
Kerajaan Cheon, merupakan kerajaan yang terkenal kuat akan Pasukan Militernya. bagaimana tidak, Kerajaan Cheon memiliki Sang Singa Perang yang tak terkalahkan, hingga saat ini belum ada yang bisa mengalahkan Sang Singa Perang dalam pertempuran.
Goo Hanna, adalah seorang Jenderal Perang yang di juluki Sang Singa Perang. kekejaman dan kebengisan nya dalam berperang mampu membuat para musuh ketakutan dan mundur.meski Hanna adalah satu-satunya Jenderal wanita, namun kekuatan perang nya melebihi seorang Pria.
Hanna yang merupakan putri tunggal dari Jenderal Perang yang sebelum nya, Putri Jenderal Dongfeng telah di ajari Militer sedari kecil oleh sang ayah. bukan kemauan Dongfeng mengajari ilmu Militer kepada putrinya, melainkan Hanna sendiri yang merengek meminta di ajari berpedang kepada sang Ayah.
Awalnya Dongfeng tak menyetujui keinginan Hanna yang meminta di ajari berpedang. karena menurut Dongfeng, seorang wanita harus belajar ilmu tata krama, bukan malah ilmu berpedang. karena Hanna yang terus-terusan membujuk Dongfeng untuk mengajarinya, akhirnya Dongfeng pun menuruti permintaan putri tercintanya.
Hanna menuruni kejeniusan sang ayah, sehingga ia mampu menyerap dengan cepat apa yang telah ayahnya ajarkan. di umur yang masih belia, Hanna sudah ahli dalam berpedang.dan pada ketika sang ayah meninggal, Hanna lah yang di angkat menjadi Jenderal Perang selanjutnya.
Di angkatnya Hanna menjadi Jenderal Perang, bersamaan dengan pengangkatan Raja baru kerajaan Cheon yang merupakan kekasih Hanna.di situlah kerajaan Cheon semakin kuat, karena di pimpin oleh Raja yang kuat dan di lindungi oleh Singa Perang.
Meski Kerajaan Cheon merupakan kerajaan terkuat, namun Kerajaan Cheon lemah di bahan makanan. karena tanah kerajaan Cheon yang tandus, membuat rakyat Cheon kekurangan makanan, sehingga harus menerima bantuan dari kerajaan lain.
"Kenapa Raja Jeon Hwa tiba-tiba mengirimku keperbatasan??"gumam Hanna bingung dan bertanya-tanya.
"Mungkin karena Jenderal adalah yang paling di percaya untuk menjaga perbatasan"sambung salah satu prajurit yang tak sengaja mendengar gumam Hanna.
"Tapi... bukan kah sudah ada kalian?? lagian, kita kan dalam kondisi tak berperang, situasi aman-aman saja. kenapa memberi titah secara tiba-tiba??"tanya Hanna kembali.
"Ya... kita kan tidak tahu kapan perang terjadi, bisa saja musuh menyerang tiba-tiba. Untuk berjaga-jaga, Raja mengutus Jenderal Hanna kemari"jawab sang prajurit.
Beberapa saat kemudian tiba-tiba ada penyerangan dari musuh, Hanna yang berniat kembali ke istana dan ingin menanyakan sebuah kebenaran dari sang Raja tentang apa yang tak sengaja di dengar nya dari para prajurit yang sempat membicarakan tentang pernikahan sang Raja. akhirnya Hanna mengurungkan niatnya. ia memerintah prajuritnya untuk ikut berperang.
"Jeon, apa benar yang mereka katakan?? apa benar kau sengaja mengirimku ke perbatasan agar kau bisa menikahi putri kerajaan seberang?? aku harap itu hanya gosip, aku ingin menanyakannya padamu dan mendengarkan apa penjelasanmu"batin Hanna sendu.
Hanna begitu terkejut saat tak sengaja mendengar salah satu prajuritnya mengatakan bahwa hari ini adalah hari pernikahan Raja Jeong Hwa dengan Putri kerajaan Ahndong.
Hanna berusaha segera mengakhiri perang saat ini agar ia bisa segera kembali ke Istana menemui kekasih nya Raja Jeon Hwa.
Kini fikiran Hanna mulai berkecamuk, ia terus memikirkan tentang kekasihnya, apa benar ia telah di khianati kekasihnya?, apa benar selama ini dia hanya di manfaatkan? , kini fikiran Hanna tak fokus, fikiran Hanna terbagi hingga membuat Musuh mudah mendapatkan celah menyerang Hanna. dan pada akhirnya Hanna tertusuk pedang dari belakang oleh musuhnya.
"Ha ha ha, apa hanya segini kekuatan Jenderal Kerajaan Cheon?? Singa Perang apanya, segini saja sudah terluka"ucap seorang Jenderal musuh lantang yang merupakan lawan Hanna.
"Sekarang aku akan mengakhiri hidupmu, aku akan membunuh Sang Singanya Cheon, ha ha ha"lanjut Jenderal musuh Hanna.
Saat sang musuh hendak melayangkan pedang nya pada Hanna, tiba-tiba sebuah busur panah menancap tepat di jantung musuh yang ingin membunuh Hanna, hal itu membuatnya mati di tempat.
"Nana, kau tidak apa?? bertahanlah aku akan menyelamatkanmu"ucap Raja Jeon Hwa yang baru saja tiba di perbatasan.
"Tidak, aku tidak apa-apa. Jeon, aku dengar ha hari ini adalah hari pernikahanmu, apakah itu benar??"tanya Hanna terbata-bata dalam rangkulan Jeon Hwa.
"Nana.. aku.."
"Ja wab aku, iya atau tidak??"tanya Hanna lagi.
"Sebaiknya kita pergi obati lukamu dulu, baru kita bicarakan ini nanti"jawab Jeon Hwa khawatir dengan luka Hanna.
"Luka diperutku tidak begitu sakit, tapi luka di sini (menaruh tangan nya pada dadanya) itu lebih menyakitkan"ucap Hanna sambil meneteskan air mata.
"Nana... aku bisa jelaskan"
"Apa sekarang aku sudah terlihat menyedihkan?? apa kau sudah senang sekarang?? apa aku terlihat bodoh sehingga kau menipuku dan menggunakan ku sebagai alat?? aku baru tersadar, jika selama ini hanya aku yang mencintaimu, cintamu palsu. kau hanya memperalatku.terima kasih atas luka penghianatan ini, dan terimakasih sudah memperalatku"ucap Hanna terbata-bata.
"Aku tidak pernah menghianatimu Nana... aku tidak pernah memperalatmu"
"Jika dulu aku sangat mencintaimu dan memujamu, maka hari ini aku benar-benar membencimu. Jika a da kehidupan selan jut nya, jika aku dapat terlahir kembali, aku ti dak akan pernah men cintaimu lagi Raja, dan aku berharap tidak pernah mengenalmu.karena mencintaimu ada lah kesalahan ter be sar ku. a ku mem ben ci mu Raja. Goo Hanna membencimu Jeong Hwa"ucap Hanna terbata-bata dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Bersambung....