
“kalian aneh dari tadi, ada apa sebenarnya hemm ?” ucap jang Yumi sambil mengelus pipi kekasihnya itu
“sebenarnya ” Jun Yeong berfikir sejenak sambil mlihat dngan lekat wajah cantik kekasihnya itu
“aku merindukanmu sayang, sangat merindukanmu makanya aku menyeruhmu manajermu untuk datang cepat-cepat dan membawamu kesini” ucap Jun Yeong dan menarik Yumi sehingga sekarang Yumi duduk dipangkuannya.
Keduanya saling berpandangan
“benarkan? Bukankah kau ingin bicara sesuatu?” selidik Yumi
Jun Yeong hanya menatap Yumi dan mengulus pipi chubby Yumi sampai jari-jari tangannya mengelus bibirnya yang merah
“aku merindukan ini”
Jun Yeong menutup matanya dan mendekatkan wajahnya pada Yumi sampai bibir mereka bersentuhan, dia mengeratkan pelukannya pada Yumi, begitu juga dengan Yumi yang terlihat menikmati sentuhan bibir kekasihnya itu dibibirnya, matanya mulai terpejam menikamati decapan-decapan lebut dibibirnya hingga tangannya kini sudah berada dibelakang kepala Jun Yeong sambil m*****s rambut Jun Yeong pelan.
Mereka saling menyalurkan rindunya masing-masing yang sekitar 2 minggu baru bertemu karena jadwal yang sama-sama padat. Setelah sekian lama berciu**n Yumi melepaskan tautan bibir nereka, mata mereka beradu panj\=dang dan tersenyum sambil mencoba menormalkan kembali nafas yang tersenggal-senggal akibat ciuman tadi.
Jun Yeong kembali mendekap Yumi, dia mengarahkan bibirnya pada leher jenjang Yumi, mencium dan menghirup wangi tubuh Yumi sampai membuat Yumi merinding dibuatnya. Jun Yeong tahu betul bahwa leher adallah bagian sensitif tubuh Yumi. Sampai dirasa cukup, Jun Yeong hanya diam dan mendekap Yumi seakan-akan takut kehilangan Yumi.
Yumi sadar bahwa Jun Yeong sedang tidak apa-apa, tapi Yumi juga tidak ingin memaksa kekasihnya untuk menceritakannya sekarang. Yumi hanya mengelus-elus punggung dan rambut kekasihnya menyalurkan kehangatan yang mampu menenagkan Jun Yeong.
‘aku selalu rindu padamu, aku harap waktu berhenti sekarang. Aku ingin bersamamu selamanya Jang Yumi. Aku juga ingin segera mengganti margamu menjadi Kim” lirik Jun Yeong
Yumi Tersenyum mendengar penuturan kekasihnya itu.
“aku juga sangat merindukanmu Jun” balas Yumi yang masih mengelus rambut kekasihnya itu
“apa kau sudah makan? aku lapar Jun”lanjut Yumi
Jun Yeong menarik kepalanya dari leher Yumi
“aku juga belum makan, kau ingin makan apa sayang?” (bagaimana aku bisa makan sayang, kalau sekarang dipikiranku hanya dirimu yang nanti tidak akan menerima rencana skandal ini) Jun Yeong dalam hati.
“aku ingin pulang dan kita memasak berdua, seperti sepasang suami istri”
“kenapa kau selalu ingin memasak sendiri padahal kau tidak bisa memasak?”
“karna tidak bisa memasak, jadi aku ingin belajar memasak denganmu” Yumi mempoutkan bibirnya kesal
“dan kenapa kau belajar memasak dariku yang tidak bisa memasak?” Jun Yeong mengecup bibir Yumi sekilas dengan gemas
“aku tidak belajar memasak darimu, kita belajar masak sama-sama, lebih tepatnya kau menyemangatiku memasak. Setelah selesai kau mencicipinya sehingga pasakanku sempurna sesuai seleramu Jun” Jelas Yumi dengan nada manja
“Baiklah baiklah, kita pulang sekarang ya”
Mereka berdiri dari posisi mereka saat ini.
“hemmm, kapan kita bisa berjalan keluar dari kantormu ini dengan bergandengan tangan layaknya sepasang seorang kekasih?” jawab yumi dengan menundukkan kepalanya
“Yumi-ah …”
“Shuttttt (Yumi segera mengarahkan jarinya pada bibir kekasihnya itu agar berhenti bicara). Aku bercanda sayang. Hehe, kau tau itu aku masih ingin berkarya lebih lebih banyak lagi. Karna kalau aku memutuskan menikah denganmu nanti aku ingin fokus hanya padamu dan anak-anak kita nanti”jelas Yumi
“aku berjanji akan selalu mencintaimu dan mempertahankanmu” ucap Jun Yeong dengan menatap serius pada Yumi
Cuupp, Yumi mengecup sekilas bibir kekasihnya itu
“baiklah, sekarang aku akan pergi dan menunggumu dimobil ya, bye” Yumi berjalan sambil melambaikan tanganya pada kekasihnya itu dan meninggalkan ruangan itu.
Yumi berjalan menuju lift. Yumi menekan tombol dan menunggu lift itu untuk terbuka.
Ting. Menandakan lift terbuka dan menampakkan sosok laki-laki yang lebih muda dari Yumi, wajah yang bisa disebut imut, tinggi dan kulit putih serta rambut pirang. Mereka berpapasan, Yumi melihat sekilas dan masuk dalam lift sedangkan laki-laki itu. Saat mata mereka bertemu, laki-laki itu menghentikan langkahnya yang akan keluar dari lift dan memutuskan untuk kembali kedalam lift.
Yumi hanya diam dan melihat sekilas dan menundukkan memandang lurus kedepan. Tak lupa dia juga menekan tombol untuk menuju lantai b1 (parkiran).
“Jang Yumi-sshi” terdengar suara dari laki-laki itu, membuat Yumi menoleh ke arahnya
“Iya, aku Jang Yumi”
“Senang bertemu dengan anda, saya artis baru disini. Semoga kita bisa menjadi rekan yang baik” sambil menjulurkan tangannya
“Oh, pantas saja saya seperti baru melihat anda” Yumi menyambut juluran tangannya dan bersalaman sebentar.
“Ternyata anda lebih cantik daripada yang ditelevisi ya.”
“ah, terima kasih pujiannya” Yumi memegang siku tangan kiri nya menandakan dia tidak nyaman dengan keadaan sekarang
Ting
Pintu Lift kembali terbuka menandakan mereka sampai ditempat yang dituju.
“Saya duluan, permisi” ucap Yumi sambil menunduk hormat lalu berniat keluar dari lift
Tapi sebuah tangan menahannya.
“tunggu ….”
***Kira-kira apa yang akan dia lakukan ya? Mau coba tebak yukk :D
“Terimakasih sudah membaca cerita ini, jangan lupa vote, like, koment dan ikuti saya ya :* love you readers”
Mohon dukungannya, ini novel pertama saya***.