
thank u guys,udah baca sejauh ini😭
Janganlupa vote dan like yaaa😚💖
.
.
.
*jruug!!kresss!!
"Aaaaaaa maafkan banyak kesalahan sindi tuhaaannn*triakan sindi yang memenuhi seluruh ruangan.
"Maaf aku harus melakukan ini *ucap leon dengan nada beratnya
Sindi membuka mata perlahan dan menatap punggung leon. OMG sindi masih hidup? La terus leon ngapain?
Dilihatnya leon yang membawa kain panjang, leon merobek bawahan rok penyihir milik sindi guna mengikat kedua penjahat tersebut untuk dikerahkan kepada pihak berwajib.
Sindi gemetar saat melihat pisau disampingnya dengan langkah dan tindakan berani leon untuk menolongnya. Terbesit diotak kecil dan hati kecil sindi untuk berbalas budi karena telah menolongnya bahkan sindi mungkin berhutang nyawa kepada leon menolongnya dari penjahat berbadan kekar.
*Brrr serammm.
Leon kemudian menulis sesuatu dilantai dengan robekan diakhir buku milik sindi, leon menulis dengan sangat hati-hati
Yang ditulis netto leon :
- Aku bersama dengan seorang dukun dia adalah anak berusia sama denganku kami sedang dalam bahaya tolong kirimkan pasukan untuk menolong kami - dan di akhiri dengan nama netto leon kerajaan olaty.
Sindi melirik apa yang sedang dilakukan pangeran gila itu ditengah seperti ini ? Menulis surat cinta dan bersiul ditengah perdebaran dan jika kedua penjahat tersebut bangun maka apa yang harus dilakukan?
"Apa yang kau tulis? Kenapa bersiul? Kau menulis surat cinta apa gimana? *tanya sindi yang menatap leon dengan tatapan binggung
"Mengirim surat untuk bantuan dan memanggil burung merpati *ucap leon santai
Sindi terpingkal sampai badannya melakukan rol depan.
Baginya ini jaman apa?
"Begini,skrg ada ini (sindi menunjukkan ponsel dengan wallpaper yang berisi harapan dan keinginan sindi dimasa depan)
"Apa ini? *mengambil benda kotak itu dari tangan sindi dan mengetuknya dilantai beberapa kali
"Ini ponsel tuan leon, apa dikerajaan mu masih memakai siulan memanggil merpati? Disini tidak akan ada merpati kau tau *ucap sindi
Sindi inisiatif untuk menelfon polisi baru ayah dan ibunya. Setelah sambungan terputus sindi menatap leon dengan tatapan penuh tanya. Kenapa sampai segitu nya mendalami peran?
~~
Beberapa jam berlalu leon masih memegang benda kotak yang bercahaya dengan harap apa yng akan dia dapatkan selain untuk alat komunikasi?
Suara sirine mobil polisi yang sangat terdengar membuat leon melindungi sindi di belakang badannya dengan membawa pisau yang tadi disampingnya.
"Mereka polisi, emmm (sindi berpikir. Apa yang biasanya ada dikerajaan untuk penyelamatan?)
Ahhaa. Iya mereka perajurit pilihan untuk membantu kita *jawab sindi
Leon mulai menurunkan tangan yang membawa pisau yang tadi dan menunjuk dengan dagu kearah kedua penjahat yang tergulai lemah diikat berdua ditiang dengan kain bawahan bekas rok milik sindi.
"Sindiiiiii *triak sang ibunda kepada anak putri satu-satunya
Keduanya berpelukan, tanti yang membolak balikkan putrinya membuat radit menggeleng. Radit tau tanti hanya memeriksa bagaimana keadaan putri semata wayangnya. Sindi tersenyum dan menatap leon dan ayahnya
"Leon mereka ayah ibuku. Ibuku Tanti windari dan ayahku radit aji *leon tersenyum dan membungkuk
Sindi menjelaskan semuanya sambil berjalan keluar gedung yang sepi tersebut. Kedua orang tuanya sindi melihat pergelangan tangan yang memar ditangan leon.
Tanti mendekati leon dan meminta maaf telah menyusahkan pasalnya memang tanti dan radit sangat sibuk mengurus bisnis tapi tidak lupa dengan sindi, namun saat terdesak dan tidak ada yang memberi tahu jadi siapa yang bisa menerka kejadian tiba-tiba seperti ini?
