
Sore pun tiba Zora bangkit dari tempat tidur nya
Walaupun nafsu membunuh nya sudah menghilang,tapi tetap saja ia ingin membunuh orang dan meminum darah nya
Menurut nya darah korban nya itu sangat manis seperti sirup
Membayangkan nya saja sudah membuat nya merasa senang
Dengan segera ia Menganti pakaian nya dengan Hoodie Hitam polos,celana jeans hitam serta sepatu kets berwarna Putih di campur Biru tua
Ia tidak peduli dengan apapun lagi,yang terpenting sekarang adalah ia ingin meminum darah segar
Sistem bergidik ngeri mengetahui pikiran tuan nya itu
"**Kenapa saya mempunyai tuan yang kurang waras ini"batin nya menangis
Hey walaupun ia sistem,tetap saja ia takut kalau melihat pembunuhan secara langsung,kan sistem juga punya rasa takut**
__Became The Male Lead Is Friends__
Zora Sedang berada di sebuah gang sepi dan gelap karena tidak terkena sinar matahari
Tak lama kemudian seorang pemuda berparas lumayan Tampan melewati gang itu
Zora menyeringai,ia akan menggoda pemuda itu dan menjadi kan mangsa nya
Ia berjalan dengan langkah anggun menuju pemuda itu
Saat sampai di sana Zora menepuk pundak pemuda itu membuat nya menoleh
Pemuda itu terpesona melihat paras Zora,Zora bertambah senang dalam hati
"Bang main yuk sama aku"ucap nya dengan suara lembut nan menggoda
Pemuda itu langsung mengangguk,kapan lagi kan di ajak main sama cewek cantik pakai banget
Zora menuntun pemuda itu masuk kedalam gang tadi
Di sana terdapat sebuah kursi yang ia siapkan untuk mangsa nya
"Abang duduk di sini yah,terus tutup mata biar aku yang mulai"ucap nya
Pemuda itu hanya mengangguk,Zora menutup mata pemuda itu mengunakan kain
Ia mengambil tali dari saku Hoddie nya dan mengikat pemuda itu
Pemuda itu bingung kenapa ia diikat namun ia tidak peduli
Mana mungkin gadis lemah lembut itu ingin mencelakai nya kan?
Zora mengeluarkan pisau lipat nya dari saku celana nya
Ia segera merobek mulut pemuda itu agar tidak berteriak nanti
"ARGH"teriak pemuda itu saat mulut nya di sayat dengan sadis oleh Zora hingga sobek Sampai ke telinga
Zora menyeringai kejam,ia suka mendengar teriakan mangsa nya itu
"Ups ke gores,maaf ya bang nanti gue jahit kok,teriak aja sesuka Lo sebelum nanti nggak bisa teriak lagi"Zora berucap Lembut seolah olah yang ia katakan adalah hal biasa baginya
Ia mengambil jarum di dan benang di saku celana nya kemudian menjahit mulut pemuda itu
Sret
Sret
Sret
Suara benang dan jarum menusuk kulit terdengar jelas,pemuda itu hanya mampu menetes kan air mata karena rasa sakit yang dirasakan nya
Zora mencabut jarum itu dari mulut pemuda itu setelah selesai menjahit nya
Ia menatap tangan nya yang berlumuran darah segar
Ia membuka penutup mata pemuda itu,agar ia bisa melihat tubuh nya yang di siksa Zora
Zora menyayat pelan pipi pemuda itu,ia terlihat begitu menikmati kegiatan nya itu
Sedangkan pemuda itu hanya mampu menetes kan air mata
Ia menyesal sungguh karena menerima ajakan gadis itu
Paras nya yang menawan tidak sesuai dengan perilaku nya yang kejam
"Jangan nangis dong ganteng"ucap nya mengejek
Zora merobek pakaian pemuda itu dan mengukir lambang Lavender Bunga kesukaan nya
Ia menatap darah segar yang keluar dari ukiran yang di buatnya itu
"Wah bagus banget kan"ucap nya antusias sambil menekan dagu pemuda itu untuk melihat perut nya yang diukir oleh Zora
"Ck,nggak asik Lo,masa iya cowok nangis sih"kesal nya
**Sistem hanya bisa berdoa semoga saja pemuda itu tenang di alam sana
Tuan nya itu benar benar mengerikan**
Karena tak ingin berlama lama Zora langsung menusuk perut pemuda itu dengan pelan sebanyak 8 kali
Darah segar membasahi wajah cantik nya
Zora merobek perut pemuda itu,ia mengeluarkan organ organ dalam nya
Zora mengambil jantung pemuda itu, seketika pemuda itu tewas
Ia tersenyum sinis saat melihat pemuda itu sudah tidak bernyawa
"Masa cuma cabut jantung aja udah mati,ck dasar Cemen"gerutu nya
Zora mengambil gelas yang sudah ia siapkan sedari tadi
Ia meremas jantung pemuda itu tepat di atas gelas itu hingga mengeluarkan banyak darah
Setelah gelas itu terisi penuh oleh darah segar ia meminum nya hingga tandas
"Ah segarnya"desah nya saat merasakan segar di tenggorokan nya
Sistem sungguh tidak bisa berkata apa-apa lagi,tuan nya itu bego atau bagaimana
Cuma kata nya,di mana mana orang kalau jantung nya di cabut ya pasti mati lah
Ingin rasa nya sistem mencari tuan baru
Setelah pemuda itu mati bukan nya berhenti
Zora malah meneruskan menyiksa pemuda itu
Ia memutilasi tubuh pemuda itu, setelah nya ia menjahit lalu menyusun kembali tubuh pemuda itu
Zora tersenyum puas melihat hasil karya nya itu
Setelah itu ia pergi dari sana tanpa meninggalkan jejak sedikit pun kecuali ukiran Lavender di perut pemuda itu sebagai pertanda
__Became The Male Lead Is Friends__