
Thank you udah baca novel bikinan devii ๐พ
jangan lupa buat selalu
Like dan support deviii ๐
komen selalu yaaaa๐๐
.
.
.
.
Hari ini adalah hari pertama sindi velli les bahasa mandarin, diumurnya yang masih 15 tahun tapi dia sangat ingin belajar banyak bahasa setelah korea dan jepang dia ingin belajar bahasa mandarin.
Entah apa cita-cita sindi ini yang penting harapan dia untuk bisa banyak bahasa terpenuhi. Keluarganya tidak membatasi keinginan dan harapan sindi selalu mendukung sindi dalam hal apapun, hari ini kota sedang merayakan hari baju aneh.
Ya seperti mengenakan baju apapun yang tidak seperti hari-hari biasanya,sindi yang memakai pakaian nenek sihir dengan topi segitiga yang ada di kepalanya membawa buku dan mencoba memasukkan bukunya terburu-buru, tiba-tiba dari arah depan ada yang menabrak sindi
*bruggg!!
Semua buku yang hendak sindi masukkan kedalam tas bukannya masuk malah mubal kemana-mana.
"Aduhh bagaimana ini, aku sudah terlambat *ucap sindi gelapan memunguti buku yang jatuh.
Sindi menatap lekat pria yang dia kira mungkin seumurannya, sindi berdiri menjatuhkan buku-bukunya yang dia pungut.
"Heh! Bukannya bantu malah ngeliatin,paling enggak minta maaf *jawab sindi melipat tangannya didepan dada lalu mendelik kepada leon.
"Apa!? Kau menyuruh pangeran untuk memungut itu semua!? Rakyat tidak bisa menyuruh seenaknya pangeran itu yang dikatakan ayahku! Dan kau tau ayahku raja.
Dia raja dikerajaan olaty *ucap leon tegas pada sindi
" ya,ya terserah jika kau pangeran dengan bajumu aku adalah dukun dikerajaan mu hahaha*ucap sindi yang membuat leon memegang kedua tangan sindi seperti tahanan.
"Apa kau suruhan kerajaan circle*tanya lekat leon kearah sindi
"Dramamu ini akan berakhir besok, awas aku sudah telat. Sampai bertemu lain hari pangeran aneh* sindi memungut buku dan berlari kearah tempat les bahasa mandarin.
~ * ~
"Wah lihat siapa yang terlambat. Kenapa lama sih *tanya lulu selaku sahabat yang selama ini selalu bersama.
"Ketemu pangeran gila dijalan dan aku bilang kalau aku dukun hahha* ucap sindi yang membuat anak manis berkostum peri itu binggung.
Dipikirkan lulu memang sindi adalah anak aneh yang haus akan ilmu bahasa dan lulu selaku sahabat yang baik ya mendukung dan menemani sejak bayi keduanya sudah bersama dan tak disangka hingga saat ini.
Jam pulang kelas mandarin atau les mandarin sudah selesai arah rumah mereka berbeda dijalan lulu ingin membeli makan karena sangat lapar ternyata mandarin sangat sulit dan membuat nya selalu lapar.
Lulu lari kearah tukang batagor dan membeli batagor dengan porsi yang besar saat hendak kembali kearah tempat les bahasa mandarin untuk mengambil ponsel lulu yang tertinggal terlihat seorang remaja laki-laki yang berdiri didepan dan menatap gedung bertingkat tersebut.
"Kak kristal? *ucap sindi
"Hai,lulu tidak bersamamu? *tanya kristal
Saat lulu hendak turun dari tangga tempat les dia berpapasan dengan remaja yang mungkin seumurannya.
*bruggg!!
"Aduh, kalo jalan hat ... ganteng banget pangeranku *ucap lulu memegang sebelah bahunya. Lulu yang tersadar langsung bertanya pada remaja yang mungkin seumurannya itu, bagaimana mungkin wajah yang sempurna hidung yang mancung mata yang seperti anime,masuk ke tempat les seperti ini?
Lulu menggandeng tangan remaja tersebut turun lalu menutup kembali pintu les nya dibawah kristal terlihat sedang asik ngobrol dengan sindi. Kristal adalah pacar lulu, kristal kakak kelas yang suka pada lulu sejak masih MOS disekolah nya.
Dan kristal tau bahwa pacarnya dan sindi adalah sahabat karib. Sindi yang melihat turunya lulu dengan menggandeng seorang remaja membuat lulu yang duduk berhadapan dengan kak kristal evendi langsung berlari kearah lulu.
"Heh, temuin pacar kamu disana bukan malah selingkuh disini. **** banget sih dari tadi ambil hp lama banget. Ambil hp apa beli tiket konser sih? *ucap sindi yang membuat lulu terkekeh
"Maaf aku nemu pangeran ganteng di tangga, aku nemuin calon suami dulu kamu disini jagain pangeran ganteng*jawab lulu berlalu menemui sang pacar yang ternyata diikuti oleh sindi. Sindi merasa ada yang mengikutinya membalikkan badan tepat didepan meja lulu dan kristal.
