Dear Little Wife Mr. Matthew

Dear Little Wife Mr. Matthew
Chapter 3 (Apply...)



.....Happy Reading.....๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ“–


Pagi Hari Kemudian.........


Albert.Drc


Ruang Presdir.


Saat ini Matthew Sedang duduk dikursi kebesarannya sebari menandatangi berkas-berkas dimeja, tiba-tiba masuklah Nick pria itu terlihat membawa beberapa satu berkas.


"Hai Brother!๐Ÿ‘‹๐Ÿป, ini berkas yang kau minta..."Ucap Nick, meletakkan berkas itu dimeja.


Matthew melepaskan penanya, dia menatap wajah Nick, kemudian dia melirik sekilas Berkas itu kemudian dia membukanya, berkas itu isi sebuah surat perjanjian yang akan dia berikan pada Tn. Charlotte nanti malam...


Setelah dia baca dengan teliti semua isi surat itu sesuai dengan yang dia perintahkan...


"Thanks..."Ucap Matthew, datar.


"You're Welcom, tapi tidak gratis, bayarannya transfer saja yaa..."Ucap Nick, duduk disofa.


Matthew mengehela nafas kesal, setiap orang yang berada disisinya selalu saja matre bahkan sahabatnya sekaligus pun matre minta ampun.


Matthew mengeluarkan ponselnya dia mengirim uang 500 Juta ke Rekening Nick, dan seketika langsung meluncur...


"Ooohhh Best Friends, Thank you atas 500 Juta-nya..."Ucap Nick, sumringah.


"Aku mau keruang Lee dulu, bye..."Ucap Nick, pergi.


GENIUS INTENATIONAL SCHOOL.


Saat ini Keyla baru saja sampai disekolah, dia turun dari mobil mewah pajero sport, Keyla disekolahnya ini paling terkenal kaya dan pintar...


Dia bahkan menguasai segala ilmu bela diri, pintar dalam hal agama maupun duniawi, dia juga terkenal pendiam dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar.


Di tambah wajah bule-nya itu terlihat sangat cantik dan ayu, banyak yang iri akan hal yang dimiliki Keyla namun Keyla tetap it's okay, i'm fine.


Keyla berjalan memasuki area sekolah international itu, banyak yang menyapanya mulai dari kakak kelas, adik kelas bahkan seangkatan pun menyapanya...


Saat ini dia sedang didalam lift menuju Lantai kelasnya.


Genius One Class.


Saat dia memasuki kelas, semua terdiam padahal awalnya semuanya berisik dan berteriak-teriak namun saat dia masuk semua diam.


Keyla duduk dikursi paling depan, depan-depanan dengan meja guru dia duduk satu meja dengan Sofia sedangkan Giselle duduk disebelah mereka.


"Good Morning Key..."Sapa Sofia, tersenyum tipis.


"Good Morning too Princess Sofia..."Jawab Keyla, sopan.


"Key apakah Pr matematika pun telah selesai?"Tanya Giselle, ikut nimbrung.


"Sudah, why?"Tanya Keyla, menatap Giselle.


"Pr-ku belum, semalam aku pergi ke Club bersama kakakku, katanya disana itu banyak pria-pria tampan dan wanita-wanita sexy, aku datang kesana dan kakakku malah mabuk dan aku lupa kejadian itu..."Ucap Giselle, jujur.


"Astagfirulah, kamu yang benar? Club itu tempat yang tidak baik Giselle, jangan kesana lagi bahaya..."Ucap Keyla, memperingati sahabatnya itu.


"Iyaa, aku tahu aku salah, kakakku juga sudah dimarahi oleh Mom..."Ucap Giselle, menunduk.


"Giselle I think your brother is too wild, he even goes to a night club, under royal rules it is forbidden for a princess let alone a crown princess to go to a night club..."Ucap Sofia, sopan.


"Yaa itu benar Princess Sofia, dan kakakku itu memang Liar, namun kehidupan rakyat biasa seperti kami ini memang seperti ini, jauh berbeda dengan kamu yang seorang princess..."Ucap Giselle, sinis.


"Mulai sekarang kita bukan sahabat..."Ucap Giselle, cemberut, bahkan wanita itu berjalan pindah ketempat duduknya.


'Dia salah paham...'Batin Keyla.


Siang Hari Kemudian...........


THE ANA JEWELERY SHOP.


Matthew saat ini berada di Toko perhiasaan milik sahabat wanitanya, dia akan membeli perhiasaan untuk acara nanti malam, karena dia akan melamar seorang gadis kecil cantik...


"Haiii honeyyy...."Sapa Ana, wanita itu memang sering menyapa Matthew dengan panggilan mesra hingga sering menimbulkan berita jika sebenarnya mereka ini adalah pasangan kekasih.


"Berhentilah memanggilku seperti itu Ana..."Ucap Matthew, tegas.


