
Leon bernapas lega mendengar dan melihat langsung bahwa sang adik belina ulsi selamat dan tersadar setelah beberapa hari.
Leon dengan cepat memeluk tubuh sang adik dan tidak memperdulikan snow yang sudah mengerang karena merasa belina akan disakiti.
"tenang saja snow,dia kakaku dia tak akan menyakitiku *ucap belina mengelus pelan kepala snow.
"Siapa yang tenang jika kau akan menangis seperti itu *snow menjawab belina sambil memalingkan mukanya.
Siulan Pangeran leon yang sangat keras membuat seekor burung elang yang masih remaja mengepakkan sayap nya melewati lorong yang panjang.
*Brakk!!
Terbuka sudah pintu kamar belina, tangan leon yang sudah siap diingapi oleh rodeo burung elang kesayangannya. Saat hendak bertenggeh ke tangan leon rodeo melihat snow yang menggerang.
"Apa? Siapa binatang itu kenapa dia berada di kasur megah Nona belina *ucap rodeo yang jelas hanya bisa didengar oleh sesama hewan dan juga belina.
Belina yang mendengar gerutu dari seekor burung elang kesayangan kakaknya pun terkekeh, leon menyeritkan dahi nya sambil bertanya-tanya bagaimana dia bisa terkekeh saat tidak ada yang membuat candaan?
"Ada apa belina? Kau tertawa? Karena apa? *ucap leon
"Rodeo kak, dia tidak trima snow ada dikasurku *jawab belina tersenyum pada rodeo
-Belina pov
Aku sedang menangis hingga tertidur ditemani oleh rethi, tanpa kusadari badanku mulai basah karena keringan.
Diluar lumayan dingin tapi tidak sedingin di kutub utara ya. Aku mencoba turun dari ranjangku yang megah mencari keberadaan rethi yang entah dimana.
Aku sudah memanggilnya beberapa kali namun kenapa tidak ada sautan dari kepala pelayan rethi.
Sebenarnya aku harus ingat kalau aku kepanasan tapi mendengar keributan di lab professor juan aku jadi penasaran untuk masuk kesaana dan memeriksa sendiri.
Kenapa didepan lab professor juan tidak ada penjaga yang seharusnya disini? Labnya sangat dalam saat masuk kedalam pintu lab professor juan hal pertama yang aku liat adalah segelas air, yang aku kira itu adalah air putih kerajaan biasa yang bisa menghilang kan dahaga.
Aku meneguk silva ku dan mulai meraih segelas air yang ada di gelas tersebut dengan kehausannya aku.
Aku mulai meneguk habis air disana hingga melihat cahaya putih dan kuning menjadi satu serta triakan dengan meneriaki namaku.
Lalu aku tidak ingat apa-apa , bahkan saat orang lain bilang aku pingsan selama berhari-hari namun yang aku rasakan adalah berjalan dan berjalan berakhir bertemu dengan seorang kakek yang sedang kesusahan air dan memberinya air dari lab professor juan yang sama tempo hari aku minum kakek tersebut berterimakasih dan memberiku permen untuk berterimakasih karena memang kakek tersebut tidak mempunyai apapun untuk dibagi.
Aku tersenyum kepada kakek tersebut lalu melanjutkan jalanku seraya memegang dan memandang satu permen greentea yang diberi kakek itu,kelihatan sangat enak sekali permen nya seperti akan maakan roti.
Aku cepat membuka bungkus permen tersebut tiba-tiba aku terbangun lalu membulat kan mataku.
Aku berjalan dengan tak tentu arah dan berakhir bertemu hutan dibelakang istana yang tak pernah aku datang i sama sekali. Aku yang hendak pulang ke istana mendengar sesorang dari balik batu yang sangat besar meminta tolong padaku.
Hatiku yang bimbang namun tekatku yang kuat aku jadi penasaran untuk mendekat dan melihat apa yang sebenarnya terjadi. Aku melihat seekor anjing yang sedang ter jepit pohon besar.
Tapi kenapa aku bisa mendengar dia seperti meminta tolong dalam bahasa manusia. Ternyata permen yang diberikan oleh kakek tersebut adalah nyata dan perjalanan ku selama berhari-hari itupun nyata. Namun taada orang yang mengetahuinya.
-Belina pov end
Leon yang lupa memberi tahu ayah dan ibunda nya langsung turun berlari diikuti oleh rodeo.
Raja ace melihat pangeran leon yang tidak menaati tata tertib kerajaan mulai membentak leon karena berlarian seperti orang yang tidak diajari tata krama.
Raja ace juga tidak suka karena rodeo burung elang kesayangan leon berada di dalam istana kerajaan bukan dikandang hewan. Ibunda nya yaitu ratu cesia mencoba meredakan amarah sang suaminya,sudah mulai tenang cesia tersenyum yang mengerti maksud leon untuk menyampaikan sesuatu penting.
Pangeran leon yang sedari tadi tertunduk mulai mengangkat kepalanya dan mulai membuka pelan mulut nya sambil gemetar karena tindakan tegas ayah nya yang baru dilakukan sang Raja kepada pangeran setelah 15 tahun lamanya.
"Maaf aayah, ibunda, Pangeran leon hendak mengandar kabar tentang putri belina yang sudah sadar *ucap leon terbata-bata.
Raja ace yang mulai menatap tajam leon dan istrinya yang berada disamping leon. Berjalan kasar kearah kamar belina dan membuka pintu kamar belina terlihat anak putri kecil nya memang sudah sadar bahkan terlihat lebih sehat.
"Kemari pangeran leon *ucap sang ayah menjulurkan tangannya kepada leon. Leon menyambut tangannya dan berpelukan seperti keluarga bahagia lainnya.
