
ππ’π±π±πΊ ππ¦π’π₯πͺπ―π¨ πππ~~
Keesokan harinya......
"Mako cepat lah nanti kita ketinggalan bus" Ucap syilla sambil memasukkan baju-baju dan perlengkapan lainnya ke dalam kopernya.
"Uhh aku masih mengantuk syilla" Mako berjalan dengan sangat lesuh.
"Oh ayo bangunlah kita harus berangkat sekarang, tempat tinggal nya lumayan jauh dan hari juga sudah mendung bagaimana kalau nanti kita kehujanan di jalan" Ucap syilla sambil menarik kopernya serta menaruh mako di pundak kanan nya.
"Ah iya baiklah" Mako hanya menurut sambil duduk di pundak syilla.
"Ahhh itu busnya" Syilla tampak begitu senang ketika melihat bus yang ingin dinaikinya tiba tepat waktu.
"Ayo mako kita berangkat" Syilla menarik kopernya menaiki bus dengan penuh semangat.
Hingga ia tidak sengaja menyenggol seorang pria bertopi yang hendak turun dari bus itu dengan lumayan keras hingga pria tersebut merintih kesakitan.
"Ahhh... " Rintih pria tersebut.
"Oh tidak, maaf kan aku.. Aku tidak sengaja.. Apa terlalu sakit? Kalau begitu ambil uang ini untuk berobat karena sangat sibuk sekarang hingga tidak bisa menemani mu kerumah sakit" Ucap syilla sambil mengeluarkan uang 400.000 dari dalam tasnya.
"Hei gadis tunggu" Pria itu menarik tangan syilla ketika syilla hendak berjalan menaiki bus itu.
"Ada apa? Apa masih kurang? " Tanya syilla ketika pria tersebut menarik tangan nya.
"Aku tidak butuh uang mu ,jadi ambil kembali lain kali hati hati" Ucap pria itu sambil melepaskan topi yang ia kenakan, pria itu tersenyum dan berjalan pergi.
Dan terlihat lah wajah pria itu dengan sangat jelas, matanya berwarna coklat terang kulitnya putih dan rambutnya yang berponi berwarna coklat ke merah merahan.
"Oh Tuhan mimpi apa aku semalam bisa bertemu seorang pangeran tampan yang begitu sempurna, ahhh aku ingin pingsan hanya dengan melihat senyum nya" (Pikir syilla dalam lamunan nya)
"JADI NAIK TIDAK!!" Hingga sebuah teriakan menyadarkan syilla dari lamunan nya.
"Ahh pria tadi dimana? " Syilla bertanya pada dirinya sendiri.
"Dia sudah pergi dari tadi" Mako yang menjawab pertanyaan syilla.
"Ahh sayang sekali aku bahkan tidak tahu namanya" Syilla mengeluh pada dirinya sendiri.
"Hei anak muda kau jadi naik bus tidak sih" Supir bus itu tampak begitu geram.
"Ah tentu saja jadi" Dengan cepat Syilla langsung menaiki bus itu dan duduk di salah satu kursi kosong dekat jendela.
"Hei mako kenapa supir itu begitu emosian? Mungkinkah dia sedang banyak masalah keluarga? " Tanya syilla pada mako.
"Hadeh... Syilla.. Bagaimana mungkin dia tidak emosi dia terus menerus memanggilmu dan bertanya kau jadi naik bus tidak tapi kau malah diam saja ,dan sekarang kau malah bertanya apakah dia punya masalah keluarga, kau sungguh bisa bikin orang emosi" Ucap mako menjelaskan panjang lebar.
"Hehe aku kan gak tau lagian aku bener bener terkesima melihat pria tampan tadi" Jawab syilla dengan wajah lucunya.
"Hih dasar aku ini juga tampan tapi kenapa kau tidak terkesima? "Tanya mako dengan wajah kesal.
" Karena kau seekor tupai "jawab syilla seadanya.
" Hei liat deh cantik cantik tapi gila masak ngomong sama hewan sih ih kasian deh"terdengar beberapa orang yang duduk di belakang syilla sedang mencibir dirinya.
"Syilla.... " Mako tampak khawatir melihat wajah syilla yang sedikit sedih mendengar cibiran orang orang itu.
"Humm tidak apa apa emang kenyataan nya ya kan tapi mereka tidak tahu bahwa hewan ku istimewa" Ucap syilla sambil tersenyum manis.
β€{π¬πππππππ πππ πππ πΉππ π±πππππ}β€
{π¬ππππ πΈπππππππ}