
"...ah kenapa bisa jatuh?..." berdiri dan mengambil map.
"...Tuan Deon, rapat akan segera di mulai 10 menit lagi..."
"...baiklah..."
Di sisi lain Evelin...
Pelajaran sedang berlangsung, ditengah pembelajaran Evelin merasa aneh dengan ruangan kelasnya dia menoleh ke kanan dan ke kiri untuk melihat sekeliling kemudian dia melihat ke arah jendela, Evelin melihat ada siswi yang sedang berjalan dengan sebelah kakinya yang di penuhi asap hitam.
"...lagi - lagi asap hitam seperti itu.. ada apa dengan penglihatanku apa aku berkhayal?..." mengedipkan mata.
"...itu kemampuan bukan hayalan..." suara yang tiba - tiba datang dalam pikiran Evelin.
Evelin terkejut dengan suara tersebut, dia kebingungan dan menoleh ke sekeliling untuk mencari siapa yang berbicara kepadanya, karena memikirkan suara tersebut Evelin terdiam saat di tanya soal pelajaran oleh guru dan di marahilah Evelin. Di waktu sekolah telah selesai semua murid - murid pulang dan Evelin berjalan menuju gerbang dengan raut muka yang terlihat bingung.
"...Evelin! heyyy! kenapa gak barenggg! ..Evelinnn!..." Freya yang memanggil dari kejauhan.
"...sepertinya dia tidak mendengarmu..." ucap Bastian.
"...hah jadi dia tidak mendengarkan ya atau mengabaikanku? dasar, ayo Bas kita kejar..." menggenggam tangan Bastian dan berlari.
"...apa - apaan sih dia..." Bastian yang berbicara di dalam hati dan memerah pipinya karena di pegang tangannya sama Freya.
Mereka berdua berlari untuk mengejar Evelin yang sedang berjalan sendirian.
"...Evelin.(hosh.. hosh..) kau gak dengar ya..aku memanggilmu tadi..." terengah - engah bersama Bastian.
"...Evelin..." Bastian menepuk pundak Evelin.
"...ha!..siapa?..oh Kalian, ke-kenapa kalian berkeringat?..." tanya Evelin karena terkejut.
"...gila ya kamu, dipanggil gak konek amat si lari deh kita udah gitu ninggalin lagi teman macam apa kau ini..." ucap Freya dengan kesal.
"...yaudah pulang bareng aku aja naik mobilku bertiga ya..tuh dah nungguin di depan..." ucap Freya dan menggandeng tangan Evelin dan Bastian.
Dan mereka bertiga pulang sekolah nebeng Freya karena Freya yang memaksa untuk Evelin dan Bastian ikut.
Di sisi lain...
Di saat rapat perusahaan selesai, Deon kembali ke ruang kerjanya dan istirahat sejenak karena lelah, dia tertidur dan memimpikan bahwa dirinya pernah di hukum karena suatu kesalahan yang dia perbuat dan di mimpinya itu Deon menjadi seorang Dewa namun dia tidak patuh seperti dewa dewi yang lainnya. Karena mimpi itu dia terbangun dan memikirkannya, Deon sedikit percaya dan tidak percaya akan mimpi aneh itu.Deon pulang kerumah karena sudah sore, sesampainya di rumah dia melihat Eric yang sedang di marahi oleh Anna lalu Deon mendekati mereka.
"...ada apa lagi ma kok memarahi Eric?..." tanya Deon ke Anna dengan muka terlihat lelah sambil duduk di sebelah Eric.
"...yah anakmu ini dia membuat ulah lagi di sekolahnya, dia berkelahi lagi dan itu udah keberapa kalinya lagi?!..Eric ini udah pindah sekolah berapa kali tapi kelakuannya masih tetap tidak berubah!..." jawab anna dengan nada tinggi.
"...Eric, kamu berkelahi lagi?..pasti ada alasannya kan?..." tanya Deon ke Eric.
"...kau gak perlu tau..." jawab Eric dengan mengacuhkan Ayahnya.
"...baiklah tidak apa - apa kalau tidak mau memberi tau. Tapi Eric, kalau kamu begini lagi ayah akan memindahkan kamu lagi ke sekolah lain..." ucap Deon dengan nada dingin.
"...Ck! memuakkan sekali..." ucap Eric yang sedang duduk di sofa dengan nada rendah.
"...Eric yang sopan nak kamu ini!..." marah Anna kepada Eric.
Karena ulah Eric dia di marahi oleh ibunya dan Eric kesal akan di pindahkan lagi ke sekolah lain. Eric diam dan masuk ke kamarnya, sedangkan Deon menenangkan Anna yang masih marah. Larut malam Deon terbangun dari tidurnya dan bermimpi serupa dengan mimpi yang dialami saat berada di kantor, Deon merasakan keanehan dan dia berjalan membuka jendela dan memandangi langit, Deon berusaha memikirkan ingatan yang dia rasa ada kaitannya dengan mimpi yang selalu menghantuinya.
~♥~
Selamat menikmati...
~♥~