Between Love and Friendship

Between Love and Friendship
Berteman?



Pagi pun datang hingga sinar sang surya mulai menampakkan cahayanya, seperti biasanya Minnie bangun dan segera bersiap untuk berangkat ke sekolah.


Selesai sarapan, Minnie pun memakai sepatunya dan ketika ia akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba pandangan nya menangkap sesosok laki-laki tampan tengah duduk di motornya tepat didepan rumahnya yang tidak lain adalah Aron yang sedang menunggu dirinya.


Minnie menatap Aron heran, ada banyak sekali pertanyaan di kepalanya itu, karena tidak biasanya Aron menjemputnya langsung ke rumah. Suara Aron kemudian membuyarkan lamunannya,,


" gua tau gua ganteng! gausah gitu juga liatnya kali! " ucap Aron membuyarkan lamunannya


" aish lu kepedean banget! ngapain lu jemput gua pagi-pagi gini tumbenan? " tanya Minnie sambil melangkahkan kakinya menuju motor Aron


" emangnya kenapa? suka-suka gua lah, lu tinggal naik aja susah amat! buruan naik! " ucap Aron memaksa


Tak ingin memperpanjang perdebatannya dengan Aron, Minnie pun langsung duduk dibelakang Aron.


" pegangan! " seru Aron


" ck buruan kenapa sih bawel amat! yang kejongor juga gua udah lu nyetir aja yang bener! " jawab Minnie


Kesal dengan bantahan Minnie, Aron pun dengan cepat menarik tangan Minnie dan melingkarkan di pinggangnya,


" tinggal gini aja susah! " ucap Aron


Sontak Minnie terkejut dengan tingkah Aron tersebut, sebenarnya ia mau-mau saja pegangan pada Aron, namun belakangan ini ia merasa aneh dan canggung ketika dekat dengan Aron.


Aron melajukan motornya dengan kecepatan sedang, entah ada apa dengan dirinya yang sekarang, ia merasa selalu ingin dekat dan menikmati momen-momen bersama Minnie sahabatnya itu.


Ia pun mengarahkan spionnya dan diam-diam kembali melihat wajah Minnie. Minnie tampak sangat cantik dan mempesona dimatanya, wajahnya yang kecil, pipinya yang chubby, dan bibirnya yang mungil itu membuat Aron tersenyum melihatnya.


Oh my God kurasa mataku ini dulu katarak sampe bisa-bisanya selama bertahun-tahun lamanya gua baru liat kecantikan peri mungil ini, oh oh lihatlah pipinya itu ingin sekali rasanya ku gigit, dan lihatlah bibirnya yang mungilnya itu uuhh ingin sekali ku cium, astaga gua pasti udah gila, batin Aron


Aron pun menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersadar akan lamunannya itu, hingga tak terasa 15 menit perjalanan dan sampailah mereka disekolah.


Aron pun menghentikan motornya diparkiran sekolah, namun saat Minnie hendak turun dari motor tiba-tiba Aron menahan tangannya,


" nanti pulang sama gua! " ucap Aron kemudian ia melepaskan tangan Minnie dan berlalu pergi meninggalkan Minnie yang masi terpaku disitu


" apa dia punya hobi baru membuat jantung orang lain copot? astaga aneh sekali sikapnya belakangan ini, oh Tuhan biarkan aku hidup hentikan sikap anehnya itu!! " ucap Minnie frustasi akan sikap Aron padanya


sedangkan disudut lain ada 2 pasang mata yang sedari tadi memperhatikan Aron dan Minnie, mereka adalah Aiden dan Radit.


" siapa cowok yang sama Minnie itu? " tanya Aiden pada Radit


" tu cowok namanya Aron! " balas Radit


Aiden menatap Radit,,


" kenapa dia deket banget sama Minnie, apa dia pacar Minnie Dit?"