Leon tersenyum kepada keluarga sindi,terimakasih diucapkan oleh radit dan tanti tak henti-hentinya .
Tiba-tiba tubuh leon lemas saat hendak menjawab kedua orang tua sindi
*brug
Leon pingsan selama 2 hari. Dan merasa ada didalam ruangan putih yang ternyata mimpinya yang harus dia wujudkan di kenyataan.
Setelah 2 hari didalam rumah sakit leon membuka matanya perlahan dan mengingat yang terjadi dalam ruangan putih dengan nasehat dan pesan yang harus dia lakukan di beda dunia ini. Tidak ada siapapun didalam ruangan rumah sakit ini? Hanya leon yang terbaring lemah sendiri.
Sindi sedang sekolah kedua orang tua sindi sedang berbisnis namun kadang tanti bergiliran menjenguknya dengan sekertaris nya. Saat hendak masuk kedalam ruangan suster dikejutkan oleh leon yang sudah turun dan berganti baju dengan infus yang sudah tidak ada ditangannya. Leon harus cepat untuk mengambil jimat yang ada ditangan anak bersama celiver bagaimanapun caranya. Pangeran Netto leon yang sudah berganti pakaian nya dengan pakaian kerajaan mencoba keluar dari ruangan namun suster dan dokter yang menahan mereka.
Karena belum mengecek bagaimana keadaan pasien tersebut yang hampir dinyatakan meninggal karena selama 2 hari yang tidak bangun bahkan napas yang kadang sedikit.
Leon mengusap kepalanya kasar dan menghembuskan napas kasar. Pasrah saja karena banyak dokter dan suster yang mencegah bahkan memegang tubuh leon.
Sekertaris tanti yang sudah sampai dikejutkan oleh apa yang dia lihat dan segera menelfon atasannya
"Maaf menganggu bu, sepertinya dia mau kabur dan ingin pulang *jawab sekertaris tanti
Tanti melajukan mobilnya kearah rs komplain, memparkirkan mobil nya dan berlari tergesa-gesa dengan napas yang tersenggal-senggal. Sampai didepan ruangan leon tanti menatap kasian leon yang tidak berdaya karena disuntik obat bius untuk membuat leon tertidur.
Tanti berinisiatif menelfon suaminya radit untuk memberi kabar tentang leon namun hp radit tidak aktif jadi terpaksa menelfon ke kantornya.
"Selamat siang,dari perusahan Gafur ada yang bisa dibantu saya bagian resepsionis. Jika ad... *ucapan sang resepsionis terpotong saat tanti berkata dengan tegas.
"Ini tanti , radit mana?
"Selamat siang ibu ,bapak sedang ada meeting jadi terpaksa hpnya tidak aktif
" katakan padanya segera menelfonku
Tanti menutup telfon secara sepihak lalu menatap nanar leon. Leon benar-benar mengenaskan karena membantu sindi apa yang akan dia lakukan untuk membalas budi leon?
- Radit Pov
15 menit lagi itu yang dia katakan. Aku mulai mematikan handphone ku untuk fokus meeting dengan klien. Terdengar suara seorang perempuan yang memakai baju kerja sangat rapi dan hak tinggi yang membuat dia terlihat sangat profesional berlari kearahku memanggil namaku
"Pak radit, huh .. huh ... huh .. pak tunggu *ucap perempuan tersebut
"Berhenti dik*aku yang sedikit menoleh kearah diki yang mulai gemetar dan menatap wanita tersebut.
Saat sampai didepan muka pak radit. Perempuan tersebut tersenyum padaku dan menyerah kan berkas.
"Ada apa ini? Kenapa ke saya?
"Maaf saya lancang pak, tapi bisakah bapak pecat saja dia dan gantikan dengan seorang yang lebih terpercaya?
" apa!? Kenapa dengan diki? Apa diki melaKukan kesalahan dev? . Masuk ke ruangan saya dan bawa berkas ini
Saya dan devita masuk kedalam ruangan tersebut dan mengunci pintunya.
" saya akan jelaskan secara cepat pak
Perempuan dengan devisi keuangan menjelaskan dengann gayanya sendiri dan meyakinkan dengan banyak bukti yang dia punya kepadaku
"Ikut aku meeting bersama diki
Aku dan devita keluar dan berjalan keruang meeting. Tinggal 4 menit waktu yang ku punya sebelum klien datang aku segera bergegas dan diikuti devita dan diki dibelakang ku.
