Dalwang

Dalwang
Pesta Seks? Tidak Buruk!



Malam berikutnya, target Basu Karna adalah level 3, Prajurit Menengah, 'Tylak'.


Orang ini merupakan adalah bos dari Watu Ireng, orang yang telah ditelan oleh Suket Teki Gragas tadi malam. Kelompok tentara bayaran Binatang Buas adalah salah satu dari tiga tiran jahat teratas di Kota Angga.


Meskipun dia memiliki pangkat dan gelar Prajurit, Tylak juga dijuluki sebagai Kewan Kulit Wesi, yang diperoleh melalui banyak tindakan keburukan dan kejahatan. Di Kota Angga, dia telah melakukan banyak kejahatan, termasuk menindas yang lemah, memeras, dan merampok. Bajingan ini juga seorang maniak pembunuh yang telah membunuh banyak orang tak berdosa, dan sekarang sedang diburu oleh selusin keluarga yang telah bersatu untuk membalas dendam.


Karena dia adalah salah satu keturunan dari keluarga terkenal di Kekaisaran Kuru, Tylak memiliki perlindungan keluarga yang kuat untuk mendukungnya dari belakang. Serikat Pembunuh Kota Angga bahkan tidak pernah berani menyentuhnya, dan ini semakin meningkatkan sikapnya yang semberono. Selain itu, selir favorit Penguasa Kota Angga saat ini telah diperkenalkan dan dipersembahkan oleh Tylak. Tuan Kota tersebut terus-menerus diajak bicara manis oleh selir ini dari saat dia tidur sampai dia bangun, jadi tidak ada seorang pun di Kota Angga yang berani mengacaukan Tylak.


Karena misi pertama Basu Karna berjalan begitu lancar, tanpa kesulitan sama sekali. Dia memutuskan ingin mencoba sesuatu yang sedikit lebih menantang malam ini. Dia memutuskan untuk mencoba menyerang Tylak yang terkenal dan tidak berani disentuh orang lain!


Tylak sama sekali tidak sama dengan Watu Ireng yang berada pada level 2, Waisya. Tylak adalah seorang Prajurit Menengah, level 3.


Di Benua Mahabarata, semua orang, bahkan pangeran atau putri, disebut Sudra jika mereka hanya level 1. Begitu mereka mencapai Level 2, mereka menjadi Waisya. Kecuali jika mereka naik ke level 3, maka mereka akan disebut sebagai Prajurit.


Gelar Prajurit level 3 adalah garis pemisah nyata antara para prajurit Benua Mahabarata. Jika seorang prajurit selamanya tidak dapat naik ke level Prajurit, maka dia akan dicap sebagai biasa-biasa saja, dan akan dijadikan umpan selama sisa hidupnya. Sedangkan, seseorang yang menjadi Prajurit akan dikenal sebagai serdadu, karena mereka jauh melampaui prajurit biasa.


Meskipun level 3 Prajurit tidak terlihat tinggi dan mewah, namun pada kenyataannya itu bukanlah tugas yang mudah untuk dicapai.


Prajurit mana pun yang ingin mencapai tingkat Prajurit tidak hanya harus memiliki kekuatan yang cukup, tetapi juga harus berhasil melewati “Padusan”. Hanya dengan begitu negara akan menghadiahkan prajurit dengan “Medali Prajurit”. Dengan ini, seseorang bisa menjadi Prajurit secara resmi dan dikagumi banyak orang!


Jika seseorang adalah Sudra, level 1, dengan keberuntungan yang ekstrim atau dengan keadaan khusus, dia masih memiliki kesempatan untuk mengalahkan Waisya, level 2. Namun, tidak pernah terdengar cerita ada Waisya, level 2 yang mengalahkan seorang Prajurit, level 3. Itu karena level 3, Prajurit adalah langkah pertama menjadi ksatra.


Kamu hanya bisa disebut sebagai seorang ksatra hanya setelah kamu naik ke level 3, Prajurit! Tentu saja, Prajurit, level 3 hanya kuat di mata orang biasa. Sedangkan di mata ksatra brata, prajurit yang berperingkat di bawah Resi, level 6 semuanya adalah serangga yang bahkan tidak layak dibicarakan.


Ketika membandingkan ksatra brata dari Benua Mahabarata yang telah menghabiskan ratusan tahun mengembangkan keterampilannya yang mendalam, Basu Karna yang hampir tidak mengembangkan keterampilannya selama 3 bulan sebagai seorang ksatra brata, masih sangat jauh di belakang. Namun, dia masihlah seorang ksatra brata!


