
ππ’π±π±πΊ ππ¦π’π₯πͺπ―π¨ πππ~~
Nathan yang melihat Rey sedang memperhatikan mereka dengan ekspresi bingung bercampur curiga pun akhirnya melepaskan genggaman tangannya dan syilla.
Lalu berjalan mendekati Rey dan merangkul pundak nya serta menarik nyaΒ menjauh dari syilla agar obrolan mereka tidak di dengar oleh syilla.
"Aduh.. Duh.. Leher gue sakit woy" Rey mencoba memberontak ketika Nathan merangkul nya serta menariknya paksa secara bersamaan.
Hingga ketika kira kira sudah jauh dari syilla Nathan pun melepaskan rangkulannya dari leher Rey.
"Ada apaan sih main tarik tarik aja untung gak putus nih leher gue" Protes Rey sambil memegangi lehernya yang masih terasa sakit karna rangkulan Nathan.
"Sebenarnya dia itu temen sekelas gue" Ucap Nathan membuat Rey langsung menatap nya bingung.
"Terus? Ya gak papa dong bukannya bagus dari temen sekelas jadi saudara tiri,kalau cuman mau ngomong gitu doang gak perlu kali pake narik narik leher gue kalau lecet gimana? Bisa bisa kegantengan gue berkurang lagi gara gara lo" Ucap Rey dengan santay nya sekaligus nada kesalnya.
"Iya lo gak tau sih, gue itu sebenarnya suka sama dia"namun kali ini ucapan Nathan berhasil membuat Rey terkejut sambil melotot ke arah Nathan.
" Suka?"tanya Rey tidak percaya dengan apa yang di katakan Nathan.
Nathan hanya membalas pertanyaan Rey dengan anggukan sambil menundukkan Kepala nya.
"Gak, lo gak boleh suka sama dia, sekarang itu dia adik tiri kita, jadi mending lo hapus dan buang jauh jauh perasaan lo itu nath" Ucapan Rey terdengar begitu menyakitkan bagi Nathan namun apalah daya semua yang di katakan Rey adalah benar.
"Humm lo bener, mulai sekarang gue akan coba buat ngehapus dan ngebuang semua perasaan gue buat syilla" Ucap Nathan lirih dengan kepala masih tertunduk.
"Bagus, gue yakin lo pasti bisa" Rey menepuk bahu adiknya itu sambil tersenyum manis, namun Nathan hanya diam tidak merespon.
"Yaudah yuk kita kesana, kasian adik tiri kita yang manis nungguin sendirian" Rey gantian merangkul leher Nathan dan menariknya berjalan menuju tempat syilla berdiri.
"Tapi Rey.... " Seolah tahu apa yang ingin di ucapkan Nathan, Rey pun langsung memotong ucapan Nathan.
"Udah tenang ini hanya akan menjadi rahasia kita berdua" Ucap Rey sambil menusap gemas rambut Nathan.
"Makasih Rey" Ucap Nathan pelan yang di balas Rey dengan senyuman.
"Kalian sedang membicarakan apa sih kenapa harus jauh jauh seperti itu" Ucap syilla sontak membuat mereka berdua kaget.
"Ah ternyata adik tiri kita yang manis ini kepo juga ternyata.. Hahaha" Ucap Rey sambil tertawa sambil menepuk pundak Nathan.
"Ah maaf aku tidak bermaksud begitu... " Ucap syilla malu dengan sifatnya sendiri yang selalu penasaran dengan urusan orang lain.
"Ah tidak apa apa hanya saja ini urusan para pria jadi aku tidak bisa memberi tahukannya kepadamu" Ucap Rey dengan senyuman nakalnya.
"Kenapa dia diam saja? " (Pikir syilla bingung)
"Hah, kalian berisik sekali sih" Ucap seseorang yang baru saja berjalan keluar dari dalam dapur sambil membawa sebuah nampan penuh dengan makanan.
"Ah dasar perusak suasana " Ucap Rey kesal kepada pria itu.
"Makanan udah siap" Ucap pria itu tersenyum tidak memperdulikan ucapan Rey.
"Kau siapa? " Tanya syilla kepada pria tampan berambut hitam bermata coklat itu.
"Ah kau anak papa Rio itu kan saudara tiri kami, pegang ini" Pria itu terlihat begitu bersemangat ketika melihat syilla ia bahkan menyuruh Rey memegang tampan berisi makanan yang ia bawa.
"Hey apa apan kau ini ini sangat panas apa kau mau merusak tangan bagus ku." Ucap Rey sambil menaruh nampan tersebut di meja makan yang tak jauh dari mereka.
" Perkenalkan namaku vero aku anak ke 6 aku bekerja sebagai seorang cef di sebuah restoran wahh benar kata mama kalau anak papa Rio sangat cantik "ucapnya gembira sambil memegang tangan syilla.
" Wahh semua anak mama lea tampan dan hebat hebat ya"(pikir syilla)
" Ah, Terima kasih namaku arsyilla"syilla tersenyum semanis mungkin.
"Wah namanya juga sangat bagus sebagus mentari di sorre hari" Ucap vero dengan gaya seperti tukang gombal profesional.
Nathan dan Rey yang melihat bagaimana vero mencoba menggoda syilla hanya menatap nya dengan tatapan jijik.
"Ah kau pasti lapar ayo kita makan bersama" Ajak vero sambil menarik tangan syilla.
Nathan dan Rey yang masih menatap mereka hanya bisa melotot melihat vero memegang tangan syilla.
"Ah semua yang di katakan Mako salah ini tidak sama sekali seperti tinggal dengan para srigala melainkan bersama pangeran tampan yang begitu menakjubkan wahh hidup ku benar benar beruntung tinggal bersama mereka, mereka semua sepertinya orang baik baik huh mako pasti salah sangka,oh iya Aku kan sedang mencari mako" (Pikir syilla)
"Ah maaf" Syilla langsung melepas genggaman tangan vero begitu teringat akan mako.
"Ah ada apa? Apa kau tidak suka aku pegang tanganmu? " Tanya vero dengan nada sedikit sedih.
"Ah tidak bukan begitu sebenarnya.... " Ucap syilla ragu karena takut para saudara tirinya itu melarang nya membawa binatang peliharaan.
Maaf kalau banyak yang gajeππmasih belajar
β€{π¬πππππππ πππ πππ πΉππ π±πππππ}β€
Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β {π¬ππππ πΈπππππππ}