
Heh....
Tanpa sadar aku sudah berpindah tempat dari yang sebelumnya di ruang penyiksaan keluarga Kurogane dan sekarang berpindah tempat di ruangan hitam.
"Ibu? Ibu kamu dimana?"
Aku sudah mencoba melihat sekeliling namun tidak ada siapapun dan apapun di ruangan yang serba hitam ini dan hanya ada aku seorang saja.
Aku mencoba berjalan menuju sebuah pintu yang ada di depanku, tetapi pintunya terasa semakin menjauh ketika aku berjalan mendekatinya.
1 jam....
2 jam....
3 jam....
Ada apa ini bagaimana ini bisa terjadi?
Dalam kebingungan itu, Aku terus bertanya-tanya di dalam hatiku.
"Sebenarnya tempat apa ini?"
Aether yang masih di landa kebingungan mencoba untuk berlari mendekati pintu tersebut.
1 jam....
2 jam....
3 jam....
Sungguh aku masih tidak paham, sebenarnya aku berada di mana?
setelah mencoba 3 jam berlari tanpa istirahat aku tidak mengalami kehausan ataupun kelaparan.
Karena Aether tau bahwa dia tidak akan merasa lapar dan haus, Aether mencoba berlari lagi dan lagi hingga 1 tahun lamanya.
"Akhhh... menyebalkan sekali."
Tanpa sadar ternyata ruangan tersebut sangatlah berpengaruh terhadap keadaan mental seseorang, di ruangan ini kesabaran adalah kunci kemenangan.
10 tahun lamanya Aether masih mencoba berlari mendekati pintu dan akhirnya pintu beehenti bergerak maju.
"Akhirnya....aku bahkan tidak tau sudah berapa lama"
Aether sudah sangat senang karena dia akhirnya sampai di depan pintu tersebut.
Aku langsung memegang pegangan pintunya dan bersiap membuka pintu tersebut, dengan wajah penuh harapan untuk mengetahui di mana aku berada.
CLEK!...
Saat aku sudah membuka pintu tersebut, Harapanku seperti di hancurkan dalam 1 moment yaitu membuka pintu barusan.
"Akhhh!.... Sungguh menjengkelkan tadi ruangan hitan sekarang ruangan putih."
BOOM!!!
Aku langsung memukul pintu tersebut, tetapi malah aku yang terpental.
Aether terpental hingga ke tengah ruangan dan mencoba untuk menenangkan diri, Setelah itu Aether mencoba berlari lagi.
10 tahun....
50 tahun....
Aether sudah berlari mengejar pintu di ruangan putih ini selama 90 tahun, Aether terhenti di sana karena sudah putus asa akan percobaan yang sia-sia tersebut.
Di kala putus asanya dia teringat kembali oleh sosok ibunya, sungguh keajaiban kedua dari sesosok ibu.
"Ibu.. Aku tidak boleh putus asa di sini..."
"Aku harus bertemu dengan ibu lagi..."
Dengan tekad dan semangat yang sudah kembali, Aether mencoba berdiri lagi dan berlari menuju pintu tersebut.
Di tahun ke 100nya akhirnya sekali lagi Aether berhasil menggenggam pegangan pintu ruangan tersebut, Aether langsung membuka pintunya.
CLEK!...
Akhirnya Aether bisa melihat cerahnya langit biru yang penuh dengan awan di sekitarnya.
Sesaat menikmati keindahan tersebut ada sebuah aura yang menggetarkan tempat berdirinya Aether.
SWOSH!!!
"Selamat kamu berhasil menyelesaikan ujian dariku."
Datanglah seorang pria tua yang memiliki janggut panjang dengan mengenakan jubah hitam-putih
"Kau siapa kakek tua? dan ujian apa yang kau maksud?"
"Sungguh bocah ingusan yang tidak memiliki sopan santun ya."
"Ha!!!"
"Kamu boleh memanggilku Creator God/Strongest God."
"Bagaimana mungkin kau yang seorang yang terlihat seperti kakek-kakek ini adalah dewaaaa, apalah itu terserah."
Setelah aku mengatakan hal tersebut si kakek tua itu tampak sangat kesal dan dari tangan kanannya keluar sebuah api berwarna biru yang sangat panas dan melemparkannya padaku.
SWOSH!!! DUAR!!!
"Kakek tua b*angs*t apa kau mencoba membunuhku?"
"Apa kamu sekarang percaya bahwa aku adalah Creator God/Strongest God."
"Baiklah-baiklah aku percaya, jadi apa yang kau maksud dengan ujianmu?"
"Ujianku adalah apa yang kamu jalani selama 110 tahun yaitu ujian kesabaran."
"Kenapa kau mengurungku di dalam ruangan tersebut selama 110 tahun? Itu bukan hanya alasan konyol yaitu menguji kesabaranku, kan?"
"Hoo-hoo, kau pintar juga mengetahui point utamanya, ya alasanku adalah untuk mengetahui apakah kamu layak untuk mendapatkan Supreme Star God System."
"Apa itu Supreme Star God System?"
"Itu adalah System yang dapat membuatmu menjadi yang terkuat di dunia, bagaimana apakah kamu senang?"
"Kenapa anda memberikanku System tersebut? lagi pula jika aku sudah menjadi yang terkuat itu tidak ada artinya lagi sekarang, Ibuku sudah tiada."
Wah mengejutkan sekali bocah ingusan ini yang sangat songong tiba-tiba menjadi sopan.
"Kamu taukan aku adalah Creator God, Jika permasalahannya adalah ibumu yang sudah mati aku dapat menghidupkannya kembali."
