
Alva mengganguk Menjawab pertanyaan Zora
Toh ia tidak ada ruginya malahan Seneng karena Zora mau mencium nya
Zora mengerjap dengan secepat kilat ia mengecup pelan pipi Kanan Alva
Alva mematung mendapat kecupan mendadak itu tapi tak lama kemudian ia tersenyum
Zora tersenyum paksa membalas senyuman pemuda itu
"Huwaa anjir malu banget gue Hiks"batin nya menangis
**Sistem tertawa pelan mendengar batin tuan nya itu
Entah kenapa ia merasa senang melihat raut wajah tuan nya yang tertekan
Ting!
Misi selesai!
Ting!
Anda mendapatkan iPhone 11 pro Max!
Ting!
"Senang nya mencium Cogan"ledek sistem**
"Sistem Sialan"maki nya dalam hati
Setelah itu suasana yang tadi nya sudah canggung sekarang bertambah Canggung
Zora risih karena Alva tidak pernah mengalihkan tatapan nya dari nya
Ia berpura pura melihat jam tangan yang melingkar indah di pergelangan tangan nya
Zora menatap Alva
"Em gue pulang ya Va"pamit Zora
"Mau dianterin"tanya Alva
Zora menggeleng
Tanpa mendengar kan jawaban Alva ia langsung pergi meninggalkan Alva yang terkekeh melihat tingkah nya itu
__Became The Male Lead Is Friends__
Zora Sudah sampai di mansion keluarga Parker 10 menit yang lalu
Sekarang ia sedang berada ia kamar nya dengan wajah memerah
"Huwaa Anjir malu banget gue,gue nggak mau lagi ngejalanin misi aneh aneh kayak gini"jerit nya
Ting!
Pemberitahuan!
"Harap bersabar tuan rumah ini ujian"sistem berucap Enteng
Zora mendelik mendengar nya
"Sabar Ndas mu"Zora berucap datar
Ia pun langsung pergi dari sana guna menghindari amukan Zora
Dan benar saja setelah sistem menghilang Zora mencak-mencak tak jelas sambil menyumpah serapahi sistem
__Became The Male Lead Is Friends__
Setelah kepergian sistem tadi Zora masih mencak-mencak tak jelas
Pokok nya besok ia tidak mau sekolah,ayolah ia tidak ingin bertemu dengannya Alva
Beberapa jam yang lalu Dimata Zora Alva adalah Cowok gila
Tapi tadi karena misi ia mencium nya
Apakah ini karma?
Rasa nya ia benar benar malu,coba saja kalian ada di posisi Zora,pasti kalian mengerti rasa nya
__Became The Male Lead Is Friends__
Hari sudah menunjukkan pukul 4 sore
Zora pergi ke kamar para saudara nya untuk mengecek apakah mereka sudah bangun atau belum
Zora sampai di depan pintu Kamar Jordan,ia langsung masuk tanpa mengetuk,karena kalau Jordan sudah bangun dan Zora mengetuk pasti ia akan bertanya pada nya kenapa ia bisa tiba tiba tertidur
Zora mengamati setiap sudut kamar Jordan
Tatapan terhenti pada Jordan yang masih berbaring dengan mata tertutup di atas tempat tidur nya
Setelah melihat Jordan masih tertidur,Zora pun melanjutkan perjalanan nya menuju kamar Revan
Ia pun juga melihat Revan masih tertidur pulas
Namun saat ia mengecek kamar Adrian,ternyata Adrian sudah bangun
Zora yang melihat Adrian sudah bangun pun terheran
Jangan bilang kalau Jordan dan Revan bersandiwara belum terbangun untuk menuntun nya ke kamar Adrian
Adrian menatap Zora penuh tanya
"Kenapa tadi kita bisa tiba tiba ketiduran hm?"tanyanya datar
Sebelum Zora menjawab,suara seseorang lebih dulu menyahut ucapan Adrian
"Bener tuh"sahut Revan dan Jordan yang baru datang
Zora menghela nafas,sekarang ia terpojok tidak ada cara lain selain menjawab jujur
Mengembuskan nafas pelan ia menjawab"aku kasih obat tidur"jawab nya
Mereka semua melotot
"Kenapa di kasih obat tidur?"Tanya ketiga nya serempak
Zora terdiam"karena kalian rebutan Mulu jadi aku kasih obat tidur biar tenang"jawab nya polos
Mereka bertiga menghela nafas,memang benar sih apa yang dikatakan Zora
Siapapun yang di posisi nya pasti pusing di perebutkan