
Aron terus memacu kuda besinya melewati panasnya aspal disepanjang perjalanan, hingga tibalah mereka didepan sebuah rumah minimalis disebuah gang.
Tampaklah seorang wanita cantik setengah baya sedang menyapu halaman rumahnya yang tak lain adalah Mina, Ibu dari Minnie.
" Makasih ya lu udah anterin gua pulang! yaudah gua masuk dulu bye bye! " ucap Minnie berpamitan dengan Aron
belum sempat Minnie pergi, tangannya sudah ditahan oleh Aron
" Gua ga disuru mampir gitu? " tanya Aron
degg
untuk kedua kalinya, jantung Minnie kembali berdegup kencang akibat ulah Aron tersebut.
hey jantung kau mulai lagi, batin Minnie
" M-mampir? l-lain kali aja ya, bentar lagi sore nanti lu kemaleman pulangnya! " ucap Minnie gugup, entah ada apa dengannya sejak kejadian Aron memeluknya ditambah lagi tangannya yang masi tertahan disana, ia merasa semakin gugup ketika berbicara dengan Aron
" Tinggal nginep dirumah lu apa susahnya! " balas Aron santai
" ih gila lu, udah deh pulang sana! " ucap Minnie melepaskan tangannya dan pergi meninggalkan Aron yang masi duduk dimotor nya.
Aron terus menatap punggung Minnie dari belakang, namun si pemilik punggung yang ia perhatikan itu pun hanya berjalan acuh meninggalkan nya sendiri.
Oh my God! bahkan punggungnya saja cantik, apa dia mengoplas seluruh tubuhnya? kenapa sekarang dia jadi cantik begini, Batin Aron
" Assalamualaikum ibu Minnie pulang,,, " Ucap Minnie sembari mencium punggung tangan ibunya
" Waalaikumsalam sayang, eh tumben kamu pulang agak siangan Nie, apa ada masalah waktu kamu pulang tadi? " Tanya ibu Minnie penasaran
" eh engga Bu, tadi Minnie dianter sama A..... " tiba-tiba Aron datang dan memutus kata-kata Minnie
" Minnie tadi aku pinjam sebentar Tante! " Ucap Aron memotong ucapan Minnie sembari memasang senyumannya kepada ibu Minnie
" Eh Aron! Tante lega kamu yang anter Minnie pulang, Kirain tadi dia ada masalah dijalan, eh iya mampir dulu ya nanti Tante Masakin makanan buat kamu Ron! " Ucap ibu Minnie
" emmmm gimana yaa Tante..... " Aron pun tampak berfikir sembari melirik Minnie kemudian mengedipkan sebelah matanya.
" okedeh Tante Aron mampir! " jawab Aron
" nah gitu dong, yaudah Tante siapin makanannya dulu, dan Minnie ajak Aron masuk ya! " ucap ibu Minnie sembari meninggalkan mereka berdua yang masi berdiri diteras
Minnie berbalik menatap tajam pada Aron.
" wow wow wow jangan sampe mata lu copot, dipasar ga ada yang jual soalnya haha,,,, " kekeh Aron
" Mata lu yang gua bikin sop sini! ngapain juga lu mampir ntar lu pulang kemaleman gimana hah! " ucap Minnie sebal dengan tingkah Aron
" Memangnya kenapa? gua kan udah biasa main dirumah lu, bahkan rumah lu itu tempat pelarian gua kalo ibu lagi ngamuk dirumah haha,,,, " jawab Aron lagi
" ck bukan itu bego, ini tu udah sore gua gamau elu pulang malam, bahaya tau! " ucap Minnie penuh penegasan
" apa lu sekarang khawatirin gua? " tanya Aron dengan menatap mata Minnie
" A-apan sih lu PD banget jadi orang, terserah lu deh! " ucap Minnie sambil melangkah masuk meninggalkan Aron
" woy tungguin gua! masa tamu lu biarin aja diluar! " ucap Aron
" BODO AMATT! " Ketus Minnie
Dirumah Aiden,,,,
Aiden terus memandangi sepatu hitam bersol putih ditangannya tersebut, ia pun teringat kejadian tadi siang saat supirnya tak sengaja mengotori seragam gadis si pemilik sepatu itu. Ya sepatu itu adalah milik Minnie yang dilayangkan ke wajah Aiden tadi.