Semua yang melihatku memberi hormat aku tersenyum pahit pada semuanya . Terlebih lagi diki yang menghancurkan kepercayaanku selama ini
- Radit pov end
"Terimakasih tuan radit,perubahan sangat pesat bahkan semakin naik dengan presentasi ini dan keyakinan tuan radit *klien tersebut berjabat tangan dan saling menukar tanda tangan dengan radit.
Diki masih gemetar dari tadi tidak berani menatap semua orang siang ini.
"Dev? Siapkan makan siang bersama satu kantor *ucap radit
"Baik pak, saya akan siapkan *ucap perempuan yang merupakan devisi keuangan
Devita berjalan kearah resepsionis dan tersenyum.
Tapi saat dilihat sahabatnya sedang menerima panggilan dari ibu boss jadi di urungkannya untuk mengumumkan lewat toa perusaahaan gafur tersebut. Saat selesai devita mengumumkan dan menuju kekantin kantor bersama sahabatnya disana anul sang resepsionis hendak menyampaikan pesan yang diberi ibu bosnya saat ditelfon. Anul mengurung niatnya melihat pak radit yang sangat marah mukanya.
"Semuanya duduk dan makan. Ada yang ingin saya sampaikan! * ucap radit membuat semua memandang takut
" kenapa weh??? *tanya anul
"Diki tu. Makin hari gemesh aku nya dikit-dikit bikin bangkrut *jawab devita bisik
"MULAI SEKARANG DILI FIRMANSYAH BUKAN SEKERTARIS SAYA! DAN KALIAN SEMUA HARUS TAU BAHWA DIA TELAH MELAHAP UANG PERUSAHAAN.BUKTI SUDAH ADA DITANGAN SAYA *Ucap radit tegas
Semua orang membulatkan matanya kaget. Apa?diki? Orang kepercayaan dan yang 24 jam bersama dengan pak radit? Astaga tidak disangka ratusan juga yang dia ambil namun kerja karyawan lain yang mampu menutup kehilangan uang tersbeut.
Anul mencoba memberi kabar tentang pesan ibu boss nya tadi. Dan radit langsung membuka ponsel dan menelfon istrinya
"Hallo?
"Iyaa hallo mas
"Maaf sayang. Diki mengambil banyak uang membuat ku frustasi ada apa?
"APA!?!?!? DIKI!?!?!?ASTAGA ORANG ITU SANGAT LICIK TERNYATA.
"sudahlah sayang ada apa yang penting?
"Ini leon sepertinya akan bertindak aku kasian padanya, sampe-sampe dia diberi obat bius.
"Aku akan menjemput sindi lalu ke rs. Tunggulah
"Baik,berhati -hati lah sayang
Radit berjalan diikuti diki dibelakangnya. Diki ingin meminta maaf bahkan sampai berlutut pun tidak masalah agar diampuni tapi penghianatan tidak ada obatnya terlanjut radit sakit hati karena ulah sekertaris kepercayaan yang mengambil lalu menimbun uang perusahaan.
Diki pulang dan radit mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Sampai didepan sekolah sindi ternyata anak semata wayangnya sudah menunggu.
"Langsung ke rs ya leon kritis
"Ayo yah cepat
Sebenarnya tidak kritis hanya saja supaya sindi tidak mager untuk menjenguk leon yang sudah sadar lalu kritis.
Sampai di rs . Tanti menatap kedua nya lalu memeluk nya
"Aku merasa bersalah karena leon membantu sindi. Dan jadi seperti ini *ucap tanti mulai terisak
"Kita akan balas budi sayang,tenanglah *radit yang memegang ujung kepala istrinya mencoba menenangkan
"Bagaimana caranya ayah?
"Dia akan berkerja di perusahaan gofur sebagai sekertaris ayah!?
"APAAAA?!?
Kedua anak dan ibu itu kaget pasalnya umur leon yang terlihat seperti masih remaja yang harus sekolah. Tapi bagaimana lagi keputusann sang ayah sangat bulat.
JANGAN LUPAAA LIKEEE🖒🐾
VOTEEE🔔
KOMEEN🎁
*mohon novel ini dikomen kurang apa yaaaaa
Tencuuuu✨
Ily readess novel devii💖🙈