Became The Male Lead Is Friends

Became The Male Lead Is Friends
Part 14



Sore pun tiba Zora bangkit dari tempat tidur nya


Walaupun nafsu membunuh nya sudah menghilang,tapi tetap saja ia ingin membunuh orang dan meminum darah nya


Menurut nya darah korban nya itu sangat manis seperti sirup


Membayangkan nya saja sudah membuat nya merasa senang


Dengan segera ia Menganti pakaian nya dengan Hoodie Hitam polos,celana jeans hitam serta sepatu kets berwarna Putih di campur Biru tua


Ia tidak peduli dengan apapun lagi,yang terpenting sekarang adalah ia ingin meminum darah segar


Sistem bergidik ngeri mengetahui pikiran tuan nya itu


"**Kenapa saya mempunyai tuan yang kurang waras ini"batin nya menangis


Hey walaupun ia sistem,tetap saja ia takut kalau melihat pembunuhan secara langsung,kan sistem juga punya rasa takut**


__Became The Male Lead Is Friends__


Zora Sedang berada di sebuah gang sepi dan gelap karena tidak terkena sinar matahari


Tak lama kemudian seorang pemuda berparas lumayan Tampan melewati gang itu


Zora menyeringai,ia akan menggoda pemuda itu dan menjadi kan mangsa nya


Ia berjalan dengan langkah anggun menuju pemuda itu


Saat sampai di sana Zora menepuk pundak pemuda itu membuat nya menoleh


Pemuda itu terpesona melihat paras Zora,Zora bertambah senang dalam hati


"Bang main yuk sama aku"ucap nya dengan suara lembut nan menggoda


Pemuda itu langsung mengangguk,kapan lagi kan di ajak main sama cewek cantik pakai banget


Zora menuntun pemuda itu masuk kedalam gang tadi


Di sana terdapat sebuah kursi yang ia siapkan untuk mangsa nya


"Abang duduk di sini yah,terus tutup mata biar aku yang mulai"ucap nya


Pemuda itu hanya mengangguk,Zora menutup mata pemuda itu mengunakan kain


Ia mengambil tali dari saku Hoddie nya dan mengikat pemuda itu


Pemuda itu bingung kenapa ia diikat namun ia tidak peduli


Mana mungkin gadis lemah lembut itu ingin mencelakai nya kan?


Zora mengeluarkan pisau lipat nya dari saku celana nya


Ia segera merobek mulut pemuda itu agar tidak berteriak nanti


"ARGH"teriak pemuda itu saat mulut nya di sayat dengan sadis oleh Zora hingga sobek Sampai ke telinga


Zora menyeringai kejam,ia suka mendengar teriakan mangsa nya itu


"Ups ke gores,maaf ya bang nanti gue jahit kok,teriak aja sesuka Lo sebelum nanti nggak bisa teriak lagi"Zora berucap Lembut seolah olah yang ia katakan adalah hal biasa baginya


Ia mengambil jarum di dan benang di saku celana nya kemudian menjahit mulut pemuda itu


Sret


Sret


Sret


Suara benang dan jarum menusuk kulit terdengar jelas,pemuda itu hanya mampu menetes kan air mata karena rasa sakit yang dirasakan nya


Zora mencabut jarum itu dari mulut pemuda itu setelah selesai menjahit nya


Ia menatap tangan nya yang berlumuran darah segar


Ia membuka penutup mata pemuda itu,agar ia bisa melihat tubuh nya yang di siksa Zora


Zora menyayat pelan pipi pemuda itu,ia terlihat begitu menikmati kegiatan nya itu


Sedangkan pemuda itu hanya mampu menetes kan air mata


Ia menyesal sungguh karena menerima ajakan gadis itu


Paras nya yang menawan tidak sesuai dengan perilaku nya yang kejam


"Jangan nangis dong ganteng"ucap nya mengejek


Zora merobek pakaian pemuda itu dan mengukir lambang Lavender Bunga kesukaan nya


Ia menatap darah segar yang keluar dari ukiran yang di buatnya itu


"Wah bagus banget kan"ucap nya antusias sambil menekan dagu pemuda itu untuk melihat perut nya yang diukir oleh Zora


"Ck,nggak asik Lo,masa iya cowok nangis sih"kesal nya


**Sistem hanya bisa berdoa semoga saja pemuda itu tenang di alam sana


Tuan nya itu benar benar mengerikan**


Karena tak ingin berlama lama Zora langsung menusuk perut pemuda itu dengan pelan sebanyak 8 kali


Darah segar membasahi wajah cantik nya


Zora merobek perut pemuda itu,ia mengeluarkan organ organ dalam nya


Zora mengambil jantung pemuda itu, seketika pemuda itu tewas


Ia tersenyum sinis saat melihat pemuda itu sudah tidak bernyawa


"Masa cuma cabut jantung aja udah mati,ck dasar Cemen"gerutu nya


Zora mengambil gelas yang sudah ia siapkan sedari tadi


Ia meremas jantung pemuda itu tepat di atas gelas itu hingga mengeluarkan banyak darah


Setelah gelas itu terisi penuh oleh darah segar ia meminum nya hingga tandas


"Ah segarnya"desah nya saat merasakan segar di tenggorokan nya


Sistem sungguh tidak bisa berkata apa-apa lagi,tuan nya itu bego atau bagaimana


Cuma kata nya,di mana mana orang kalau jantung nya di cabut ya pasti mati lah


Ingin rasa nya sistem mencari tuan baru


Setelah pemuda itu mati bukan nya berhenti


Zora malah meneruskan menyiksa pemuda itu


Ia memutilasi tubuh pemuda itu, setelah nya ia menjahit lalu menyusun kembali tubuh pemuda itu


Zora tersenyum puas melihat hasil karya nya itu


Setelah itu ia pergi dari sana tanpa meninggalkan jejak sedikit pun kecuali ukiran Lavender di perut pemuda itu sebagai pertanda


__Became The Male Lead Is Friends__