
Aether adalah tuan muda dari Keluarga Kurogane, Harusnya itulah yang terjadi tetapi Aether adalah anak haram dari Keluarga Kurogane.
Kepala Keluarganya menghamili seorang pelayan di keluarga itu yang bernama Lucia.
Setelah kejadian itu Lucia selalu mendapatkan perlakuan kejam dari Nyonya pertama, yaitu Vanessa dan keluarga Kurogane yang lain.
TAS!!! TAS!!! TAS!!!
Suara kencang dari cambukan tanpa henti bahkan terdengar sampai luar.
Aether yang di kala itu sudah berusia 9 tahun berlari kencang untuk membantu ibunya yang sedang di siksa.
"JANGAN SAKITI IBUKU!!!"
Pukulan Aether melayang kepada Nyonya Keluarga Kurogane yang sedang menikmati menyiksa Lucia.
BUKH!!!
"DASAR ANAK HARAM KURANG AJAR!!!"
Nyonya Vanessa menjadi tambah marah, Dia menendang Aether sampai terjatuh dan mencambuknya juga.
TAS!!! TAS!!! TAS!!!
Lucia yang sudah gemetar lemas oleh siksaan itu, Dia tetap bangun dan memeluk Aether yang sedang di cambuki itu untuk melindunginya.
"Nyonya, kumohon jangan sakiti anakku."
TAS!!! TAS!!! TAS!!!
Ny. Vanessa menghiraukannya dan tetap melanjutkannya sampai ia puas.
Hari ini adalah ulang tahun Aether yang ke 10 setelah perayaan ulang tahunnya yang berada di kamar mereka berdua yaitu gudang, Aether mengajak Ibunya Lucia untuk kabur dari Mansion milik keluarga Kurogane.
"Aether, selamat ulang tahun yang ke 10, Ibu menyayangimu."
Lucia langsung memeluk Aether dan seketika Aether mengeluarkan air matanya dan berkata.
"Hiks.... Hiks....Ibu menyayangiku? Padahal ibu menderita karena aku terlahir di dunia ini, Kenapa ibu tidak membenciku saja?"
"Jangan berkata seperti itu, tidak ada di dunia ini yang akan membenci anaknya sendiri apapun keadaannya."
Mereka berdua berbincang-bincang seperti ibu dan anak pada umumnya, sampai.
"Ibu, Ayo kita pergi kabur dari Mansion ini."
"Eh.... T-tapi nak jika ketahuan oleh Ny. Vanessa kamu akan di siksa lagi, Ibu tidak mau melihatmu di siksa seperti itu."
"Jika kita kabur di malam hari tidak akan ada yang menyadarinya, dan setelah keluar dari mansion ini mari kita hidup bahagia bu."
Aether tersenyum ceria ketika berkata seperti itu yang sangat sulit untuk di tolak oleh Ibunya.
"Baiklah jika itu maumu nak, Ibu akan ikut."
MALAM HARI....
"Ibu, sepertinya semua orang sudah tertidur jadi mari kita pergi dari sini."
"Ibu mengerti, mari kita pergi dari sini."
Mereka berdua pergi dengan menggunakan pintu belakang yang ada di dapur, keadaan mansion benar-benar sangat mencurigakan dengan kesunyiannya yang mirip dengan bangunan kosong.
Ketika mereka sudah hampir sampai di pintu gerbang belakang, mereka di pukul dari belakang hingga pingsan.
"Benar seperti yang Ibunda bilang mereka pergi melalui pintu gerbang belakang."
"Sudah cepat bawa mereka ke ruang penyiksaan."
"Baik, Ibunda."
Yap benar seperti yang kalian pikirkan, orang yang memukul Aether dan Ibunya adalah anak dari Ny. Vanessa.
Vanessa memiliki 1 orang anak Laki-laki yang juga suka menyiksa Aether dan Ibunya, Yaitu Kai.
Kai mendengar percakapan antara Aether dan ibunya tadi siang ketika hendak menyeret Aether untuk di siksa seperti biasa.
Kai yang mendengar hal itu langsung pergi menemui ibunya dan memberi tau rencana Aether yang ingin kabur dari Mansion.
TAS!!! TAS!!! TAS!!!
Suara cambuk yang sangat kencang sampai membuat Aether bangun dari pingsannya.