~º~º~º
Hari-hari yang terus berlalu tak disangka kakak beradik ini akan menggelar upacara ulang tahun. Seperti yang diketahui orang awam yaitu seperti perayaan namun dikerajaan olaty berbeda dan sekarang adalah ulang tahun anak dari Raja ace dan Ratu cesia dari kerajaan olaty.
Salah satu prajurit gemetar saat mengantar merpati yang dikakinya terikat surat dengan ikatan warna putih dan oranye sudah diketahui bahwa itu adalah surat dari kerajaan circle yang sengaja diberikan saat kedua anaknya berulang tahun.
Tanpa waktu lama setelah surat sampai terompet berbunyi dari bawah istana, professor juan yang tau bahwa itu kereta kuda dari kerajaan circle mencoba mengambil panah yang sudah diberi bubuk yang disiramkan nya pada tempo hari.
Tidak untuk apa-apa hanya saja ini bentuk berlindungan untuk keluarga kerajaan. Professor juan yang dibebaskan juga kepala pelayan rethi karena belina yang sudah sadar dan memaafkan semuanya karena ini kesalahan belina yang tidak sengaja belina minum air yang tidak jelas asal-usulnya.
Semua mata tertuju pada keluarga kerajaan circle, Pangeran putra dan putri saeng yang berjalan dengan anggun dan gagah dibelakang ayah dan ibunya yaitu Raja imas dan Ratu justi.
"Akhirnya ada acara keluarga bersama ya besan *ucap justi pada cesia.
Raja ace tersenyum kecut.
Pangeran Netto leon yang tidak mengerti kenapa sepertinya tidak baik suasana yang diciptakan oleh kedatangan kerajaan circle.
Saeng terus melihat pangeran netto leon yang jarak umurnya dibawahnya bahkan jauh.
Putra juga melihat belina yang sangat anggun membuat setiap pria dipastikan menyukai gadis berambut gelombang dan berkulit putih tersebut. Raja ace mulai berbincang dan mengalihkan perhatian tentang perjodohan anak-anak nya namun ratu justi yang selalu mengingatkan bahwa kedatangan nya memang asli untuk itu. Ratu cesia yang sekaligus Ibunda dari pangeran Netto leon dan belina ulsi angkat bicara.
Mereka masih kecil perjodohan ini tidak bisa dilanjutkan,kerajaan circle yang terus memberontak saat diberi penolakan membuat Raja ace semakin frustasi karena ini semua menyangkut kekayaan dan kesejahteraan rakyat kerajaan olaty.
Perajurit dari kerajaan circle mulai menembakkan panahnya ke arah vas bunga kristal yang sangat mahal harganya dan berada diserong belakang Raja ace, membuat pangeran Netto leon mengambil panah yang sudah disiapkan oleh professor juan.
Raja imas tersenyum miring menatap pangeran netto leon, kenapa seperti ini padahal ini adalah hari ulang tahun yang ditunggu dan dinanti oleh pangeran netto leon dan putri belina ulsi.
"Bagaimana bisa aku mulai membunuh anda raja circle, sedangkan sepertinya ayah saya sangat menginginkan anda menjadi besan dikerajaan olaty *ucap leon yang tidak menjatuhkan panahnya
Saeng menatap tajam ayahnya karena saeng hanya ingin menjadi istri sahnya dan istri kesayangan pangeran netto leon. Pesta yang harusnya meriah dan bersenang-senang didalamnya malah menjadi mencekam dan menegangkan, mengetahui sifat asli kerajaan circle membuat pangeran Netto leon geram dan malah justru dendam pada kerajaan circle.
Makin lama leon tau bahwa kerajaan itu ingin merebut hak kerajaan olaty.
Sekarang keduanya berumur tambah satu tahun dan menjadi lebih dewasa dan mengerti tentang perjalanan kerajaan.
~
Saat tengah malam leon kembali menatap langit-langit dan berpikir apa yang akan dia lakukan dengan kunci yang ada ditangannya saat ini. Leon kembali mengantongi kunci tersebut.
Pagi buta leon mencoba membuka matanya namun seperti sangat mengantuk namun seperti sangat ingin membuka mata. Ternyata tanpa sadar dia berjalan kedepan pintu yang berisi cermin besar yang tersembunyi didalam sana.
Langkah kaki yang berat berjalan kembali menuju kamarnya namun benar-benar seperti tertarik lagi kedalam depan pintu tersebut. Pintu tersebut seperti memohon untuk dibuka oleh netto leon. Leon merogoh kunci yang ada didalam saku didalam baju kerajaan nya dan kejadian yang sama terulang kembali. Leon tersedot kedalam mesin waktu dan meninggalkan mahkotanya dilantai kerajaan, saat didalam mesin waktu leon memejamkan matanya, karena dia tau berteriak hanya akan memperburuk keadaan suaranya.
Saat sampai di kota yang pernah ia datangi sebelum ulang tahunnya, leon tersenyum menatap gedung yang sangat keren menurut nya dengan lampu warna warni bukan lentera dan satu lampu warna kuning dan putih didalam istana. Entah apa jadinya istana tanpa leon, Leon masih menatap gedung-gedung tinggi yang menjulang tiba-tiba menengok dan melihat keatas, kotak waktu yang melingkar semakin kecil bahkan hilang leon tidak tahu harus kearah mana lagi dunia ini bukan milik leon bahkan tidak tahu dia berada dimana, leon mulai berjalan dengan berat kaki tanpa arah dan tujuan yang benar hanya berjualan lurus kedepan
*bruggg!!
Jangan lupa buat dukung deviii😭🐾
Jangan lupa
Vote✨
Like👍🏼
Komen 🎁
Ily readess💖🙈