana amura dan simo juga menghampiri temannya, tidak jauh berjalan akhirnya simo menemukan nicolas dan amura namun Amura sedang terluka parah dan nicolas sedang mencoba untuk menghentikan pendarahannya.


Simo:"hey hey hey,apa yang terjadi pada amura?"


Nicolas:"Perutnya tertusuk ini cukup mengerikan,Simo! carilah Zen disekitar tebing itu aku melihatnya terlempar kesana kita membutuhkannya karena kita harus segera menuju ke markas"


Simo:"ya kau benar,aku akan mencarinya tangani dia sebisa mungkin" simo berlari kearah tebing untuk menghampiri zen yang sebelumnya terlempar jauh ke tebing. Tak lama kemudian simo berhasil menemukan zen yang ternyata dia sudah bangun dari pingsannya yang lama dan bisa menggunakan sihirnya walau tubuhnya tidak baik baik saja.


Zen:"ayo kita pergi ke markas"


Nicolas:"ya, kita harus segera membawanya kepada para dokter".Zen mengaktifkan sihir ruangnya dan berpindah tempat dengan cepat dan mereka sudah berada didepan markas dengan keadaan penuh luka dan darah para penjaga disana dengan cepat membantu mereka semua dan membawanya ke ruang medis untuk dirawat.


Di alam dewa hachi harus menerima kenyataan bahwa teman seperjuangannya notora dan orochi harus mati melawan manusia,notora mati karena setengah dari tubuh bagian dadanya sudah hancur terbakar dan orochi mati terbunuh oleh amura. Hachi yang berada diluar ruangan terduduk diam dan murung karena kematian mereka kemudian dia didatangi oleh seseorang petinggi dari prajurit tingkat 3 dia adalah IKARUS seorang kapten prajurit dewa tingkat tiga dia mengenakan Jas dan juga menggunakan topeng besi berbentuk kepala elang di kepalanya dia mendekati hachi dan mengajaknya mengobrol.


Ikarus:"apa yang sebenarnya terjadi?"


hachi:"kapten?..." hachi hanya menoleh ke arah ikarus lalu kembali mendiam.


Ikarus:"ya, sebenarnya aku paham tentang apa yang sedang kau alami aku juga merasa sedih karena kehilangan mereka tapi katakanlah apa yang terjadi sebenarnya"


Hachi:"kami bertiga dipanggil tuan veldavas untuk membunuh pemilik buku iblis yang sekarang berada di alam para manusia"


ikarus:"alam manusia?!"


Hachi:"kami bertarung dengannya dan kami mengalami kekalahan yang membuat Orochi dan notora harus mati"


ikarus:"begitu rupanya"


Hachi:"KAPTEN!!" hachi berkata kepada ikarus dengan menangis


Ikarus:"hah?,ada apa?"


Hachi:"Aku!,aku benar-benar membenci semua ini aku benci permusuhan seperti ini"


Ikarus:"sudahlah tidak ada gunanya menangisinya, istirahatlah jangan buat dirimu sakit oh ya jangan lupa kita semua besok harus menghadiri pemakaman notora" Ikarus pergi meninggalkan notora.


Ikarus:"kalian harus menerimanya,kalian sudah menghabisi anak buah ku kalian harus merasakannya".


BERSAMBUNG.......