Ia pun memutar-mutar sepatu itu dan tampaklah sepatu itu berukuran 38, ia pun tersenyum melihat ukurannya, sungguh kaki yang sangat mungil baginya.
" Lu bahkan masih bisa buat gua tergila-gila cuma lewat sepatu ini Minnie! " ucap Aiden berbicara dengan sepatu itu hingga tak menyadari jika mama nya telah berdiri tepat dibelakangnya.
" apa kau akan menikahi sepatu itu sayang? " tanya mama Aiden
Aiden yang mendengar ucapan mama nya itu pun langsung terlonjak kaget.
" Aiss mama mau buat Aiden serangan jantung ya? " ucap Aiden pada mama nya
" Habisnya kamu dipanggilin dari tadi juga eh taunya disini lagi asik ngomong sama sepatu! " balas mama Aiden
" Hehe maafin Aiden Ma, apa mama perlu sesuatu? "
" Mama cuma panggil kamu buat makan, ngomong-ngomong ini sepatu siapa yang sampai buat kamu jadi lupa makan? " tanya mama nya penasaran
" oh sepatu ini punya temen Aiden Ma, tadi pak supir ga sengaja ngotorin seragam dia dan sebenernya ini kali kedua dia kena Ma, tempo hari Aiden juga pernah ngotorin baju dia waktu pertama kali datang kesini, ya jadi dia marah trus nimpuk muka Aiden pake ni sepatu eh dianya kelupaan ambil sepatunya! " Ucap Aiden menjelaskan pada mama nya
" Dasar anak nakal! " ucap mama Aiden menjewer telinga nya
" Auhhhh Ma sakit tau! " teriak Aiden sambil memegangi telinganya yang dijewer Mamanya itu.
" Segera kembalikan sepatunya dan minta maaf pada gadis malang itu! " ucap mama Aiden tegas
" iya iya Mamaku yang cantik,,, " balas Aiden sambil memeluk Mama nya itu
" Oh iya kemarin Tante dengar ayahmu sakit Ron, bagaimana keadaannya sekarang? " tanya Bu Mina
" yaa begitulah Tante, ayah sekarang sering sakit-sakitan, Aron kasihan liat ibu jualan kue sendirian, maka dari itu Aron mau kerja buat nabung uang masuk kuliah besok Tante supaya ga nyusahin ayah sama ibu,,, " jawab Aron sendu
" Kamu memang anak yang baik Ron, Tante bangga sama kamu,, " Bu Mina pun mengelus-elus lembut punggung Aron
" Iya Tante makasih banyak, Aron semangat kaya gini juga karena Minnie,, " Ucap Aron mengalihkan pandangannya ke arah Minnie
Sontak Minnie yang duduk didepannya pun terkejut hingga hampir tersedak makanan nya.
uhuk uhuk,,,
" K-kenapa gua? " tanya Minnie gugup
" yakan gua udah janji bakal jadi orang sukses buat lu, gua bakal tepatin janji gua sama lu! " Ucap Aron Serius
" I-iya iya gua bakalan nunggu janji lu kok,, " ucap Minnie kikuk
" Tante seneng banget liat persahabatan kalian, apa kalian benar-benar tidak saling menyukai? " tanya Bu Minna pada kedua manusia didepannya itu
Minnie yang sedang menenggak minuman di mulutnya pun langsung menyemburkannya tepat ke wajah Aron didepannya
Aron tak kalah terkejutnya, bukan karena perkataan Bu Mina tapi karena melihat respon Minnie yang tiba-tiba menyemburkan air ke wajahnya.
