
Berkeley University di California, Amerika Serikat, telah sukses menggelar kelas tambahan yang sangat istimewa.
Mereka sukses membuka kelas pertama yang mempelajari seputar boy group K-Pop Bangtan Sonyeondan atau BTS pada Februari 2020.
Tidak main-main, bobot kredit dari kelas khusus mata pelajaran BTS adalah 2 SKS (Satuan Kredit Semester).
Selama beberapa minggu, kelas membedah dan mempelajari pelajaran karier BTS sedari debut sampai dengan sukses mendunia.
Kelas yang memiliki nama nama Next Generation Leaders: BTS tersebut merupakan bagian dari UC Berkeley's Democratic Education at Cal Program (DeCal) kelas yang dikelola oleh mahasiswa jurusan pendidikan demokrasi.
Berdasarkan situs DeCal, mereka mengeksplorasi sejarah, karya, dampak global, dan masa depan BTS.
"Kelas tambahan ini akan fokus pada boy group BTS dan efek global yang telah mereka ciptakan. Kami akan menggali lebih dalam sejarah BTS, karya seni mereka, aksi filantropi, dan aspek lainnya untuk menganalisis efek sosial dan sukses internasional mereka," tulis penjelasan situs DeCal.
BTS terpilih sebagai mata kuliah pada program spesial DeCal tahun ini karena dianggap sebagai gebrakan besar dalam dunia musik mainstream yang berhasil menggugurkan batasan dan pandangan general.
"Kami juga akan mempelajari dunia baru yang mereka ciptakan melalui konsep album dan video yang disebut Bangtan Universe. Kemi juga akan mengukur pengaruh media, press, artikel, wawancara, dan kegiatan promosi BTS. Tujuannya untuk menstimulasi pelajar dalam membuat analisis mengenai sensasi dan menciptakan teori mereka terhadap sukses BTS," imbuh pengumuman tersebut.
SUGA BTS: Hidup Sudah Susah, Jangan Jadi Pengecut
Min Yoongi atau SUGA merupakan salah satu member BTS yang terang-terangan mengaku bahwa masa kecilnya penuh kesulitan karena keluarganya hidup serba terbatas.
Bahkan, SUGA juga pernah mengungkapkan pernah menderita depresi ketika menjadi trainee BTS.
Oleh karena tempaan masa lalu yang sulit, SUGA tidak pernah terbuai dengan kesuksesan dan popularitas yang dia jalani sekarang bersama BTS
Pada sebuah wawancara radio, seperti dikutip Koreaboo, SUGA membeberkan bahwa kesuksesan dan harta tidak pernah memengaruhi dirinya saat menciptakan lagu.
Selain itu, dia juga bukan tipe musisi yang mengikuti tren dalam membuat lagu atau musik.
"Hidup sudah sudah dan terkadang berjalan tidak sesuai rencana, tetapi kita harus berani, jangan jadi pengecut dalam menjalani hidup," ungkap SUGA saat wawancara dengan Elle.com saat kunjungan BTS ke Amerika Serikat beberapa waktu lalu.
Sejumlah musik dan lagu yang diciptakan SUGA baik untuk BTS atau musisi lainnya memang memiliki unsur khas yang membedakan dirinya dengan musisi lainnya.
Kepiawaiannya dalam mengemas lirik yang menceritakan realita kehidupan membuat para penggemarnya semakin mengagumi SUGA.
SUGA BTS Nasihati V yang Sudah Dewasa Agar Ikhlas & Jangan Berlebihan
Acara liburan musim dingin Bangtan Sonyeondan atau BTS yang bertajuk Winter Package 2020 telah resmi dirilis ke pasaran.
Para Penggemar BTS atau ARMY pastinya sudah menonton acara yang berlokasi di Helsinki, Finlandia, tersebut.
Selain sesi pemotretan, BTS juga melakukan sejumlah permainan untuk membuat acara menjadi seru dan lucu. Salah satu permainan yang kali ini dilakukan BTS adalah membuat snowball.
RM, Jin, SUGA, J-Hope, Jimin, V, dan Jungkook tampak berkonsentrasi sembari sesekali bercanda saat membuat snowball yang nantinya akan diberikan sebagai hadiah untuk masing-masing member.
Interaksi antara SUGA dan V terbilang cukup menarik perhatian. Pasalnya, SUGA yang memiliki nama asli Min Yoongi ini terlihat bingung dengan ulah V yang mencampur semua bahan. Alhasil, botol yang telah berisi air di tangan V pun nyaris tumpah.
"Taehyung (V) menjadi seseorang yang dewasa berarti terkadang kamu harus ikhlas melepaskan beberapa hal," sebut SUGA sembari tertawa kecil.
V yang tidak mengindahkan saran dari SUGA terlihat kesulitan menutup botol karena isinya terlalu penuh.
"Lihat kan? Dengarkan aku, kalau kamu tak bisa merelakan sesuatu kamu akan banyak kehilangan, seperti itulah hidup" imbuhnya.
Melihat saran SUGA ada benarnya, V pun hanya bisa tersenyum dan terus berusaha memperbaiki snowball-nya yang menurut RM tampak seperti tornado salju.