"Sorry, tapi kau memang my honey..."Ucap Ana, memeluk Matthew.


"Ana lepas..."Bentak Matthew, kesal.


Ana pun terpaksa melepaskan pelukannya itu padahal dia sangat menyukai bau tubuh Matthew, Ana tersenyum manis, detak jantung wanita itu berdetak kencang.


"Ana..."Panggil Denis, Ya Ana sudah menikah sejak 1 Tahun lalu karena perjodohan dengan Denis seorang lelaki sholeh namun di sia-siakan oleh Ana.


"Apa?"Tanya Ana, dingin, menatap sinis Denis.


"Kamu sedang apa disini? dan siapa dia?"Tanya Denis, melirik Matthew.


Ana menatap tajam Denis, dia benar-benar kesal dijodohkan dengan pria ini, dia jauh lebih mengidamkan dijodohkan dengan Matthew, pria tampan dan tajir.


"Aku disini sedang mengobrol dengan my honey, dan dia adalah Matthew Alberto, kenapa?"Ucap Ana, melirik sinis Denis.


"Nggak apa-apa, kenalin aku Denis suami Ana..."Ucap Denis, mengulurkan tangannya.


"Matthew, sahabat Ana..."Jawab Matthew, menerima uluran tangan Denis.


Ana terlihat kesal saat Matthew menjabat tangan Denis, Ana itu tidak pernah mengharapkan sosok suami seperti Matthew bukan Denis.


"Kau sebaiknya bekerja saja sana, disini itu kau untuk bekerja, aku ingin berbicara dengan Matthew..."Ucap Ana, menatap tajam Denis.


Denis pun memilih pergi meninggalkan istrinya itu bersama sahabat istrinya...


LE PRADA RESTAURANT.


Saat ini Keyla sedang makan siang bersama sang bunda, Keyla memesan steak sedang Ny. Charlotte memesan salad, Keyla makan dengan lahap...


"Sayang nanti malam jangan lupa bersiap ya, kita akan makan malam dirumah rekan bisnis ayahmu..."Ucap Ny. Charlotte, menatap Keyla.


"Kenapa Keyla diajak? biasanya Key tidak pernah diajak..."Ucap Keyla, bingung.


"Tidak apa-apa, hanya sesekali membawamu saja agar semua rekan bisnis ayah tahu kamu itu pewaris seluruh harta keluarga Charlotte..."Ucap Ny. Charlotte, tersenyum.


"Okay..."Jawab Keyla, ragu.


Sore Hari Kemudian.........


Saat ini dikamarnya Shannon sedang bersiap dibantu oleh 2 Maid, dia memakai dress yang sangat bagus dan elegan saat dia pakai, ditambah dia juga didandani dengan sangat cantik...


"Bibi Maid kapan selesainya?"Tanya Keyla, bingung.


"Satu sentuhan lagi selesai kok Nona Muda..."Jawab Maid, dia memakaikan lisptick dibibir sexy Keyla dan kemudian selesai.


Keyla mengaca, dia melihat dirinya sangat cantik dan menawan, dia tersenyum manis menatap kedua Maid itu dan berkata...


"Terimakasih Bibi Maid karena sudah mengubah Keyla menjadi secantik ini..."Ucap Keyla, tersenyum.


"Anda memang cantik nona muda..."Puji Maid 1, tersenyum ramah.


"Terimakasih..."Jawab Keyla.


Gadis itu berjalan pergi meninggalkan kamarnya menuju mobil dan dia bersama kedua orang tuanya sedang pergi menuju Mansion Alberto.


MANSION ALBERTO.


Mobil mewah milik Tn. Alendro telah sampai didepan gerbang mewah Mansion Alberto mobil mereka dipesilahkan masuk, saat mobil telah memasuki perkarangan Mansion Mobil berhenti tepat didepan pintu Mansion mewah.


Turunlah Tn. Charlotte & Ny. Charlotte berdampingan sebari ditengah-tengah ada Keyla...


Ruang Makan.


Mereka langsung diajak ke ruang makan oleh asisten Lee, Pasangan Charlotte duduk bersebelahan sedangkan Keyla duduk didepan kedua orang tuanya dekat dengan kursi utama


Tiba-tiba muncul seorang pria tampan ber-prawakan bule duduk dikursi utama, mata pria itu selalu menatap Keyla, dia takjub dengan kecantikkan Keyla.


**Potret Tuan Matthew malam ini\, tatapan pada Keyla membuat tersetrum....**



"Selamat malam Tn. Charlotte..."Sapa Matthew, menjabat tangan Tn. Charlotte.


"Selamat malam Tn. Matthew..."Jawab Tn. Charlotte, menerima jabatan tangan Tn. Matthew.


"Selamat malam Ny. Charlotte..."Ucap Matthew, menjabat tangan Ny. Charlotte.