"Apa anda bilang? Jadi tolong hidupkan ibuku, kumohon."
"Itu adalah hal mudah, tetapi aku memiliki syarat bagaimana?"
"Katakan syaratnya, Apapun itu akan aku lakukan."
"Baiklah, Kamu harus menyelamatkan planet Azzariot dari kehancuran dan dengan System ini dapat memudahkanmu."
Setelah itu Creator God/Strongest God menjelaskan semua tentang dunia tersebut.
Di dalam dunia ini total nemiliki 7 planet yang saling dan untuk menjadi yang terkuat planet tersebut harus berperang 1 sama lain.
Uranus
Uranus adalah planet peringkat 1 untuk saat ini karena jumlah populasi manusia di sana sangat banyak.
Arishem
Arishem adalah planet peringkat 2 untuk sekarang karena teknologi di planet ini lebih maju.
Ego
Ego adalah planet peringkat 3 karena memiliki pasukan yang paling solid dari ke 7 planet.
Exitar
Exitar adalah planet peringkat 4 karena mereka dapat membuat Artefak sendiri walaupun batasan artefaknya adalah rank Epic dan hanya beberapa yang mencapai rank legend
Isuon
Isuon adalah planet peringkat 5 karena kaya akan aura magis yang menjadikanny sebagai planet para mage.
Monolith
Monolith adalah planet peringkat 6 karena rata-rata penduduknya memiliki kecerdasan alami yang di milikinya.
Azzariot
Level seseorang di bagi menjadi 7 tingkatan, yaitu
Bronze : 100
Silver : 300
Gold : 500
Platinum : 700
Hero : 900
Saint: 1100
Legend : 1500
Rank monster di bagi menjadi tingkatan, yaitu
E : 100
D : 200
C : 400
B : 600
A : 800
S : 1000
U : 1500
L : 2000
Myth : 3000
Azzariot memiliki 3 kerajaan, yaitu Kerajaan manusia, Elf dan Dwarf
Wilayah Timur, Adalah kerajaan Manusia dan banyak para Beastman.
Wilayah Selatan, Adalah kerajaan Elf, mereka tidak terlalu terbuka untuk dunia luar.
Wilayah Barat, Adalah pulau terapung dan di bawahnya adalah lautan yang luas tempat para naga tinggal.
Wilayah Utara, Adalah kerajaan Dwarf, yang terletak di gurun pasir
Wilayah Tengah, Adalah Death Forest sebuah hutan kegelapan yang sangat luas dan sangat berbahaya karena penuh monster.
Azzariot juga memiliki 5 ras yang menghuninya, yaitu
Human
Elf
Dwarf
Beastman
Dragon
Rank dari para naga di bagi menjadi 3, yaitu
Middle Dragon : S
Dragon General : U
Dragon King : Myth
Setelah memberitahukan seluruh informasi tentang dunia tersebut si Creator God/Strongest God menanyakan keyakinannya akan hal ini
"Itu adalah semua cerita yang bisa kuberitahu padamu, Jadi apakah kau tertarik?"
"Iya, apapun akan kulakukan untuk membuat Ibuku hidup kembali."
Si kakek tua itu tersenyum padaku dan berkata.
"Baiklah aku akan memberimu 3 permintaan lagi sebelum kureinkarnasikan, jadi pikirkan dengan baik.
Hmmm.... Setelah 30 menit berpikir aku sudah menentukan permintaanku.
"Permintaan pertama, saya ingin anda mereinkarnasikanku dalam tubuh berumur 15 tahun."
"Kedua, Saya memilih Death Forest sebagai tempat berreinkarnasiku dan tentu berikan keamanan di death forest."
"Ketiga, Berikan 3 Hadiah untuk permulaan pada menu inventory Supreme Star God System.
"Itu mudah saja, tapi kenapa kamu memilih Death Forest sebagai tempat tinggal?"
"Aku hanya ingin cepat menjadi lebih kuat."
"Baiklah aku mengerti, kalau begitu aku menunggu perkembanganmu, Aether."
PEMASANGAN SUPREME STAR GOD SYSTEN!!!
10%
30%
50%
70%
100%
PEMASANGAN TELAH SELESAI!!!
UCAPKAN 'OPEN STATUS' UNTUK MENGECEK STATUS ANDA DAN UCAPKAN 'CLOSE STATUS' UNTUK MENUTUP PANEL LAYAR
"OPEN STATUS."
...SUPREME STAR GOD SYSTEM...
NAMA : AETHER
HP : 1000/1000
MP : 10000/10000
JOB : ~
STATISTICS :
STR : 10
AGI : 10
VIT : 10
INT : 10
DEX : 10
LUCK : 10
SKILL : ~
RAS : ~
AGE : 15 (120)
LEVEL : 1
EXP : 0/100
"Tunggu aku tidak memiliki ras? CLOSE STATUS, Apa maksudnya ini Kakek tua?"
"Kenapa bocah songong ini kembali lagi, dan asal kau tau saja manusia dengan level 1 tidak akan mungkin memiliki Healt dan Mana sebesar itu, jadi wajar saja sistem tidak mendeteksi bahwa kau itu manusia."
Aku hanya menganggukinya saja.
Setelah itu si kakek tua itu merapal sebuah sihir teleport kepadaku.
"Sungguh berpindah tempat yang instant."
Aku melihat sekeliling dan ternyata si kakek tua itu sudah memasang barrier yang kuat di sekeliling rumah yang ia berikan padaku di tengah Death Forest.
Bersambung....