
Sore harinya, Evelin bersantai dengan menonton tv. Evelin sudah terbiasa dengan kesendirian di dalam rumahnya, terkadang Bibi Evelin mampir ke rumah untuk menjenguknya dia selalu membawakan Evelin bahan makanan seperti buah-buahan, sayuran, daging juga terkadang memberi Evelin uang untuk keperluan pribadinya. Bibinya selalu khawatir terhadap Evelin yang lebih memilih hidup sendiri di rumah orang tuanya dari pada ikut bersama di rumah bibinya. Evelin berpikiran atas kepergian kedua orang tuanya itu sudah saatnya untuk hidup mandiri, Evelin selalu mengingatkan Bibinya agar tidak usah khawatir karena Evelin selalu menjaga diri dengan baik, walaupun bibinya terlihat tidak percaya akan tetapi dia selalu melimpahkan kasih sayang kepada Evelin.
Selesai menonton tv "...sudah jam 8 aja, harus belajar nih tapi makan dulu aja deh..." pergi menyiapkan makanan.
Selesai makan Evelin pergi ke depan untuk mengunci pintu kemudian mematikan lampu depan dan pergi ke kamarnya untuk belajar. Selesainya belajar Evelin berberes-beres dan menyiapkan jadwal sekolah besok.
"...oh ada chat masuk, pasti Freya..." melihat hp sambil berjalan menuju kasurnya.
Sudah larut di jam 10 malam Evelin bergegas untuk tidur, disaat menyeret selimut terlihat Liontin tergeletak di bawah selimut.
"...Liontin?..." terheran lalu mengambilnya.
Sembari menyelimuti diri, Evelin menggenggam liontinnya. Berbaring dia mengamati liontinnya.
"...sepertinya aku tidak asing dengan liontin ini.. seperti ada seseorang yang pernah memberikan liontin seperti ini kepadaku.Tapi siapa?..." membolak-balikkan liontin.
Tanpa berpikir panjang Evelin menyimpannya di bawah bantalnya lalu menutup kedua matanya dan tidur.
Keesokan paginya Evelin seperti biasa mandi dan berpakaian untuk sekolah, dan dia tidak lupa soal liontin itu. Evelin mengambil liontin di bawah bantalnya dan turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan. Evelin menaruh liontin di dalam dompetnya agar tidak hilang kemudian memakan sarapannya. Selesainya makan Evelin berangkat dan tidak lupa untuk mengunci rumah seperti biasa.
Sesampainya di sekolah Evelin menunggu Freya bersamaan dengan membaca novel di dalam kelas.
"...Ha! eve!..." suara teriakan.
"...hah!..Frey ngapain sih kamu gak ada kerjaan aja..." terkejut karena Freya.
"...hahaha maaf maaf habis kamu serius banget baca bukunya..." jawab Freya yang tertawa terbahak-bahak.
Setelah semua murid berkumpul dimulailah pelajaran pertama dan selesai pelajaran pertama dilanjutkan pelajaran ke 2. Di saat bapak guru pengajar ke 2 masuk, Evelin melihat ada bayangan menyerupai asap hitam yang mengikuti pak guru.
"...pak guru habis merokok?..." bertanya di dalam hati.
Sedang berlanjutnya pembelajaran, di tengah pembelajaran asap hitam sudah tidak terlihat lagi, dan Evelin tidak memperhatikannya dia fokus terhadap pelajaran, Sampai jam istirahat tiba...
"...Frey aku mau tanya ke kamu, tadi waktu pak guru masuk kamu ada liat asap berwarna hitam gak di belakang pak guru?..." bertanya dengan serius.
"...tadi waktu pak guru baru masuk, kayak ada asap gitu masa kamu gak liat frey lagian jelas banget loh asapnya..." sambil membuka pintu es di kantin.
"...ya mana aku liat kan aku gak hobi liatin orang tua ahahaha..." bercanda dan tertawa jelek.
"...yaa kamu gak bisa serius deh aku serius malah kamunya bercanda kan..." Evelin kecewa karena tidak di tanggapi dengan serius oleh Freya.
Pergi memesan makanan dan duduk di meja paling pojok. Evelin dan Freya makan di kantin, Selesainya makan mereka pergi ke balkon atas untuk bersantai, Freya yang sedang bermain hp dan berselfi sendiri sedangkan Evelin membaca novel.
"...Ev aku mau memata-matai adelio dulu ya di sebelah sana..." tergila-gila dengan adik kelas.
"...iya iyaa..." jawab Evelin yang sedang membaca novel.
Saat berdiri dompet Evelin terjatuh dari kantong jasnya dan terbuka uang recehnya berserakan dan liontinnya terlihat keluar dari dompetnya.
"...ah! Liontinnya.. hampir lupa..." mengambil liontin dan uang yang berserakan.
Evelin kembali merapikan uangnya dan memasukkannya ke dalam dompet lalu mengantongi dompetnya ke saku jas bagian dalam. Memandangi liontin yang terkena pancaran sinar matahari Evelin langsung memakaikan liontin di lehernya lalu memasukkannya kedalam kerah bajunya dan berjalan mendekati Freya. Liontinnya berkilau beberapa menit tanpa sepengetahuan Evelin.
Di sisi lain, Di suatu perusahaan dalam sebuah ruangan kerja Dewa Deon yang sekarang menjadi manusia, menjatuhkan map yang ada di genggamannya.
"...ah kenapa bisa jatuh?..." berdiri dan mengambil map.
~♥~
Hai para pembaca sekalian apa kabar^^
Maaf ya jika saya up eps kadang tidak terlalu cepat / terlalu banyak hari yang saya gunakan untuk kesibukan saya hehe^^'
Saya harap kalian bisa suka dengan ceritanya, kedepannya saya akan berusaha untuk bisa up setiap harinya ya... Terima Kasih.
~♥~