"Selamat malam Tn. Matthew..."Jawab Ny. Charlotte, menerima jabatan tangan Tn. Matthew.


Matthew dan pasangan Charlotte pun kembali duduk dikursi masing-masing, Matthew kembali menelisik wajah Keyla, gadis kecil itu sangat cantik dan baik.


Matthew tertarik dengannya, Keyla yang ditelisik oleh Matthew merasa kurang nyaman dia segera menundukkan pandangannya karena takut.


**Potret Penampilan Keyla Charlotte malam ini\, cantik dan manis...**



"Siapa namamu?"Tanya Matthew, lemah lembut.


"Keyla..."Jawab Keyla, singkat.


"Kau sangat cantik..."Puji Matthew, mengusap kepala Keyla lembut.


"Terimakasih..."Jawab Keyla, berbinar.


Matthew tersenyum membalasnya, dia kembali menatap kedua orang tua Keyla, Matthew menarik nafas dalam-dalam dan memberikan isyarat untuk Lee agar membawakan sesuatu.


Lee berjalan kearah meja makan sebari membawa 5 kotak perhiasan dan 1 surat, dia meletakkan semua itu dimeja depan sang bossy.


"Tn. Ny. maksud saya mengundang anda kesini untuk memberikan ini..."Ucap Matthew, memberikan 5 kotak perhiasan mahal dan mewah itu serta 1 surat itu.


Tn. Charlotte mengernyitkan dahinya dia membuka surat itu dan dia baca dari atas sampai bawah, dia benar-benar terkejut dan tidak menyangkan, sedang Ny. Charlotte terlihat antusiasi melihat 5 kotak perhiasan mewah...


"T-tuan, apakah benar ini?"Tanya Tn. Charlotte, terkejut.


"Ya itu benar, semua sesuai dengan isi surat..."Jawab Matthew, datar.


"Memangnya apa isi suratnya yah?"Bisik Ny. Charlotte, bingung.


Tn. Charlotte memberikan selembar surat itu pada istrinya, Ny. Charlotte membaca surat dari atas dan bawah dia benar-benar terkejut dan shock.


"Tuan! apa-apaan ini, putri saya masih terlalu kecil untuk anda jadikan istri, apa segitu tidak lakunya anda hingga mencari anak kecil untuk dijadikan istri..."Pekik Ny. Charlotte, emosi.


"Bun, tahan emosi..."Bisik Tn. Charlotte, menenangkan istrinya.


Ny. Charlotte mati-matian menahan emosinya, dia menoleh dan menatap suaminya, ditelisik wajah suaminya biasa saja, lalu dia berbalik menatap wajah putrinya, wajah Keyla terlihat pucat pias dia benar-benar bingung.


"Bukankah diperjanjian saya hanya akan membesarkan Keyla dan menyayanginya saya tidak akan memaksanya melakukan kewajibannya sebagai istri saya..."Ucap Matthew, dingin.


"Yaa, t-tapi kan putri saya masih kecil, jika anda melamarnya saat usianya 18 Tahun ya gapapa tapi ini masih 11 Tahun...."Ucap Ny. Charlotte, pusing.


"I don't care karena saya mau dia sekarang, bukan nanti..."Ucap Matthew, dingin.


"Okay Tuan, akan kami terima..."Ucap Tn. Charlotte, tegas.


"Yah..."Pekik Ny. Charlotte, terkejut.


"Sudah bun, nanti kita bicarakan dirumah..."Bisik Tn. Charlotte.


"Keyla maukah kamu tinggal dengan Uncle ini nanti..."Tanya Tn. Charlotte, menatap wajah pucat anaknya itu, dia juga sebenarnya tidak rela hanya saja ada sesuatu.


"Key..."Ucap Keyla, berfikir.


"M-mau..."Jawab Keyla, gugup.


"Baiklah, sudah diterima tuan..."Ucap Tn. Charlotte, menatap Tn. Matthew, sedangkan pria itu hanya menjawab dengan anggukan walau didalam hatinya dia amat sangat bahagia.


Mereka semua memulai makan malam sebari tidak mengobrol sama sekali, karena mereka semua masih bergulat dengan fikiran masing-masing.


Setelah selesai makan, Tn. Charlotte & Ny. Charlotte berpamitan dengan Matthew dan Lee...


"Kami pamit pulang Tuan..."Ucap Tn. Charlotte.


"Ya, hati-hati, jaga Keylaku..."Ucap Matthew, tegas.


Mereka semua pun pulang, saat mereka sudah pulang, Marcus memilih untuk kembali kekamarnya dia ingin mencoba merenungi keputusannya ini, apakah ini salah atau tidak?


To be continue.


Jangan lupa Like, comment, hadiah, dukungan and vote ya readers๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ˜Š


Terimakasih๐Ÿ™๐Ÿป