Cruel CEO Love Fighters

Cruel CEO Love Fighters
PART 18



di sebuah apartemen terlihat seorang pria,yang tampan dan memandangi indahnya ibukota di balik jendela apartemen miliknya, terlihat senyum manis di bibirnya....yah dia adalah Riyan sekertaris dan tak lain sahabat Kevin


baru kali ini ada wanita yang mampu menggertakan hari playboy ku.....dulu aku bahkan tak punya perasaan dari sekian wanita yang perna dekat denganku.....gumam Riyan sambil membayangkan pertemuanya dengan wanita yang iya tabrak di lorong Hotel


rasanya aku ingin kembali ke australia untuk bertemu kembali denganmu....rasanya itu mustahil.....ingin sekali diriku mencari keberadaanu.....betin Riyan....saat Riyan asik berada dalam angan angan, tiba tiba ponselnya berbunyi


hallo pah,ada apa......? tanya Riyan


kamu kenapa 2 bulan ini tak pulang,dasar anak durhaka,kamu melupakan papahmu ini......ujar Putra ayah Riyan


maaf pah, aku akhir akhir ini sibuk jadi aku tinggal aja di apartemen, lagian jarak apartemenku dan kantorkan dekat pah....ujar Riyan menjelaskan


tapi inget pulang juga ke rumah,.....


iyah pah, nanti besok Riyan janji untuk pulang.....


oh iya nak, papa cuman mau ingatkan kamu cepatlah cari istri nak,umur papa mu ini sudah tua,papa cuman ingin melihat anak papa yang sulung ini cepat menikah dan bahagia,jangan tunggu umur mu tua....lagian kata adekmu dia pernah liat kamu di resto dan di mall dengan cewek cantik,......ujar Putra


*sial......si dion pake ngomong segala lagi,udah di bilangin juga eh malah ngeyel,awas aja tuh bocah gue tabok nanti.......batin Riyan kesal dengan mulut adiknya itu yang ember


halo Riyan kamu masih di sana....?tanya Putra...


eh,iya pah,.......


kamu kalo kesini sekalin bawa cewek kamu itu yah kenalin sama papa dan mamamu,.....jangan pacaran mulu,bawak kesini nanti papa nika*hin....ujar Putra**


iya pah nanti Riyan kenalin sama papa,udah dulu yah pah,Riyan banyak kerjaan kantor....ujar Riyan lalu mematikan telpon sepihak


cih, nih bocah pake matiin segala lagi,awas aja nih anak kalo nggak bawa calon mantu,....gumam Putra kesal


hu....ngomong sama si tua bangka harus extra sabar,....harus sabar Riyan,......ucapbya pada diri sendiri


awas ajaloh Dionnnnnnn......gue laporan juga loh papa,........gummam Riyan kessal


.................


Pah,aku bilang aku nggak akan pulang di rumah neraka itu........Teriak Rudi


apa maksudmu rumah neraka ha.....?tanya Wijaya dengan suara lebih keras


aku nggak akan pulang karna iblis jahannam itu masih ada di rumah,aku nggak akan pulang dan sampai kapanpun ggak akan pulang.......ujar Rudi sambil menggertakan giginya geram


kamu benar benar anak durhaka Rudi.......geram Wijaya


maafkan aku pah,tapi aku tak masalah jika semua harta warisan papa untuk kak Dimas saja, dan berikan saja hartamu itu pada istro barumu itu,iya lebih membutuhkan hartamu di banding aku,papa tenang aja aku bisa membiayai diriku sendiri,papa berikan semuanya saja pada kak dimas dan istri serta anak tirimu itu.......ujar Rudi santai


kau......ujar Wijaya seraya mengangkat tanganya bersiap menampar pipi Rudi


kenapa papa nggak tampar saja,bukankah itu bisa membuat papa lega,asalkan papa tau aku tak ingin terus menerus di Fitna sama mereka dan Akibatnya amarah papa aku yang kena imbasnya......ujar Rudi menekankan kata katanya


mereka tidak memfitnahmu Rudi, karna kamu memang salah.....ujar Wijaya


papa benar benar sudah di butakan oleh mereka,papa juga ikut menuduhku tanpa ada bukti,papa lebih percaya mereka di banding aku,papa benar benar egois,papa tak pernah mau mendengarkan penjelasan Rudi,papa hanya mendengarkan Fitnah mereka padaku......ujar Rudi sedih,membuat Wijaya hanya diam menatap anak bungsunya


apa aku benar benar keterlaluanyah......batin Wijaya


papa pergi sekarang, aku tak butuh harta papa,aku akan tunjukan kalau aku bisa hidup tanpa uang papa,agar mereka tidak menuduhku yang macam macam,bahkan gajiku sebagai Chef dan menijer itu sudah lebih dari cukup,......aku bukan orang serakah yang papa kira,dan bukan pula pecinta uang yang mereka tuduhkan...... teriak Rudi seraya menatap dalam dalam papa nya....


oke,oke papa akan pulang ingatyah kamu jangan sekali kali menginjakan kakimu di rumahku,dan kau bukan lagi anaku,aku tak peduli dengan hidupmu lagi,aku sudah cukup mengemis untukmu pulang,aku tau aku dulu kererlaluan,tapi kau tak sedikitpun membukakan aku pintu maaf padaku........jika kamu dalam masalah aku tak peduli lagi dan ini adalah pertemuan terakhirkita,aku tak ingin bertemu dengan mu lagi..........Teriak Wijaya seraya membanting pintu apartemen Rudi


maafkan aku pah,aku bukanya tak ingin pulang,tapi aku hanya ingin membuat papa menyadari kesalahan papa, tapi malah semakin memburuk,papa benar benar sudah terhasut oleh istri barunya dan kak Dimas mengapa kau perlakukan aku seperti ini,kau mencampakanku juga,bahkan merebut kekasihku, kak kau bahkan sudah berubah juga........kau tak peduli lagi denganku.........ujar Rudi seraya menitikan air matanya,


................................