"Siapa sin? *tanya kristal
Netto leon yang sontak kaget mendengar kata-kata pacar membulatkan matanya apa itu pacar? Hal baru yang dia dengar didunia waktu yang berbeda.
Apa dunia ini dipenuhi dengan kata-kata baru dan banyak bentakan serta tidak sopan kepada seorang pangeran kerajaan?. Leon yang bergumam dalam hati
Seperti tidak punya akhlak dari lahir.
Netto leon tersenyum pada lulu dan kristal yang membuat sindi binggung. Sebenarnya mau apa remaja ini disini sih *gumam sindi
"Hai, aku kristal evendi dan kau?
"Kau? Tidak kenal aku? Aku pangeran kerajaan olaty
"hahah teruslah kau berhalu disore hari menjelang malam ya! *jawab sindi yang membuat lulu kaget.
Lulu yang paham bahwa itu manusia yang diceritakan sindi saat di tempat lesnya tadi.
"Ha? Baiklah aku akan mulai dari awal untuk masyarakat awam. Namaku pangeranNetto leon dari kerajaan olaty dan ayahku raja ace dan ibunda ku ratu cesia aku punya adik bersama belina ulsi *ucap leon dengan bangga.
Semuanya tertawa
"Baiklah bro, jadi namamu leon? Baiklah aku paham kau sangat memerani peranmu dengan baju yang kau kenakan ya *ucap kristal
Semuanya pulang kerumah masing-masing tapi tidak dengan pangeran leon yang tidak tahu kemana dia harus pergi, rumah tidak punya , keluarga nya ada diruang waktu lain.
Sindi membuang napas kasar kearah leon.
Dia tau leon membuntuti nya sedari tadi mengingat kejadian tadi sindi menjadi kesal dan memarahi leon. Menyuruh leon untuk pergi dan menghindar darinya leon tidak takut hanya saja binggung jadi leon mematung ditempat dia berdiri.
Sindi tersenyum miring dan melanjutkan jalannya namun dia kembali berhenti dan melihat kebelakang yang dikira leon ternyata adalah dua pria bertubuh atletik yang hendak menculik remaja putri yang mempunyai kekayaan berlimpah.
Topi penyihir milik sindi terjatuh, leon tersadar dari lamunan nya yang mendengar seorang wanita menjerit dengan keras seperti minta tolong. Leon berlari kearah sumber suara namun hilang yang dia temukan hanya topi segitiga penyihir milik sindi.
Leon yang mencoba melacak keberadaan sindi dengan sebuah daun yang disatukan dan menunjuk arah. Itu yang dilakukan kakek nado saat mencari keberadaan ayahnya dan mengajarinya pada cucunya yaitu pangeran netto leon.
Saat didepan gedung yang sangat sepi bahkan tidak ada tanda-tanda manusia didalam sana. Dengan pisau kerajaan yang menancap pada tempat yang terukir disamping celana kerajaan nya leon memegang nya dengan berani dan melihat sekitar.
Seorang yang mencoba membungkam mulut leon namum sayang tangannya terluka dan berdarah, leon dengan cepat berlari ke sumber triakan yang dia dengar adalah suara anak perempuan. Leon melepaskan kaitan tali yang membuat sindi tidak bisa bergerak dengan cepat sindi berlari dan berdiri dibelakang punggung leon.
Leon berjalan perlahan diikuti sindi didepan nya dengan cepat kedua pria mengambil pisau tersebut dari tangan leon. Leon tersentak dan berkelahi dengan kedua penjahat tersebut hingga kedua penjahat tersebut babak belur dengan cepat leon menatap lekat sindi.
"Apa, apa yang akan kau lakukan!! Kau gila *melihat leon yang memegang bawahan roknya dengan membawa pisau yang tadi terpental dari gengaman leon tadi
"Aku mohon jangan bunuh aku!!
"Aku akan membayar dan melakukan apapun demi membuatmu tidak membunuhku
"Aku mohon jauhkan tanganmu dari pisau itu dan aku!!
"Heiii lihatlah pisau nya berdarahhh
"Aaaaaa ibuuuuu ayahhhh sindii takut
Tatapan sangar dan tegas milik leon membuat sindi terbungkam
Tiba-tiba
*jruug!! Kresss!!
Triakan sindi memenuhi seluruh ruangan.
"Maaf, aku harus melakukan ini *ucap leon dengan nada berat nya
Jangan lupaa dukungg aku selalu biar semangat mengetik dan memberikan kalian bahan untuk dibaca๐๐
Jangan lupa vote๐
Like๐๐ผ
komen๐
Ilyyy banyak-banyak buat readesss novel devii๐๐