
Esok paginya...
Evelin sekolah seperti biasa. Suasana sekolah yang ramai di jam istirahat, Freya yang pergi menemui Adelio, Bastian yang sedang membaca buku di tempat duduknya, sedangkan Evelin yang sedang melihat ke arah jendela.
Di sisi lain...
Deon yang sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantornya, dan Eric yang bersiap-siap untuk pendaftaran murid pindahan.
"...Eric, kamu akan pergi dengan di antar sopir dan jangan menolak. Mulai sekarang kamu tidak di perbolehkan untuk membawa motormu, jadi tidak usah berharap yang lain-lain dan menurutlah..." ucap Deon dengan menepuk pundak Eric lalu pergi ke kantor.
Eric pun pergi dengan diantar sopir. Sesampainya di sekolah Eric sudah di tunggu oleh satu orang guru pembimbing untuk mengantarnya ke ruangan kepala sekolah. Eric berjalan dengan guru dan melihat sekeliling sekolah, Eric melihat satu jendela yang di baliknya ada anak perempuan yaitu Evelin, Evelin yang sedang melihat ke arah jendela pun melihat Eric yang sedang melihatnya mereka bertatap muka satu sama lain beberapa menit. Eric membuang pandangannya dengan melanjutkan jalannya. Evelin yang melihat Eric membuang muka dia pun ikut memalingkan pandangannya dan kembali duduk menghadap meja dan mengambil buku tulisnya.
Di jam peljaran sedang dimulai...
"...hei katanya akan ada murid pindahan, dia juga anak orang kaya wajahnya tampan loh..."
"...yang benar? masuk kelas berapa ya? aku harap dia masuk kelas kita! aku juga ingin melihat wajahnya hahaha..." ucap para siswi perempuan di kelas 2A.
Evelin yang sedang menulis pun mendengarkan perkataan para siswi itu, dia berfikir...
"...apa yang di maksud murid pindahan itu anak laki-laki yang aku lihat di jendela tadi?..." bertanya dalam hati.
Jam sekolah pun selesai, para murid semua membereskan alat tulis mereka dan pulang, Evelin pulang bersama Bastian dan menunggu bus di halte bus, sedangkan Freya pulang dengan sopirnya.
Di sisi lain Eric yang sudah menyelesaikan pendaftaran dan pulang ke rumah, duduk di dalam mobil dengan melihat jalan di balik kaca mobil dan berdiam santai.
"...Hallo.berikan telephonnya kepada Eric, saya ingin berbicara dengannya..." ucap Deon ke sopirnya.
"...baik tuan..." jawab sopirnya dan memberikan telephonnya kepada Eric "...tuan muda, tuan Deon ingin berbicara dengan anda..."
Eric menerima telephonnya "...ya, ada apa?..."
"...sudah selesai pendaftarannya?..bagaimana sekolahannya apa kamu suka?..." tanya Deon kepada Eric.
"...ya sudah, pulanglah dengan hati-hati..." menutup telephonnya.
Di sisi lain di rumah Adelio. Adelio yang baru sampai di rumah, dia melihat ayahnya dan kakaknya sedang membicarakan sesuatu di dalam kamar ayahnya dan Adelio berjalan menuju ke kamarnya.
"...Adelard kamu beneran ingin pindah sekolah nak?..." tanya ayah kepada Adelard.
"...iya yah, agar aku bisa berangkat bersama Adelio dan menjaganya..." ucap Adelard.
"...ya sudah ayah akan uruskan pendaftaranmu besok kau juga ikut ya kita berangkat bersama Adelio..." ucap ayah.
"...iya yah, Terima Kasih..." menunduk dan keluar dari kamar ayah.
Malam harinya dijam 09.30 Evelin pergi ke minimarket untuk membeli bahan masak, selesainya berbelanja dia pergi untuk kembali ke rumah berjalan sendiri di jalan yang ramai, di saat akan menyebrang Evelin menunggu lampu merah dan memandanginya, terlihat dari kejauhan lampu di sebrangnya ada seorang ibu-ibu yang berjalan dengan pandangan kosong dan berjalan menyebrang tanpa menunggu lampu merah menyala.
"...tin! tin! tinnn!!..." suara mobil yang terhenti.
"...hei bu! ah sial kenapa menyeberang tanpa menunggu lampu merah menyala?!..." salah satu pengendara yang terhenti.
Ibu itu hanya berjalan dan tidak menghiraukannya. Evelin memandangi ibu tersebut dan melihat bahwa ibu itu bukanlah ibu yang sebenarnya bisa di katakan seperti terpengaruh oleh sesuatu. Di saat lampu merah menyala Evelin yang harusnya menyebrang dia malah membuntuti ibu itu di belakangnya dengan memberikan jarak, Evelin membuntuti dengan menenteng plastik belanjaannya. Karena plastik belanjaan kekecilan dan robek kaleng sardennya terjatuh dan membunyikan suara... "...klontang..." ibu itu terkejut dan menoleh kebelakang.
"...hei nak..."
~♥~
Hallo pembaca semua^^
nikmatilah ceritanya yaa... dan tunggu eps selanjutnya terima kasih^^
~♥~