" Astaga Minnie kamu kenapa si, liat baju Aron jadi basah,," ucap Bu Mina yang heran melihat kelakuan anaknya tersebut
" Eh Aron ga apa-apa kok Tante! " jawab Aron sambil mengusap wajahnya yang basah
" H-habisnya ibu ngomong suka ngada-ngada deh! " ucap Minnie dengan wajah campur aduk antara kaget, malu dan gugup menjadi satu
" dasar konyol, ibu kan cuma tanya kenapa kau berlebihan sekali! " ucap Bu Minna sambil memukul lengan anaknya
" Udah Tante orang Aron juga ga apa-apa kok! " ucap Aron tersenyum
",,, yaudah Aron pulang dulu ya Tante takut kemalaman nanti dan makasih banyak makanannya juga Tante hehe,, Aron bakalan sering mampir deh! " sambungnya lagi sambil berpamitan pada Bu Mina
" iya deh, maaf ya atas kejadian Minnie tadi Ron, Tante juga gatau kenapa sama tu anak, yaudah deh baik-baik dijalan ya dan kirimkan salam Tante sama ayah dan ibumu juga ya! " ucap Bu Mina
" okee Tante, Aron pamit ya, assalamualaikum,,, " balas Aron sambil mencium punggung tangan Bu Mina
" waalaikumsalam! " Sahut Bu Mina
Namun saat Aron tengah bersiap memakai helm nya, tiba-tiba aktifitas nya terhenti saat mendengar ada suara yang memanggilnya dari kejauhan.
" Tungguu Ron! " ucap Minnie
Minnie pun berjalan mendekat ke arah Aron sambil membawa jaket ditangannya.
" Ini pake jaket gua! baju lu kan basah tadi, gua gamau lu masuk angin gara-gara itu! " ucap Minnie sembari menyodorkan jaket nya kepada Aron
" hey gua ga selemah itu tau! udah lu masuk sana ntar malah elu yang masuk angin! " jawab Aron
" Cih sombong banget lu! gua gamau tau pake tu jaket pokoknya!! " ucap Minnie melempar jaketnya ke tangan Aron kemudian pergi kedalam rumah
Aron pun hanya tersenyum melihat tingkah Minnie tersebut, ia lalu memakai jaket Minnie yang lumayan sempit untuk badannya itu dan kemudian segera beranjak pergi meninggalkan rumah Minnie.
Minnie pun mengintip lewat jendela kamarnya yang mengarah langsung ke arah depan rumahnya itu, ia pun sudah tak melihat sosok Aron disitu yang berarti dia sudah pulang.
Minnie pun manarik nafas dengan lega, entah ada apa dengannya hari ini, bisa-bisanya ia bertingkah konyol seperti tadi, sungguh ia sangat merutuki kebodohannya sendiri.
Bodoh bodoh bodoh!! Matilah, aku telah merusak citraku sendiri didepan si Aron bego, ucap Minnie
Sesampainya Aron dirumah, ia pun disambut oleh ibunya
" Ron tumben pulang malam, kamu kemana aja si? " tanya ibunya
" eh ibu, tadi Aron mampir kerumah Tante Mina soalnya tadi Aron anterin Minnie pulang eh taunya disuruh mampir yaudah deh Aron mampir! " jelas Aron
" yaudah ganti baju habis itu langsung istirahat ya! " balas ibunya
" Iya Bu! "
Aron pun melangkah masuk ke kamarnya, ketika ia hendak membuka jaket nya, ia pun teringat kalau ini jaket Minnie yang diberikan kepadanya tadi.
Ia tersenyum melihat jaket itu dan entah angin apa yang datang padanya, tiba-tiba saja ia memeluk jaket tersebut dan menjatuhkan dirinya diatas ranjangnya.
" Hey jelek, dulu wajahmu persis sekali seperti Mimi peri sampe gua bosan liat muka lu terus, tapi sekarang kenapa lu jadi cantik begini si dan gua juga bingung sama perasaan gua yang sekarang sama lu, apa iya gua udah mulai suka sama Minnie? Arrghhhhhhhh bisa gila gua lama-lama!! " ucap Aron frustasi
Sedangkan Minnie? ya dia juga sama seperti Aron yang masih bergulat dengan pikirannya masing-masing.
" Andai aja lu tau perasaan gua Ron! " ucap Minnie sembari terus memandangi langit-langit dikamar nya.
Eh iya jangan lupa follow Instagram aku : Adeliasofiyana_putri17
Dan vote nya juga dong jangan sampe lupa ya hehe
Semoga hari kalian menyenangkan 🤗