" ish bukanlah, dia tu temennya si Minnie dari kecil! "


" Temen? tapi kok deket banget! "


" lu tanya aja langsung sama Minnie pusing gua jawabnya! " ucap Radit sembari meninggalkan Aiden yang masih dipenuhi pertanyaan itu.


" ehhh,, tungguin gua woy!! " Aiden pun menyusul Radit


Sampailah Minnie di kelasnya, dengan segera ia melangkahkan kakinya menuju tempat duduknya. Minnie pun mendudukkan tubuhnya ke atas kursi tersebut, namun tiba-tiba ia merasakan ada yang aneh di tempat duduknya itu. Dan benar saja saat Minnie berdiri dan tengah melihat ke arah rok nya ada permen karet yang menempel di sana.


Tiba-tiba Lia dan Rena temannya datang dengan tertawa puas,


" ckck,,, aduh kalo abis makan permen karet tu di buang dong jangan di tempelin ke kursi jorok banget sihh, ya gak Li hahaha,,, " ucap Rena


" yoi Beb! jadi gimana surprise pagi ini? lu suka? Hahahaha,, ini baru permulaan lu bakal ngerasain yang lebih dari ini! " Sahut Lia dengan senyum liciknya


Dengan rasa kesalnya yang sudah memuncak, Minnie pun melangkah mendekat dan mencengkram kerah baju Lia,,


" wahh, terimakasih banyak atas kejutannya! lain kali pake otak lu buat mikir yaa, kan sayang Tuhan kasih lu otak yang bagus sehat tapi lu sia-siain mendingan diambil balik aja daripada ga guna! " ucap Minnie sambil terus mencengkram erat kerah baju Lia


" Lepas gaa! lepas! dasar cewe gila!! " teriak Lia


" emang gua gila! " balas Minnie dengan tatapan tajamnya


Rena yang melihat Lia itupun langsung melayangkan satu tamparan ke wajah Minnie,,


plakk


" dasar cewe brengsek! " ucap Rena


Tampak sudut bibir Minnie mengeluarkan sedikit darah akibat tamparan Rena.


Minnie langsung beralih menatap Rena,,


" gua ga ada masalah sama lu, JADI GAUSAH IKUT CAMPUR! " ucap Minnie penuh penekanan


Melihat keadaan Minnie, Aiden dan Radit yang baru sampai dikelas nya itupun langsung berlari dan melerai mereka,,


" Nie, udah Nie udah, lepasin dia! " ucap Aiden mencoba melepaskan tangan Minnie dari Lia


" Minnie udah-udah lepasin dia, dan Rena Lia kalian juga apa-apaan sih! " ucap Radit juga


" Minnie tu Dit main cekek-cekek aja sakit tau! " sahut Lia dengan manja sambil memegangi lehernya


" iya tuh bener Dit, masa dia mau cekek Lia! " sahut Rena


" IYA TAPI GA HARUS LU TAMPAR MINNIE JUGA! " Bentak Aiden


Lia dan Rena pun kaget dan gemetar mendengar suara Aiden itu,


kemudian Aiden merangkul dan membawa Minnie menjauh untuk menenangkan nya.


" astaga lu berdarah Nie! " ucap Aiden sambil terus menatap bibir Minnie


" gua ga papa! udah pergi sana lu! " ketus Minnie


" ga papa apanya! bibir lu itu luka, udah sekarang ikut gua ke UKS! " ucap Aiden lagi


" Ish ga perlu, ini cuma luka kecil kali lebay lu! " balas Minnie hendak meninggalkan Aiden


dengan cepat Aiden menangkap tangan Minnie dan membawanya ke UKS,,


" lu apa-apaan sih Den! " ucap Minnie kesal


Aiden hanya diam tak memperdulikan Minnie yang meronta-ronta minta dilepaskan tangannya itu dan terus saja melangkahkan kakinya menuju UKS


Sesampainya di UKS, Aiden mendudukkan Minnie di atas tempat tidur dan mengambil kotak P3K didalam lemari,,