"Uhmm....I-bu? Ibu?"
Aether masih merasa pusing karena pukulan di kepalanya sangat keras.
"Akhirnya bangun juga si anak haram."
Hah... Kenapa aku tidak bisa bergerak? ibu di mana ibu?.
"Percuma saja kami sudah menyuntikan bius agar kalian berdua tidak bisa bergerak."
TAS!!! TAS!!! TAS!!!
Aether yang sudah sepenuhnya sadar matanya langsung menoleh ke arah suara keras dari cambukkan tersebut.
"Ibu!!!"
Lucia dengan napas berat akibat kelelahan karena di siksa sepanjang malam tetap tersenyum ke arah Aether dan berkata.
Aether langsung mengeluarkan air mata.
"Oiya... Oiya kenapa kau menangis sampah?"
"Hiks... Hiks... tolong lepaskan ibuku, Dia tidak bersalah akulah yang mengajaknya kabur, jadi kumohon lepaskan ibuku."
TAS!!! TAS!!! TAS!!!
Suara cambukkan itu semakin mengeras untuk membuat mental Aether semakin runtuh.
Dengan wajah yang sudah penuh air mata di mencoba menggerakkan badannya yang sudah di bius dan Aether berhasil sampai ke bawah kaki dari Kai.
"Kakak, kumohon lepaskan ibu."
"Ha!... Jangan panggil aku kakak, aku tidak sudi mempunyai adik sepertimu."
BUKH!!!
Tendangan yang sangat keras sampai membuat Aether terpental ke belakang.
TAS!!! TAS!!! TAS!!!
Kai mencambuk dengan sangat keras Aether hingga menjerit kesakitan.
"Tidak!... Nyonya, kumohon tolong hentikan tuan muda Kai, Nyonya berkata jika tidak akan menyakiti Aether."
"Itu kesalahan anakmu sendiri karena membuat Kai marah."
TAS!!! TAS!!! TAS!!!
Ada sebuah ke ajaiban dari seorang ibu, yaitu tiba-tiba saja Lucia dengan tekad kuat untuk melindungi anaknya dia dapat bergerak bahkan setelah di beri bius dan di siksan sepanjang malam, Lucia langsung mendorong Ny. Vanessa
"Kurang ajar kau Lucia! dasar pelayan rendahan"
Lucia menghiraukannya dan berlari menuju Aether dan langsung memeluknya.
"Aether kamu tidak apa-apa, Ibu pasti akan melindungimu."
"I-ibu, maafkan Aether jika saja aku tidak mengajak ibu untuk kabur mungkin kejadian ini tidak akan terjadi."
"Tidak ini bukan kesalahanmu, bahkan jika kita tidak mencoba kabur Nyonya dan tuan muda tetap akan menyiksa kita."
TAS!!! TAS!!! TAS!!!
Ny. Vanessa dan Kai mencambukki mereka berdua bersamaan, Tetapi karena Lucia memeluk Aether hingga hanya Lucia saja yang terkena cambukkan tersebut.
2 jam kemudian cambukkan tanpa istirahat, akhirnya Lucia sudah mencapai batasnya.
"Aether dengarkan ibu, Ibu bahagia mempunyai anak sepertimu, Kamu adalah satu-satunya cahaya di hidup ibu, Maaf tidak bisa membuatmu bahagia."
"Tidak ibu tidak perlu meminta maaf, ini adalah salahku."
"Tidak, Aether tidak salah sama sekali..... Ibu sangat mencintaimu Aether."
BUKH!!!
Itu adalah perkataan sekaligus napas terakhir dari Lucia hingga dia jatuh dan meninggal.
"Ibunda sepertinya si pelayan rendahan ini sudah meninggal."
"Kamu benar nak."
Aether langsung memeluk ibunya dan mencoba membangunkannya.
"Ibu? Ibu? Bangun Ibu? Hikd.... Hiks.... jangan tinggalkan Aether sendirian ibu?"
Keheningan mulai terjadi hingga beberapa saat.
"Kurang ajar kalian, Aku tidak akan pernah memaafkan kalian, Aku pasti akan membalas perbuatan kalian ke--."
Perkataan Aether terpotong dengan adanya cahaya putih yang memenuhi badannya dan mayat ibunya dan membawanya terbang ke atas dan menghilang.
**Bersambung**....