Tylak, yang dijuluki Kewan Kulit Wesi, adalah seorang ahli terkenal di lingkungan tentara bayaran Kota Angga, akan menggelikan untuk membandingkannya dengan tentara bayaran biasa. Namun, jika dia menderita bahkan satu pukulan dari Prana Tombak Gaib brata Basu Karna, itu pasti akan mengakibatkan cedera fatal.


Ini adalah perbedaan antara ksatra brata dan ksatra biasa. Namun, Basu Karna tidak berniat menggunakan Prana Tombak Gaib untuk membunuh Tylak. Dia ingin menangkap Tylak hidup-hidup, sehingga dia bisa bergabung dengan rekannya Watu Ireng untuk menjadi pupuk bagi Suket Teki Gragas.


Tampaknya tidak mudah untuk membesarkan Ratu Suket Teki Mahkota Emas yang merupakan binatang mitos dengan wujud humanoid. Untungnya, Benua Mahabarata tidak kekurangan penjahat. Sehingga Basu Karna tidak pernah mengkhawatirkan kekurangan pupuk untuk diberikan.


Mengesampingkan seluruh Benua Mahabarata, Kota Angga saja memiliki Daftar Pembalasan lebih dari 100 orang. Dari sini saja, bisa dibayangkan betapa kayanya pasokan pupuk yang ada.


Menjadi Hantu Pendendam telah memungkinkannya untuk menyempurnakan pengalaman pertempurannya, meningkatkan Suket Teki Gragas miliknya, bahkan mendapatkan uang tambahan. Siapa yang akan menolak manfaat yang bagus seperti itu?


Basu Karna pergi ke kedai di sebelah timur dan masuk, tetapi setelah melihat sekeliling, dia tidak dapat menemukan gadis sebelumnya dengan dada sebesar bola basket. Namun, dia berhasil menemukan beberapa gadis dengan dada sebesar pepaya.


Ketika dia baru saja memberi isyarat kepada beberapa wanita pepaya, pada saat yang sama mereka telah mengelilinginya dan bertanya. “Apakah Tuan Muda ingin bersenang-senang? Apa yang ingin kamu mainkan? Apakah kamu ingin dua orang atau tiga orang?”


“Kalian terlalu memandang rendah aku? Tentu saja Tuan Muda ini akan melindungi kalian semua!” Basu Karna melemparkan segenggam koin perak, menyebabkan mata wanita di sekitarnya menyala. Beberapa wanita pepaya menjerit seperti kucing yang di injak ekornya. Selain merebut uang yang jatuh dengan kecepatan seorang pencuri, mereka dengan bersemangat mulai mengelilingi Basu Karna di lautan payudara, mencekiknya sampai mati.


Melihat bahwa Basu Karna kemudian keluar dari pintu dengan pasukan wanita berpayudara besar, semua pria di kedai itu sangat iri atas keberuntungan pencuri kecil itu terhadap wanita.


Pesta ****? Tidak buruk!


Pada saat yang sama, mereka sedikit khawatir dengan tubuh pencuri kecil itu. Mereka berpikir dalam hati, bukankah anak kecil ini akan benar-benar terkuras oleh nafsu tak terpuaskan gadis-gadis ini?


Orang-orang di dalam kedai mulai tertawa terbahak-bahak. Jika demikian, maka staf kebersihan mungkin harus membuang tubuh kerangka kecilnya keesokan harinya. Bahkan jika pencuri kecil itu selamat dari cobaan ini, dia mungkin tidak akan bisa bangun dari tempat tidur setidaknya sebulan kemudian.


Adapun keterampilan penghisap vitalitas wanita pepaya, mereka semua telah mengalaminya sebelumnya. Menahan salah satu dari mereka saja cukup sulit, apalagi sekelompok dari mereka!


Jika para wanita menyerbunya dari semua sisi, dia tidak punya pilihan selain tiba di depan pintu rumah dewa kematian!


Di sudut kedai, pencuri kecil bermata cerah yang membantu Basu Karna mengisi formulir kemarin malam dengan tenang duduk. Ketika pencuri bermata cerah melihat Basu Karna berjuang dengan gembira di lautan payudara, dia meludah dengan jijik. Namun, tiba-tiba semua orang melihat pencuri kecil tersebut masuk kembali, bahkan sebelum mereka bisa menghabiskan satu cangkir anggur.