" lu mau ngapain sih! " ketus Minnie


" diem! gua cuma mau ngobatin luka lu! " balas Aiden


Dengan sigap Aiden menuangkan alkohol ke atas kapas dan mengoleskannya ke bibir Minnie, namun ketika kapas ditangannya hendak mendarat ke permukaan bibir itu tiba-tiba Minnie menghentikan nya,,


" Ish lu tu maksa banget sih! gua bilang gausah ya ga,,,, " ucapan Minnie tertahan ketika Aiden meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya


" ssttttt,,, nanti makin banyak darahnya! " ucap Aiden sambil mengoleskan kapas ditangannya tersebut ke permukaan bibir Minnie


" kalo perih bilang ya! " sahutnya lagi


Minnie pun hanya bisa diam terpaku melihat Aiden yang tengah mengobati lukanya itu, hingga tanpa disadari pandangan mereka pun bertemu.


Matanya yang sayu dan tatapannya yang teduh membuat Minnie sedikit terpanah akannya,


Ni cowok kalo diliat dari deket gini lumayan juga, batin Minnie


namun dengan cepat ia menyingkirkan pikirannya itu,,


" e-ehemmm,, " Minnie pun berdehem dan mengalihkan pandangannya


Aiden yang mendengar itu pun langsung tersadar dan kembali membersihkan luka Minnie. Lukanya memang tidak parah jadi tidak perlu di plester, namun itu meninggalkan sedikit memar dibibir mungil Minnie,,


" udah selesai! " ucap Aiden


" itu ga parah sih tapi ada memar dibibir lu, apa masih sakit? " sahutnya lagi


" e-enggak udah ga sakit! " jawab Minnie


" Yaudah lu balik duluan aja ke kelas, gua mau beresin ini dulu! " ucap Aiden sambil membereskan kotak P3K yang ia gunakan tadi


" M-makasih,,, " ucap Minnie canggung


Aiden yang mendengar itupun langsung menatap ke arah Minnie dengan senyum hangatnya,,


" iyaa sama-sama,, " balas Aiden


ketika hendak melangkah keluar, tiba-tiba Aiden menghentikan langkahnya,


" jadi kita temenan kan? " ucap Aiden penuh harapan


" i-iya iya! " ucap Minnie terbata-bata


mendengar itupun Aiden langsung menyunggingkan senyumannya,


" yaudah sana buruan ke kelas! " sahut Aiden lagi


Minnie pun mengangguk dan pergi meninggalkan Aiden,,


" lu cantik banget Nie,,, " ucap Aiden yang masih menatap kepergian Minnie


Sesampainya dikelas, Minnie langsung menuju ke mejanya dan tampaklah Teena yang sudah menunggu,,


" Lu dari mana aja sih Nie? gua cariin lu dari tadi tauu! " ucap Teena khawatir


" eh ini lagi bibir lu kenapa kok memar gitu Nie, lu abis kelahi sama siapa haa? " sahutnya lagi


" ck, tadi gua ditampar sama Rena! abisnya mereka ngerjain gua pake permen karet! " ucap Minnie sebal


" Ih bener-bener ya tu kodok bangkong keterlaluan banget! pengen gua bejek-bejek tu muka sumpah dah! " maki Teena


" udah ah gausah bahas dia sakit otak gua mikirnya! " balas Minnie


" trus tadi lu dari mana? "


" gua ke UKS, trus ni luka diobatin sama si Aiden! " jawab Minnie


" What?? are you seriously?? " ucap Teena tak percaya


" ya serius lah, apaan sih lu Tee! "


" fix Aiden demen sama lu Nie! "


" ih apaan sih gila lu orang dia cuma ngobatin ginian doang! "


tapi dilihat-lihat dia lumayan juga sih, eh eh mikir apa sih gua, batin Minnie


" woy! ngelamun aja, emmmmm gua tau ni pasti lu lagi mikirin Aiden kan ehehe,,, " cibir Teena


" lu nyebelin banget sih Tee sumpah! "